Empat Perusahaan Pembiayaan yang Terdaftar di OJK, Menjadi Target Akuisisi

Senin, 15 Juli 2019 | 20:36 WIB
Empat Perusahaan Pembiayaan yang Terdaftar di OJK, Menjadi Target Akuisisi
[]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pembiayaan ternyata masih mengundang minat investor. Sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan restu atas permohonan akuisisi terhadap empat perusahaan industri keuangan non bank (IKNB). Adapun Keempat perusahaan itu merupakan perusahaan pembiayaan.

Keempat perusahaan itu terdiri dari PT Asiatic Sejahtera Finance, PT Asia Multidana, PT Internusa Tribuana Citra Multifinance, dan PT Indosurya Inti Finance. Adapun Asiatic Sejahtera Finance merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk yang 100% sahamnya dimiliki secara tidak langsung melalui anak usahanya.

Informasi tentang rencana akuisisi keempat perusahaan pembiayaan tersebut, KONTAN peroleh dari laporan triwulan I-2019 OJK. Namun dalam laporan tersebut, memang tidak tersedia informasi mengenai nama-nama investor yang telah mengajukan permohonan guna mencaplok empat perusahaan pembiayaan itu.

Sebagai catatan, secara total OJK telah menerima permohonan akuisisi atas 25 perusahaan INKB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 perusahaan IKNB yang mendapat pengajuan permohonan akuisisi, merupakan ourstanding dari triwulan III-2018. Sedangkan enam perusahaan IKNB baru masuk dan diajukan pada triwulan IV-2018.

Kemudian, pada kuartal I-2019, OJK telah menyelesaikan pemberian izin akuisisi atas empat perusahaan IKNB, yang tak lain adalah empat perusahaan pembiayaan seperti tersebut di atas. Sedangkan 19 perusahaan lainnya telah mendapat tanggapan dari OJK, namun masih terdapat kekurangan dokumen yang harus dilengkapi oleh pihak pemohon.

Sedangkan satu perusahaan lainnya masih dalam proses analisis. OJK juga telah mengembalikan satu dokumen perusahaan yang hendak diakuisisi.

Bagikan

Berita Terbaru

Pengendali Menambah Kepemilikan di Saham Summarecon Agung (SMRA)
| Kamis, 09 April 2026 | 07:52 WIB

Pengendali Menambah Kepemilikan di Saham Summarecon Agung (SMRA)

Pengendali PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Semarop Agung menambah kepemilikan saham di emiten properti tersebut.

Kucurkan Dana Rp 437,87 miliar, Indocement (INTP) Sudah Buyback 66,24 juta saham
| Kamis, 09 April 2026 | 07:48 WIB

Kucurkan Dana Rp 437,87 miliar, Indocement (INTP) Sudah Buyback 66,24 juta saham

Sejak 22 Mei 2025 sampai 6 April 2026, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) buyback 66,24 juta saham atau 1,88% dibanding jumlah saham beredar.

Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif, Cek Prediksi Kamis (9/4)
| Kamis, 09 April 2026 | 07:47 WIB

Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif, Cek Prediksi Kamis (9/4)

Rupiah menguat 0,55% kemarin. Pemicu utama gencatan senjata AS-Iran. Cek prediksi nilai tukar Kamis (9/4)

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Kunci Pertumbuhan, Cek Rekomendasi Saham ISAT
| Kamis, 09 April 2026 | 07:44 WIB

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Kunci Pertumbuhan, Cek Rekomendasi Saham ISAT

Meskipun kinerja ISAT positif, tekanan daya beli dan nilai tukar rupiah jadi risiko. Pahami dampaknya sebelum berinvestasi.

Pakan Ternak Menopang Laba Charoen Pokphand (CPIN) Pada 2025
| Kamis, 09 April 2026 | 07:38 WIB

Pakan Ternak Menopang Laba Charoen Pokphand (CPIN) Pada 2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai memberikan kontribusi terhadap peningkatan permintaan broiler, khususnya pada semester II-2025.​

IHSG Naik, Asing Kabur, Ongkos Jaga Rupiah Rp 63 T, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 09 April 2026 | 07:38 WIB

IHSG Naik, Asing Kabur, Ongkos Jaga Rupiah Rp 63 T, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Cadangan devisa US$ 148,2 miliar pada Maret 2026 dari US$ 151,9 miliar di Februari 2026. Sebulan anjlok US$ 3,7 miliar atau Rp 62,94 triliun

Harga Minyak Anjlok, Cermati Skenario Terburuk Pasca Gencatan Senjata
| Kamis, 09 April 2026 | 07:33 WIB

Harga Minyak Anjlok, Cermati Skenario Terburuk Pasca Gencatan Senjata

Harga minyak dunia anjlok tajam setelah gencatan senjata AS-Iran. Pelaku pasar akan mencermati hasil negosiasi beberapa waktu ke depan

Kinerja Emiten Grup Djarum Tak Semuanya Harum
| Kamis, 09 April 2026 | 07:32 WIB

Kinerja Emiten Grup Djarum Tak Semuanya Harum

Beberapa emiten Grup Djarum mencetak kinerja positif di tahun lalu. Tapi sejumlah emiten harus mengalami penurunan laba, bahkan merugi di 2025.​

Saham AKRA Masih Menarik, Kinerja Diklaim Belum Tersandera Konflik Geopolitik
| Kamis, 09 April 2026 | 07:30 WIB

Saham AKRA Masih Menarik, Kinerja Diklaim Belum Tersandera Konflik Geopolitik

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE mencatatkan penjualan lahan seluas 17 hektare pada kuartal I-2026.

Pemerintah Wajib Menenangkan Rupiah
| Kamis, 09 April 2026 | 07:18 WIB

Pemerintah Wajib Menenangkan Rupiah

Tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar jika beban fiskal berat, tanpa diimbangi penerimaan.

INDEKS BERITA

Terpopuler