Free Float dan Salah Ukur Kualitas Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada 2022 silam, saya mulai akrab dengan tukang jahit keliling yang kerap mangkal di depan rumah, Mas Maud namanya. Waktu itu, berat badan saya hampir menyentuh 100 kilogram. Kancing baju dan pengait celana rasanya ingin memberontak lepas. Mas Maud pun mendapat proyek membesarkan baju dan celana saya agar kembali nyaman dipakai. Ukuran yang pas memang membuat penampilan lebih baik. Namun, baju dan celana yang nyaman dipakai tidak otomatis membuat tubuh saya yang kegemukan menjadi lebih sehat.
Perdebatan free float di pasar modal menghadapi godaan yang sama. Ketentuan ambang kepemilikan publik dapat membuat bursa tampak lebih tertib, seolah-olah pasar menjadi lebih sehat karena emiten berhasil menyesuaikan diri dengan ukuran yang ditetapkan. Niatnya baik. Kepemilikan publik diperluas, likuiditas diperhatikan dan pembentukan harga hendak dibuat lebih wajar.
