Emiten Sawit Menyiasati Penurunan Harga CPO

Kamis, 28 Februari 2019 | 06:34 WIB
Emiten Sawit Menyiasati Penurunan Harga CPO
[]
Reporter: Rezha Hadyan | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali anjlok. Selama sepekan terakhir, harga CPO tercatat turun 3,41%. Emiten sawit pun mencari cara untuk menyiasati penurunan harga CPO. 

Harga CPO untuk kontrak pengiriman Mei 2019 ditutup di RM 2.132 per ton. Ini merupakan harga terendah sejak kontrak ini digelar Mei 2017 lalu.

Salah satu pihak yang paling merasakan dampak dari penurunan ini adalah PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Emiten yang diketahui sudah mengantongi sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada tahun lalu ini menyebut, tidak dapat berbuat banyak menghadapi penurunan harga CPO yang berulang kali terjadi.

"Karena harga ini di luar kontrol kami, kami hanya bisa konsisten untuk terus meningkatkan produksi saja," kata Corporate Secretary Eagle High Plantation Satrija Budi Wibawa kepada KONTAN, Rabu (27/2).

Pada Januari 2019, BWPT berhasil menaikkan produksi kelapa sawit dan produk turunannya dibandingkan dengan periode yang sama di 2018. Produksi tandan buah segar (TBS) naik 84,9% menjadi 131.981, yang diikuti oleh kenaikan produksi CPO sebesar 85% menjadi 27.971 ton. Kemudian, produk lainnya berupa minyak inti kelapa sawit atau palm kernel oil ikut naik 78% menjadi 4.289 ton.

Efisiensi operasional

BWPT juga tengah membangun satu unit pabrik kelapa sawit baru (PKS) baru dengan kapasitas 60 ton per jam. Emiten perkebunan ini juga membangun bulking station dengan kapasitas simpan sebesar 4.000 ton.

PKS yang akan dibangun di Kalimantan Timur ini merupakan upaya BWPT mengantisipasi peningkatan produksi perkebunan kelapa sawit yang akan memasuki di usia prima pada 2020. Berdasarkan catatan Kontan, BWPT telah memiliki sembilan PKS dengan total kapasitas sebesar 2,85 juta ton per tahun.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga senada. Anak usahaGrup Astra ini mengaku tidak bisa berbuat banyak menghadapi fluktuasi harga CPO. "Harga CPO ini sepenuhnya mekanisme pasar, kami tidak dalam posisi bisa mengendalikan harga dan harus siap dengan harga berapapun," kata Vice President of Communication Astra Agro Lestari Tofan Mahdi. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan efisiensi biaya dan produksi.

Saat ini, AALI juga mengembangkan sistem teknologi informasi (TI) untuk mengefisienkan operasional perusahaan hingga mengelola antrean TBS sebelum nantinya diolah di PKS. Antrean TBS ini yang kerap kali berpotensi menurunkan kualitas dan berimbas pada harga jual di pasar.

Dengan tren harga komoditas CPO saat ini, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang belum merekomendasikan mengoleksi saham perkebunan, lantaran harga komoditas CPO turun ke bawah RM 2.200 per ton. Dia menyarankan investor menghindari atau menjual saham-saham perkebunan kelapa sawit.

Bagikan

Berita Terbaru

Ada 11 Kali Reshuffle di Era Prabowo, IHSG 9 Kali Merosot di Hari Pengumuman
| Senin, 05 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Ada 11 Kali Reshuffle di Era Prabowo, IHSG 9 Kali Merosot di Hari Pengumuman

Meski bukan satu-satunya faktor, reshuffle kabinet terbukti tak mampu meniupkan optimisme ke pasar keuangan. 

Menanti Oktober Ceria Bursa Saham Indonesia di Tengah Tantangan Geopolitik
| Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Menanti Oktober Ceria Bursa Saham Indonesia di Tengah Tantangan Geopolitik

Transaksi DNDF lebih efektif menstabilkan ekspektasi pasar tanpa menguras cadangan devisa untuk intervensi di pasar spot.

Kinerja Saham Unggulan Masih Tertekan
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Kinerja Saham Unggulan Masih Tertekan

Meski berstatus indeks unggulan, sejak awal tahun 2026, kinerja IDX LQ45, IDX30, dan IDX80 masih loyo

Pengelola Dana Swedia Perdana Masuk Bursa Indonesia, Sinyal Dana Pasif Balik ke BEI?
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Pengelola Dana Swedia Perdana Masuk Bursa Indonesia, Sinyal Dana Pasif Balik ke BEI?

Biasanya investor memberikan informasi mengenai saham apa yang sudah mereka beli, agar pemain lain juga ikut membeli sahamnya.

MDKA Tawarkan Obligasi Senilai Rp 4,12 Triliun
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:29 WIB

MDKA Tawarkan Obligasi Senilai Rp 4,12 Triliun

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp 4,12 triliun.

ASII Sebar Dividen Interim Rp 3,89 Triliun
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:24 WIB

ASII Sebar Dividen Interim Rp 3,89 Triliun

Setiap pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII) akan mendapatkan dividen sebesar Rp 98 per saham.​

Agar Pembetulan SPT  Tidak Menjadi Beban
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Agar Pembetulan SPT Tidak Menjadi Beban

Pembetulan SPT semestinya menjadi ruang untuk memperbaiki laporan pajak                             

Dana Asing Terus Minggat, Langkah IHSG Makin Berat
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Dana Asing Terus Minggat, Langkah IHSG Makin Berat

Pada kuartal IV-2026, tren positif kinerja IHSG diperkirakan akan sulit mengulangi pencapaian pada tahun sebelumnya. 

Mengawali Pekan Saatnya Cari Cuan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (5/10)
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengawali Pekan Saatnya Cari Cuan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (5/10)

Investor sebaiknya  tidak terburu-buru menganggap setiap kenaikan IHSG sebagai awal bull market, selama aksi jual asing masih berlangsung

Nasib Cadangan Devisa September
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:06 WIB

Nasib Cadangan Devisa September

Cadangan devisa pada bulan September berpotensi naik, stagnan, bahkan turun dari bulan sebelumnya   

INDEKS BERITA

Terpopuler