Energi Nuklir

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:00 WIB
Energi Nuklir
[]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia tampak semakin serius dalam upaya mengembangkan potensi tenaga nuklir di dalam negeri.

Terbaru, pekan lalu, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mengumumkan kemitraan strategis untuk membantu Indonesia mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menggunakan teknologi reaktor modular kecil atawa small modular reactor (SMR).

Lewat kerjasama tersebut, Badan Perdagangan dan Pembangunan AS (USTDA) memberikan hibah kepada PT PLN Indonesia Power untuk membantu menilai kelayakan teknis dan ekonomi PLTN yang akan berlokasi di Kalimantan Barat dengan kapasitas 462 megawatt (MW).

AS mengklaim, teknologi SMR punya banyak keunggulan, misalnya, menggabungkan fitur keselamatan canggih, termasuk desain untuk menahan cuaca ekstrem dan berbagai peristiwa seismik.

Dalam Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) yang saat ini sedang dalam pembahasan di DPR, nuklir masuk sebagai energi baru atau energi yang dihasilkan  teknologi baru dan belum banyak dikonsumsi secara publik.

Dalam peta jalan interkoneksi hingga 2060 untuk menyambungkan lima area utama kelistrikan di Indonesia itu, energi nuklir akan berkontribusi hingga 32 gigawatt (GW) dalam bauran energi. Sebanyak 6 GW di antaranya ada di Sumatra dan 26 GW lagi di Kalimantan.

Pemerintah sejauh ini sudah merestui PT ThorCon Power Indonesia untuk mengembangkan pembangkit daya nuklir.

ThorCon akan menggelontor dana Rp 17 triliun untuk membangun Thorium Molten Salt Reactor (TMSR) 500 MW. Reaktor nuklir ini bakal ThorCon bangun di sebuah pulau terpencil berjarak 32 kilometer dari Pulau Bangka.

Untuk dapat membangun PLTN, mengacu Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), terdapat 19 aspek yang harus dipenuhi. Tapi, Indonesia baru memenuhi 16 dari 19 aspek tersebut. Salah satu aspek yang belum dipenuhi adalah keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan komitmen nasional.

Pengembangan energi nuklir saat ini memang masih terkendala oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat PLTN, yang masih melihat pembangkit ini sangat berbahaya.

Memang, pembangkit nuklir memiliki sejumlah risiko, mulai dari ledakan hingga dampak limbah ke lingkungan.

Umur limbah pembangkit nuklir yang bisa mencapai ribuan tahun dan memancarkan radiasi. Tambah lagi, kejadian di Cehrnobyl, Rusia, dan Fukushima, Jepang

Bagikan

Berita Terbaru

Kenaikan Bunga Deposito Berpotensi Berlanjut
| Senin, 28 September 2026 | 06:40 WIB

Kenaikan Bunga Deposito Berpotensi Berlanjut

Bunga deposito berpotensi tetap tinggi hingga akhir 2026 di tengah persaingan likuiditas perbankan yang ketat.

MI Masuk DPLK, Edukasi Jadi Kunci Gaet Peserta
| Senin, 28 September 2026 | 06:35 WIB

MI Masuk DPLK, Edukasi Jadi Kunci Gaet Peserta

Dua manajer investasi kini masuk bisnis DPLK. Edukasi dan digitalisasi menjadi kunci untuk menggaet peserta.

Bitcoin dan Ethereum Terangkat Inflow ETF Spot
| Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Bitcoin dan Ethereum Terangkat Inflow ETF Spot

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Minggu (27/9), Bitcoin (BTC) memperlihatkan penguatan 5,06% dalam sepekan terakhir ke level US$ 84.385.

Geliat Transaksi QRIS Cross Border
| Senin, 28 September 2026 | 06:05 WIB

Geliat Transaksi QRIS Cross Border

Transaksi QRIS Cross Border terus tumbuh seiring perluasan konektivitas pembayaran Indonesia dengan negara mitra.

Peta Industri Susu Berubah Saat Dua Legenda Jadi Satu Bendera
| Senin, 28 September 2026 | 06:05 WIB

Peta Industri Susu Berubah Saat Dua Legenda Jadi Satu Bendera

Penggabungan Ultrajaya dan Frisian Flag belum menjadi solusi pada pasokan susu Indonesia yang masih bergantung impor. 

Tekanan Margin bagi Emiten Konsumer di Sisa Tahun 2026
| Senin, 28 September 2026 | 06:00 WIB

Tekanan Margin bagi Emiten Konsumer di Sisa Tahun 2026

Harga bahan baku yang meningkat berpotensi menekan margin emiten consumer staples di kuartal III-2026

Fintech Incar Peminjam Berusia Matang
| Senin, 28 September 2026 | 05:55 WIB

Fintech Incar Peminjam Berusia Matang

OJK mencatat kredit bermasalah industri fintech lending didominasi kelompok usia 19-34 tahun, dengan porsi 48,22%.

Raih Restu RUPSLB, IRSX Siap Menggelar Rights Issue
| Senin, 28 September 2026 | 05:43 WIB

Raih Restu RUPSLB, IRSX Siap Menggelar Rights Issue

Pemegang saham PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menyetujui pelaksanaan rights issue maksimal 12,39 miliar saham baru.

Fokus ke Bisnis Produktif, ASII Selektif Kucurkan Belanja Modal
| Senin, 28 September 2026 | 05:39 WIB

Fokus ke Bisnis Produktif, ASII Selektif Kucurkan Belanja Modal

Astra akan lebih selektif Mengalokasikan sisa anggaran belanja modal 2026, dengan fokus pada pengeluaran untuk menopang pertumbuhan bisnis.

Peluang Investor Lari dari Saham Mati Suri
| Senin, 28 September 2026 | 05:29 WIB

Peluang Investor Lari dari Saham Mati Suri

BEI resmi memberlakukan efektif batas bawah harga saham Rp 1 dari sebelumnya Rp 50 mulai Senin ini (28/9).

INDEKS BERITA

Terpopuler