Ekspansi di Asia Pasifik, KKR Galang US$ 1,1 Miliar Melalui Credit Fund

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:44 WIB
Ekspansi di Asia Pasifik, KKR Galang US$ 1,1 Miliar Melalui Credit Fund
[ILUSTRASI. Logo KKR & Co terlihat dalam layar di NYSE, New York, AS, 23 Agustus 2018. REUTERS/Brendan McDermid]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. KKR menggalang dana senilai US$ 1,1 miliar melalui penerbitan credit fund pertama di Asia. Hasil dari transaksi penggalangan dana pertama terbesar di Asia Pasifik itu, akan disalurkan kembali oleh KKR sebagai pembiayaan utang ke perusahaan.

Pertumbuhan private credit fund mengalami percepatan di Asia selama beberapa tahun terakhir, sebagai sumber alternatif pendanaan untuk perusahaan. Investor tertarik credit fund karena instrumen itu menawarkan potensi pengembalian lebih tinggi.

Dalam pernyataan tertulis pada Rabu, KKR mengatakan bahwa Asia Credit Opportunities Fund, menjelang final close, menerima dukungan kuat dari investor termasuk dana kekayaan negara, perusahaan asuransi dan kelompok investasi swasta.

Baca Juga: Airbnb Akan Menutup Semua Layanan di China Daratan Mulai Akhir Juli Tahun Ini

"Ada ketidakseimbangan pembiayaan yang tersedia untuk bisnis Asia pada saat pertumbuhan dan kemakmuran kawasan telah memicu permintaan yang sangat besar untuk solusi pendanaan yang lebih fleksibel oleh peminjam yang ingin menangkap peluang," kata Brian Dillard, kepala Kredit Asia di KKR.

KKR menginvestasikan lebih dari US$ 100 juta bersama investor eksternal melalui neraca dan komitmen karyawan.

Dana tersebut bertujuan untuk menargetkan investasi terutama dalam "melakukan kredit yang berasal dari swasta" dan memanfaatkan peluang di tiga tema investasi utama, termasuk pinjaman korporasi senior dan unitranche, pinjaman korporasi subordinasi, dan investasi keuangan berbasis aset.

Baca Juga: Peringatan NATO: Barat Tidak Boleh Memperdagangkan Keamanan Untuk Keuntungan Ekonomi

Dana ekuitas swasta besar dan perusahaan investasi juga telah meluncurkan dana kredit khusus Asia, dengan beberapa di antaranya berfokus pada peluang yang sulit.

KKR mengatakan telah melakukan 14 investasi kredit di Asia Pasifik sejak 2019, dengan total $2,4 miliar, termasuk pembiayaan akuisisi dan pendanaan modal yang dipesan lebih dahulu untuk perusahaan dan sponsor keuangan. Sekitar selusin berasal dari dana terbaru.

KKR mengelola sekitar US$ 184 miliar aset kredit secara global.

Sejak mendirikan kehadirannya di Asia Pasifik pada tahun 2005, KKR kini memiliki sekitar 300 penasihat senior dan eksekutif di wilayah tersebut. Angka itu termasuk sekitar 10 spesialis kredit khusus.

Bagikan

Berita Terbaru

Uang Lebaran 2026: Duit Rp 148 Triliun Siap Berputar, Daya Beli Pulih?
| Kamis, 19 Maret 2026 | 04:00 WIB

Uang Lebaran 2026: Duit Rp 148 Triliun Siap Berputar, Daya Beli Pulih?

Meski jumlah pemudik diperkirakan sedikit menurun, uang yang beredar di masyarakat justru diprediksi meningkat.​

Nilainya Tembus US$ 33,9 Triliun! Produk ESG Jadi Primadona Baru Pelindung Portofolio
| Rabu, 18 Maret 2026 | 20:08 WIB

Nilainya Tembus US$ 33,9 Triliun! Produk ESG Jadi Primadona Baru Pelindung Portofolio

BEI telah mengoleksi 26 produk investasi berkelanjutan yang dikemudikan oleh 15 Manajer Investasi (MI) yang berbeda.

Mudik 2026: Jumlah Pemudik Turun, Pergerakan Penduduk Terbesar Tetap di Pulau Jawa
| Rabu, 18 Maret 2026 | 14:27 WIB

Mudik 2026: Jumlah Pemudik Turun, Pergerakan Penduduk Terbesar Tetap di Pulau Jawa

Jawa Tengah jadi tujuan utama mudik, disusul Jatim dan Jabar. Temukan pola pergerakan dan moda transportasi favorit untuk perjalanan Anda.

Pergerakan Valas Asia Terimbas Kenaikan Harga Energi
| Rabu, 18 Maret 2026 | 12:48 WIB

Pergerakan Valas Asia Terimbas Kenaikan Harga Energi

Pergerakan mata uang Asia selanjutnya akan dipengaruhi kebijakan suku bunga The Fed. Rupiah berpotensi melemah di atas Rp 17.000 per dolar AS.

Realisasi Penukaran Uang Jelang Lebaran Tinggi, Daya Beli Pulih atau Cuma Ilusi?
| Rabu, 18 Maret 2026 | 12:30 WIB

Realisasi Penukaran Uang Jelang Lebaran Tinggi, Daya Beli Pulih atau Cuma Ilusi?

Untuk menyimpulkan terjadinnya pemulihan daya beli masyarakat, diperlukan indikator yang lebih komprehensif.

Ketika Pasar Menantikan Akhir Perang Duet Amerika Serikat (AS)-Israel Versus Iran
| Rabu, 18 Maret 2026 | 12:23 WIB

Ketika Pasar Menantikan Akhir Perang Duet Amerika Serikat (AS)-Israel Versus Iran

Bila perang berlangsung lama, penutupan fasilitas produksi migas juga lama. Mematikan fasilitas produksi migas tak seperti mematikan saklar lampu.

Mudik Lebaran Dongkrak Penjualan Astra Otoparts (AUTO)
| Rabu, 18 Maret 2026 | 11:14 WIB

Mudik Lebaran Dongkrak Penjualan Astra Otoparts (AUTO)

Suku cadang paling banyak diminati masyarakat sebelum maupun sesudah periode mudik Lebaran adalah baterai atau aki dan pelumas atau lubricants.

Bisnis Sempat Tertekan di 2025, Penjualan AYAM Bakal Moncer Kala Ramadan dan Lebaran
| Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB

Bisnis Sempat Tertekan di 2025, Penjualan AYAM Bakal Moncer Kala Ramadan dan Lebaran

Fluktuasi harga bahan baku pakan dan masa adaptasi terhadap ekspansi kapasitas nasiona bisa menekan industri peternakan ayaml.

Harga Minyak Memanas, Konsumen Melirik Kendaraan Listrik
| Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB

Harga Minyak Memanas, Konsumen Melirik Kendaraan Listrik

Minat pada kendaraan listrik akan mengalami lonjakan apabila harga BBM tak terkendali imbas konflik di Timur Tengah.

Cuan Industri Tekstil pada Momen Lebaran
| Rabu, 18 Maret 2026 | 10:57 WIB

Cuan Industri Tekstil pada Momen Lebaran

Pada umumnya permintaan di sektor ritel dapat meningkat puluhan persen sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk membeli pakaian baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler