Ekspor Meningkat, Harga CPO Naik

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 07:58 WIB
Ekspor Meningkat, Harga CPO Naik
[ILUSTRASI. Pekerja melakukan bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) sawit untuk diangkut ke pabrik CPO Subulussalam di Desa Blang Dalam Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Jumat (16/8/2019). Harga TBS sawit ditingkat petani masih rendah Rp600 per kilogram diban]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kenaikan ekspor memicu harga crude palm oil (CPO) atawa minyak sawit mentah menguat. Harga CPO bahkan naik ke atas level psikologis RM 2.200.

Jumat (18/10), harga CPO kontrak pengiriman Januari 2020 di Malaysia Derivatives Exchange naik 1,24% ke level RM 2.287 per ton. Bila dihitung dalam sepekan, harga CPO menguat 2,42%.

Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, harga CPO terus menguat antara lain karena laporan AmSpec Malaysia menginidikasikan adanya kenaikan ekspor CPO Malaysia sebesar 2% secara bulanan di periode Oktober.

Deddy menyebut, menurut survei, ekspor CPO Malaysia periode 1-15 Oktober mencapai 684.907 ton. Jumlah tersebut meningkat bila dibandigkan periode September yang cuma sebesar 669.709 ton. Artinya ada pertumbuhan ekspor sebesar 2,27% atau tumbuh 15.198 ton.

Baca Juga: Harga CPO Belum Pulih, Mahkota Group (MGRO) Masih Setia dengan Target Kinerja

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menambahkan, CPO juga mendapat sentimen positif karena Mayalaysia akan memangkas tarif ekspor CPO mulai Januari 2020. "Tarif pajak ekspor dipangkas karena Malaysia berusaha mendorong ekspor dan mengurangi beban pada eksportir selama periode harga CPO rendah," kata Wahyu, Jumat (18/10).

Sentimen negatif masih membayangi >

 

Memang, masih ada sentimen negatif yang membayangi harga CPO. India dikabarkan berniat membatasi impor CPO dari Malaysia. Namun sentimen ini tidak terlalu mempengaruhi pasar.

"Malaysia belum banyak beri komentar resmi mengenai pembatasan impor India, bahkan Malaysia kini sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan ekspor ke negara tersebut," kata Deddy, Jumat (18/10).

Baca Juga: Mahathir akan coba jalur diplomasi bila India membatasi impor CPO Malaysia

ahyu memperkirakan perbaikan harga CPO ini berpotensi terus bertahan dalam jangka menegah, bahkan hingga akhir tahun. Sentimen positif datang dari tingginya permintaan CPO dari China dan India. Sementara, pasokan CPO sedikit terganggu karena musim panas berkepanjangan yang terjadi di sepanjang 2019.

Persoalan perang dagang juga justru berdampak positif bagi komoditas CPO. Proteksionisme perdagangan AS dan China membuat China meningkatkan impor CPO selagi China mengurangi impor minyak kedelai dari AS. Permintaan CPO juga makin tinggi, setelah Indonesia serta Malaysia berekspansi untuk menggunakan biodiesel.

Baca Juga: Belanda bisa dorong CPO Indonesia di Uni Eropa

Mengutip riset Fitch Solutions Macro Research, Wahyu mencatat konsumsi CPO global tahun ini bisa tumbuh jadi 7,1% dan tumbuh 5,1% di 2020. Sebagai perbandingan, rata-rata pertumbuhan konsumsi CPO global dalam lima tahun terakhir hanya 2,9%. 

Wahyu memprediksi harga CPO masih berkonsolidasi dalam tren naik. Rentang harga CPO pekan depan berada di RM 2.150 per ton hingga RM 2.350 per ton. 

Bagikan

Berita Terbaru

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit ke sektor tersebut hingga pertengahan 2026 masih tipis, hanya 1,2% secara tahunan

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS

Menkeu Purbaya memastikan tambahan anggaran tersebut tidak menambah defisit anggaran tahun depan    

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:03 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (20/8/2026).

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?

Dampak terhadap laba SILO bergantung pada perbandingan antara beban sewa yang berhasil dihindari dengan tambahan depresiasi dan beban bunga.​

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%

Pemerintah akan membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi masyarakat yang masuk desil 10 mulai tahun ini

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%

Posisi utang luar negeri (ULN) bank sentral per akhir Juni 2026 sebesar US$ 42,46 miliar            

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Setelah asing mulai berbalik melakukan akumulasi, setidaknya tekanan terhadap IHSG menjadi lebih ringan. 

Daya Ungkit Belanja Semakin Menyusut
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Daya Ungkit Belanja Semakin Menyusut

Alokasi belanja pegawai meningkat di tengah penurunan belanja barang dan belanja modal              

Inquiry Lahan Kawasan Industri SSIA Melonjak 88%, Konversi ke Pre-sales Jadi Ujian
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Inquiry Lahan Kawasan Industri SSIA Melonjak 88%, Konversi ke Pre-sales Jadi Ujian

SSIA bakal mengembangkan Subang Smartpolitan Phase 3 seluas 400 ha dengan kebutuhan belanja modal sekitar Rp 1 triliun.

Godzilla El Nino Ancam Produksi Sawit, Bagaimana Prospek Saham AALI?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Godzilla El Nino Ancam Produksi Sawit, Bagaimana Prospek Saham AALI?

Proyeksi kenaikan harga TBS bisa berpengaruh ke AALI karena ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasokan dari pihak eksternal.

INDEKS BERITA

Terpopuler