Eksportir LNG Terbesar Kedua di Dunia Berhenti Operasi, Pasar Gas Terdisrupsi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lalu lintas maritim Selat Hormuz telah terhenti pasca QatarEnergy menghentikan produksi LNG. Ini juga terjadi setelah serangan drone terhadap fasilitas gasnya di Ras Laffan pada 2 Maret lalu. Belum jelas kapan penghentian ini akan selesai. Yang pasti akan memengaruhi seluruh kapasitas pencairan gas alam cair (LNG) Qatar yang saat ini sebesar 77 juta ton per tahun (Mtpa).
Analis Senior, Riset Gas & LNG Rystad Energy, Jan-Eric Fahnrich menjelaskan dengan dihentikannya produksi LNG Qatar dan ditutupnya Selat Hormuz, pasokan LNG global diperkirakan akan semakin ketat, sebuah tren yang sudah tercermin dalam pergerakan harga baru-baru ini.
