Garuda Metalindo (BOLT) Memacu Segmen Kendaraan Listrik

Selasa, 28 April 2026 | 07:40 WIB
Garuda Metalindo (BOLT) Memacu Segmen Kendaraan Listrik
[]
Reporter: Zendy Pradana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen komponen otomotif PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menyiapkan sejumlah strategi bisnis di sepanjang tahun ini agar bisa mencatatkan pertumbuhan secara maksimal.

Direktur PT Garuda Metalindo Tbk Anthony Wijaya mengatakan bahwa ada sejumlah strategi yang bakal dijalani oleh perusahaan. Strategi yang disiapkan meliputi strategi organik dan inorganik.

Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Membidik Laba Bersih Tumbuh 15%

Salah satu strateginya, BOLT ingin memperluas kehadiran produk komponen otomotif di dalam negeri. Anthony menjelaskan bahwa produk komponen otomotif di Indonesia merupakan salah satu basis ekspor yang terus bertumbuh, meskipun tren penjualan kendaraan sempat mengalami penurunan.

"Bisa dilihat datanya kalau dari tahun-tahun lalu sebetulnya, industri penjualan kendaraan menurun cukup dalam, padahal secara produksi sebetulnya ada yang meningkat, beberapa merek kendaraan ada yang bertumbuh, beberapa merek ada penurunan, namun secara keseluruhan cukup stabil," ujar Anthony, Senin (27/4).

Menurut dia, perluasan pasar dalam negeri ini dilakukan dengan tetap mengedepankan kebijakan kandungan lokal. Anthony bilang, BOLT akan fokus melayani pasar utama di sektor otomotif dan meraih peluang signifikan dengan penerapan pemerintah terhadap penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Strategi berikutnya adalah memperluas pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Kemudian Garuda Metalindo juga akan memperluas pasar ekspor. "Kami akan diversifikasi ke segmen industri seperti infrastruktur, alat berat, juga ke depannya akan mengeksplorasi industri lainnya," kata dia.

Anthony menyebutkan bahwa BOLT juga mendorong peluang pertumbuhan inorganik. Alhasil, masih ada peluang bagi BOLT untuk melakukan akuisisi maupun pengembangan kerja sama atau joint venture lainnya.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Harga Emas Terangkat Pelemahan Dolar
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Emas Terangkat Pelemahan Dolar

Harga emas didukung penurunan harga energi dan melunaknya kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Penguatan Rupiah Pekan Ini Terangkat Pelemahan Dolar
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Penguatan Rupiah Pekan Ini Terangkat Pelemahan Dolar

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot naik 0,15% secara harian menjadi Rp 17.897 per dolar Amerika Serikat (AS).

Merdeka dari Belenggu Keserakahan
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Merdeka dari Belenggu Keserakahan

Fenomena yang terjadi yang bisa disebut sebagai serakahnomics harus dihapuskan demi menjamin pemenuhan hak semua warga.​

OJK Sebagai Fasilitator
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:00 WIB

OJK Sebagai Fasilitator

Terkesan ada upaya OJK menjaga jarak dari konflik di lapangan dan memilih peran layaknya hakim garis.​

Upaya Penetrasi Pasar Alat Farmasi PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Upaya Penetrasi Pasar Alat Farmasi PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)

Menelisik profil dan strategi bisnis PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) pasca mencatatkan saham perdana pada Juli 2026 

Bank Kecil Buka Peluang Tambah Lini Bisnis
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Bank Kecil Buka Peluang Tambah Lini Bisnis

OJK membuka jalan menuju universal banking, memberi peluang bank kecil memperluas layanan keuangan jika dinilai siap menjalankannya.

Prospek Asuransi Energi di Indonesia Masih Cerah
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Prospek Asuransi Energi di Indonesia Masih Cerah

Asuransi energi diproyeksi terus bertumbuh seiring ekspansi proyek migas dan transisi energi, meski risiko global tetap membayangi

Ekonomi Jakarta Tumbuh Lebih Moderat
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:21 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh Lebih Moderat

Prospek tersebut didukung oleh investasi yang tetap kuat dan meningkatnya optimisme pelaku usaha.           

Total Bangun Persada (TOTL) Memacu Perolehan Kontrak Baru
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 04:25 WIB

Total Bangun Persada (TOTL) Memacu Perolehan Kontrak Baru

Total Bangun Persada membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp 2,78 triliun hingga semester I-2026.

Upaya Ungkit Konsumsi dan Daya Beli
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 04:00 WIB

Upaya Ungkit Konsumsi dan Daya Beli

Peritel berharap kehadiran indoensia Shopping Festival (ISF) 2026 pada 7-23 Agustus 2026 bisa mengungkit daya beli.

INDEKS BERITA

Terpopuler