FTX Menyeret Kripto

Kamis, 17 November 2022 | 08:00 WIB
FTX Menyeret Kripto
[]
Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebangkrutan bursa kripto FTX pekan lalu menimbulkan kecemasan bagi seluruh pasar kripto global. Total kapitalisasi pasar atawa market capitalization (market cap) kripto hangus sekitar US$ 200 miliar dalam hitungan hari. 

Data Coinmarketcap menunjukkan, kapitalisasi pasar kripto total hanya sekitar US$ 800 miliar. Padahal akhir Oktober lalu market cap kripto masih mencapai US$ 1 triliun dan jauh dari posisi puncak US$ 2,83 triliun pada 8 November 2021.

FTX mengajukan kebangkrutan pada 11 November. Jutaan investor menghadapi kerugian miliaran dolar AS akibat kasus salah satu bursa kripto terbesar.

Dokumen pernyataan kebangkrutan menyebutkan bahwa Sam Bankman-Fried, pendiri FTX, menggunakan US$ 10 miliar dana nasabah untuk menyokong bisnis trading. Dari total dana itu, setidaknya US$ 1 miliar hilang.

Menurut dokumen presentasi kepada investor, sebagian aset tersebut tampak di neraca FTX dan perusahaan trading Bankman-Fried, Alameda Research. Padahal, FTX mengklaim bahwa operasional Alameda terpisah.

Salah satu orang dekat Bankman-Fried mengubah software akuntansi yang memungkinkan pendiri FTX ini menyembunyikan transfer dana nasabah dari FTX ke Alameda. Sehingga setelah transfer, dana yang terlihat di FTX tetap utuh US$ 10 miliar, bahkan ada tambahan US$ 1,5 miliar. 

FTX pun membayar royalti software sekitar US$ 400 juta ke Alameda dalam beberapa tahun. Alameda menggunakan dana ini untuk membeli FTT yang merupakan token keluaran FTX. Aksi beli ini menjadi salah satu penyokong harga FTT. 

Di kuartal kedua lalu, FTX melaporkan kerugian US$ 161 juta. Sementara Bankman-Fried menghabiskan dana US$ 2 miliar untuk akuisisi.

Ada tiga lembaga yang tengah menyelidiki FTX, yakni Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), otoritas bursa efek Amerika SEC, dan otoritas bursa berjangka Amerika CFTC. Penyelidikan FTX menjadi sorotan karena bursa kripto ini mencatat 10% dari transaksi kripto global menurut data September.

Kejatuhan FTX kembali memicu seruan atas regulasi pasar kripto yang masih sangat tertinggal. Memang penipuan dan penggelapan dana bisa terjadi di instrumen apa saja.

Tetapi, status kripto masih menjadi instrumen cenderung baru menggandakan risiko hilangnya dana investor.

Bagikan

Berita Terbaru

Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi Bergejolak
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:34 WIB

Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi Bergejolak

Yield SBN 10 tahun kini 6,7%, naik dari 6,2% akhir tahun lalu. Apa pemicu lonjakan ini dan dampaknya pada investasi Anda?

Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan Ramadan
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:18 WIB

Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan Ramadan

Secara umum, permintaan AMDK pada periode Ramadan tahun ini diproyeksikan meningkat sekitar 15%-20%,

Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta Ton
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:51 WIB

Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta Ton

Dari sisi kapasitas pabrik gula, proyeksi ini masih sangat memungkinkan untuk mencapai target ini tapi ada faktor lain yang mempengaruhinya.

Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak Turis
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB

Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak Turis

Pada pilar inbound, PANR memperkuat posisi sebagai regional player dengan beroperasi di sejumlah negara, tak hanya di Indonesia,

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik
| Jumat, 13 Maret 2026 | 08:55 WIB

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik

Saham BRMS sudah tergolong premium, namun tetap di harga wajar jika memperhitungkan ekspektasi kenaikan produksi dari pabrik barunya di Palu.

Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:09 WIB

Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?

Pendapatan EMAS anjlok 92% di 2025, rugi bersih melonjak 116%. Namun, Tambang Pani beroperasi 2026. Analis melihat potensi membaiknya kinerja

Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih Manis
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:07 WIB

Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih Manis

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengantongi kinerja positif sepanjang tahun 2025

Risiko Outflow Asing Mengintai, Saham Blue Chip Ini Bisa Dicermati
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:05 WIB

Risiko Outflow Asing Mengintai, Saham Blue Chip Ini Bisa Dicermati

Saat asing jual besar-besaran, saham BMRI, UNTR, TLKM malah diakumulasi. Apa rahasia di balik strategi investor institusi global ini?

Sebanyak 27 Pemda  Ajukan Pinjaman ke PT SMI
| Jumat, 13 Maret 2026 | 06:11 WIB

Sebanyak 27 Pemda Ajukan Pinjaman ke PT SMI

Ada sekitar 26 hingga 27 pemda yang telah mengajukan pinjaman pembiayaan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)

Menakar Opsi Pelebaran Defisit Anggaran
| Jumat, 13 Maret 2026 | 05:58 WIB

Menakar Opsi Pelebaran Defisit Anggaran

Kebijakan apapun yang bakal ditempuh pemerintah dinilai akan tetap menekan perekonomian             

INDEKS BERITA

Terpopuler