Ekonomi Membaik di 2021, Perbankan di AS kembali Royal Membagi Bonus

Sabtu, 08 Januari 2022 | 14:10 WIB
Ekonomi Membaik di 2021, Perbankan di AS kembali Royal Membagi Bonus
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Logo Bank of America di New York City, AS, 10 Januari 2017. REUTERS/Stephanie Keith/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 17 JULY FOR ALL IMAGES]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bank of America Corp (BOA) berencana untuk meningkatkan total bonus untuk karyawannya, demikian berita Bloomberg News pada Jumat (7/1), mengutip orang-orang yang memiliki informasi tersebut.

Manajemen di BOA berencana untuk meningkatkan total bonus untuk bankir investasi lebih dari 40%. Sementara bonus untuk tim penjualan dan tim operasi perdagangan meningkat dengan kenaikan rata-rata lebih dari 30%, menurut laporan tersebut.

Setelah mengalami tekanan

Banyak bank di AS harus memangkas bonus, bahkan, mengurangi karyawan akibat tekanan pandemi sepanjang tahun 2020. Namun perbaikan situasi memungkinkan perbankan di AS kembali menawarkan pemanis bagi pekerjanya di tahun lalu.

Baca Juga: Jadi yang Pertama di Industri Perbankan di AS, Citi Berlakukan No-Jab, No-Job

Bulan lalu, Goldman Sachs Group Inc dan JPMorgan Chase & Co juga menyusun rencana untuk meningkatkan total bonus untuk bankir investasi masing-masing sebesar 40% dan 50%.

Perusahaan kompensasi Johnson Associates Inc mengatakan pada bulan November bahwa bonus untuk staf Wall Street diharapkan menjadi yang tertinggi tahun lalu sejak 2009. Bankir investasi dan pedagang ekuitas turut mengantri untuk mendapatkan pembayaran terbesar..

Bank of America menolak mengomentari laporan tersebut.

Bagikan

Berita Terbaru

Transformasi LPPF Berpeluang Memoles Kinerja di Tahun 2026
| Kamis, 23 April 2026 | 08:43 WIB

Transformasi LPPF Berpeluang Memoles Kinerja di Tahun 2026

PT Matahari Department Store kini jadi MDS Retailing Tbk. Analis sebut potensi kinerja LPPF membaik bertahap hingga 2026, tapi ada syaratnya.

Catat! BTN Bahas Rencana Akuisisi di RUPST Hari Ini Senilai Rp 15,43 Triliun
| Kamis, 23 April 2026 | 08:12 WIB

Catat! BTN Bahas Rencana Akuisisi di RUPST Hari Ini Senilai Rp 15,43 Triliun

Diperkirakan nilai transaksi tersebut paling banyak senilai Rp15,432 triliun atau sekitar 42,6% dari nilai ekuitas BTN per 31 Desember 2025.

IPCC Membidik Pendapatan Tumbuh 12%, Simak Strateginya
| Kamis, 23 April 2026 | 07:52 WIB

IPCC Membidik Pendapatan Tumbuh 12%, Simak Strateginya

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) menargetkan pendapatan Rp 1,04 triliun pada 2026. Diversifikasi layanan dan tender OEM jadi kunci utama

MINE Menebar Dividen Rp 60,23 Miliar
| Kamis, 23 April 2026 | 07:27 WIB

MINE Menebar Dividen Rp 60,23 Miliar

Sepanjang 2025, MINE mencatatkan pertumbuhan pendapatan 11,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,36 triliun.

 Penjualan Tertahan Biaya Produksi
| Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB

Penjualan Tertahan Biaya Produksi

Target penjualan mobil 850.000 unit pada tahun ini menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku hingga kebijakan fiskal

Ekspor Listrik Masih Terganjal Regulasi
| Kamis, 23 April 2026 | 07:15 WIB

Ekspor Listrik Masih Terganjal Regulasi

"ASEAN memiliki program interkoneksi listrik melalui program ASEAN Power Grid baik dalam konteks investasi dan meningkatkan ketahanan energi

Laba Asuransi Jiwa Mulai Tumbuh Positif
| Kamis, 23 April 2026 | 07:14 WIB

Laba Asuransi Jiwa Mulai Tumbuh Positif

Hasil investasi asuransi jiwa mendorong laba menguat.                                                   

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Siap Buyback Saham
| Kamis, 23 April 2026 | 07:13 WIB

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Siap Buyback Saham

 PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) akan membeli kembali maksimal 339,71 juta saham. Ini setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor. ​

Pembiayaan Investasi Tertekan Kondisi Global
| Kamis, 23 April 2026 | 07:12 WIB

Pembiayaan Investasi Tertekan Kondisi Global

Data OJK Februari 2026 tunjukkan pembiayaan investasi multifinance turun.                               

Indointernet (EDGE) Meraih Restu RUPS untuk Delisting dari Bursa
| Kamis, 23 April 2026 | 07:08 WIB

Indointernet (EDGE) Meraih Restu RUPS untuk Delisting dari Bursa

PT Indointernet Tbk (EDGE) mengantongi restu dari RUPSLB untuk voluntary delisting jadi perusahaan tertutup. 

INDEKS BERITA

Terpopuler