Gaet Restu RUPSLB, Dewata Freightinternational Targetkan Rights Issue Semester II

Sabtu, 15 Juni 2019 | 07:05 WIB
Gaet Restu RUPSLB, Dewata Freightinternational Targetkan Rights Issue Semester II
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue berjalan lancar.

Perusahaan ini telah mengantongi izin dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (14/6).

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Dewata Nur Hasanah mengatakan, Dewata berharap rights issue ini bisa dilakukan pada semester dua tahun ini.

"Jangka waktunya sebenarnya 12 bulan setelah RUPSLB, tapi kami berharap semester dua tahun ini sudah bisa dilakukan," kata dia, Jumat (14/6).

Menurut Nur, Dewata telah memasukkan surat pernyataan permohonan pendaftaran rights issue ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan yang baru listing 9 November 2018 ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 280 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dari aksi korporasi ini, DEAL berharap dapat memperoleh dana segar sebesar Rp 107,8 miliar. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk menambah modal ke anak usahanya, yakni sebesar Rp 97 miliar. Sementara sisanya Rp 10,86 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Atlas Dayana Kapital (ADK).

Dana hasil rights issue akan digunakan anak usaha Atlas Dayana yakni PT Baruna Berkah Adhiguna (BBA), yang bergerak di bidang pelayaran dan jasa pertambangan, serta PT Samudera Berkah Adighuna (SBA) yang bergerak perusahaan bidang jasa transportasi. Lewat BBA, Dewata berencana membeli kapal tongkang demi mengembangkan bisnis.

Usai rights issue, DEAL menargetkan pendapatan naik 47% secara tahunan menjadi Rp 347 miliar di 2019. Karena itu, DEAL akan meningkatkan bisnis pertambangan.

“Dari situ, kami berharap ada recurring income karena kontraknya jangka panjang,” kata Nur. Nilai kontrak ini mencapai Rp 70 miliar untuk beberapa tahun ke depan.

Hingga Mei 2019, DEAL menggunakan belanja modal atau capital expenditure (capex) 25% untuk membeli 16 dump truck. Perusahaan ini menganggarkan capex Rp 100 miliar di tahun ini. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk membeli kapal.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau
| Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau

Beroperasinya PLTS Tobelo ini akan memperkuat portofolio EBT PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) dan menciptakan recurring income.

Ilusi Pertumbuhan, Growth Tanpa Value
| Senin, 20 April 2026 | 09:54 WIB

Ilusi Pertumbuhan, Growth Tanpa Value

Paradoks China paling tajam  Negara berkembang, mentransformasi diri.  Tapi transformasi ekonomi saja tidak cukup memenangkan kepercayaan pasar.

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi
| Senin, 20 April 2026 | 09:31 WIB

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bertransformasi agar hasilnya berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026
| Senin, 20 April 2026 | 08:37 WIB

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026

Hingga kuartal I-2026, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp 173,1 miliar, meningkat sekitar 36% secara tahunan dibandingkan tahun lalu.

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G
| Senin, 20 April 2026 | 08:27 WIB

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G

Saat ini industri masih fokus pada penyelesaian integrasi jaringan dan penggelaran jaringan dalam upaya peralihan jaringan ke 5G.

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?
| Senin, 20 April 2026 | 08:22 WIB

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?

Pelemahan Dolar AS membuka potensi penguatan mata uang safe haven. Cari tahu mana yang paling menarik dan strategi terbaik untuk investor.

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya

Kinerja emiten batubara kuartal II 2026 bisa membaik ditopang harga tinggi. Cari tahu tantangan global dan domestik yang membatasi pertumbuhan

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?
| Senin, 20 April 2026 | 07:59 WIB

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?

Divestasi Kestrel Coal Group Pty. Ltd., diproyeksi bakal menyuntikkan dana segar dalam jumlah signifikan.

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax
| Senin, 20 April 2026 | 07:25 WIB

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax

Evaluasi tersebut tercantum dalam naskah urgensi perubahan PMK Nomor 130/PMK.010/2020 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 20 April 2026 | 07:17 WIB

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sepanjang pekan lalu, total jenderal investor asing mencatatkan aksi jual alias net sell sekitar Rp 2,31 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler