Eksekusi Opsi Pembelian, Musk Lantas Jual Saham untuk Lunasi Tagihan Pajak

Kamis, 11 November 2021 | 09:27 WIB
Eksekusi Opsi Pembelian, Musk Lantas Jual Saham untuk Lunasi Tagihan Pajak
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Tesla Inc CEO Elon Musk dalam acara peluncuran Model 3 di Shanghai, China, 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk menjual saham bernilai sekitar $ 1,1 miliar untuk menutupi kewajiban pajak atas pelaksanaan opsi, demikian isi keterbukaan informasi ke bursa, Rabu (10/11), yang diajukan miliarder itu.

Musk mengeksekusi opsi untuk mengakuisisi hampir 2,2 juta saham Tesla, dan kemudian menjual sekitar 934.000 saham. Jumlah yang dijual itu setara 0,5% dari total saham Tesla yang digenggam Musk.

Uang hasil penjualan digunakan Musk untuk melunasi tagihan pajak yang terkait dengan pelaksanaan opsi. Kewajiban itu muncul mengingat kekayaan Musk, yang dipatok oleh Forbes sebesar $281,6 miliar, terkait dengan kepemilikan sahamnya di Tesla.

Baca Juga: Elon Musk kehilangan Rp 717,475 triliun dalam dua hari! Ini sebabnya

Penjualan itu juga membebaskan Musk dari tagihan pajak atas kenaikan harga saham yang harus dia tanggung, jika dia menjual saham, tanpa menggabungkannya dengan pelaksanaan opsi.

Harga saham pembuat mobil listrik itu menguat 2% setelah berita tersebut.  Setelah terlanda aksi jual selama beberapa hari terakhir, penguatan itu menopang Tesla untuk bertahan di kelompok perusahaan US$ 1 triliun.

Musk pada Sabtu (6/11) lalu mensurvei pengguna Twitter tentang penjualan 10% sahamnya, memicu kekhawatiran bahwa penjualan semacam itu dapat merusak harga saham Tesla. Dalam sesi perdagangan hari Rabu Tesla pulih 4,3% menjadi $1.067,95.

Dalam pengajuannya, Tesla mengatakan Musk menjual saham pada hari Senin untuk memenuhi kewajiban pemotongan pajak terkait dengan pelaksanaan opsi saham untuk membeli 2.154.572 saham seharga $6,24. Itu merupakan diskon besar dari harga penutupan saham Tesla sebesar $1.068 pada hari yang sama.

Dia kemudian menjual 934.091 saham dengan harga mulai dari $ 1.135 hingga $ 1.196.

Sementara Tesla telah kehilangan hampir $150 miliar nilai pasar minggu ini, investor ritel telah menjadi pembeli bersih saham tersebut. Sekitar 58% dari pesanan perdagangan Tesla di situs pialang Fidelity pada hari Rabu adalah untuk pembelian, bukan penjualan.

Investor ritel melakukan pembelian bersih sebesar $ 157 juta pada hari Senin dan Selasa, menurut Vanda Research.

Baca Juga: Wow, harga Bitcoin berhasil tembus level all time high

Tesla sekarang naik lebih dari 51% pada tahun 2021, sebagian besar berkat reli yang terjadi selama Oktober yang didorong oleh kesepakatan untuk menjual 100.000 kendaraan ke perusahaan rental mobil Hertz.

"Perusahaan itu sendiri sedang on fire, dengan hasil yang kuat," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di perusahaan manajemen investasi yang berbasis di New York, Ingalls and Snyder. "Itu tidak akan memudar dengan cepat."

Sentimen bullish kembali ke opsi Tesla pada hari Rabu, dengan sekitar 1,1 call diperdagangkan untuk setiap put. Panggilan biasanya digunakan untuk perdagangan bullish, sementara pembelian menunjukkan bias bearish.

Opsi perusahaan menyumbang sekitar $ 109 miliar dalam bentuk premium yang berpindah tangan selama dua minggu terakhir, atau sekitar satu dari setiap tiga dolar yang diperdagangkan di pasar opsi yang terdaftar di AS, menurut analisis Reuters dari data Trade Alert.

Selanjutnya: Operator-operator Telko Malaysia Meragukan Transparansi dan Harga 5G Skema Pemerintah

 

Bagikan

Berita Terbaru

Cadangan Devisa Menipis, Seberapa Kuat Rupiah Bertahan?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Cadangan Devisa Menipis, Seberapa Kuat Rupiah Bertahan?

Pergerakan rupiah di kuartal III-2026 diproyeksikan masih berada dalam fase bearish karena tekanan ekonomi yang melanda.

Harga Tembaga Dunia Naik 18% Sepanjang 2026, AMMN dan MDKA Jadi Penerima Manfaat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Harga Tembaga Dunia Naik 18% Sepanjang 2026, AMMN dan MDKA Jadi Penerima Manfaat

Kenaikan harga tembaga mencerminkan ekspektasi pasar terhadap permintaan yang tetap kuat di tengah kondisi pasokan global yang relatif terbatas.

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?

Kenaikan produksi kembali terjadi untuk pertama kali sejak Februari dan pesanan baru mulai stabil, tetapi peningkatan output masih terbatas. 

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik

Pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak terhadap sektor poultry.

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)

Pergerakan rupiah didorong oleh melemahnya permintaan terhadap dolar AS.  Pelemahan itu setelah peluang deeskalasi konflik AS–Iran.

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah

Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menekan pergerakan indeks dolar AS (DXY).

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Angka ini memang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61%, tetapi lebih tinggi dari konsensus pasar sekitar 5,1%.

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)

Hingga 30 Juni 2026, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan laba bersih Rp 20,36 miliar, meningkat 13,39% secara tahunan.

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:06 WIB

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC

BEI memasukkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) ke daftar saham berkonsentrasi tinggi.

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat

Pada semester I-2026,  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) harus mengalami penurunan laba bersih 2,80% yoy jadi Rp 1,97 triliun dari Rp 2,03 triliun.​

INDEKS BERITA

Terpopuler