Giliran Jadi Pahlawan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap kali APBN tertekan, hampir selalu kelas menengah menjadi pihak pertama yang diminta mengencangkan ikat pinggang. Dari kenaikan harga BBM, kenaikan tarif listrik, kenaikan iuran BPJS Kesehatan, hingga berbagai kebijakan lain sejenis. Saat ini pun, suara-suara ke arah itu sudah terdengar.
Krisis kali ini berbeda. Krisis energi yang menghantam Indonesia sejak Maret 2026 bukan ulah siapa pun di dalam negeri. Maka sudah sepatutnya masyarakat bukan pihak pertama yang harus menanggung tagihannya.
Kelas menengah kita sedang tidak baik-baik saja. Lebih dari 1,1 juta orang telah terlempar dari kategori kelas menengah sepanjang 2025 — dan kecenderungan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya. Pertumbuhan konsumsi per kapita kelas menengah hanya 4,1 persen, paling rendah di antara semua kelompok ekonomi, bahkan lebih rendah dari kelompok miskin. Bank Dunia mencatat upah riil Indonesia menurun 1,1 persen per tahun selama periode 2018–2024.
Mereka sudah cukup lama menanggung dalam diam.
Pemerintah telah memilih jalan yang tepat: tidak menaikkan harga BBM per 1 April 2026 sebagai respons atas krisis energi. Sebagai gantinya, WFH setiap Jumat diberlakukan bagi ASN, dengan potensi penghematan hingga Rp 6,2 triliun. SAL sebesar Rp 420 triliun pun telah disiapkan sebagai bantalan darurat.
Namun kebijakan yang baik di atas kertas butuh eksekusi yang jujur di lapangan. Meski beberapa instansi telah memastikan pemantauan ketat, sebagian pihak meragukan efektivitasnya. Wajar — tak kurang cerita tentang bagaimana Inpres Efisiensi yang sudah diterbitkan sejak awal 2025 disiasati dengan berbagai cara, sehingga pemborosan tetap terjadi.
Maka inilah saatnya masyarakat luas menyampaikan permohonan yang tulus. Kepada seluruh ASN dan pejabat di semua instansi dan lembaga negara: tolong jalankan kebijakan efisiensi sebaik-baiknya. WFH Jumat bukan hari libur tambahan. Pemangkasan perjalanan dinas bukan formalitas yang bisa disiasati. Rapat di kantor bukan hukuman — ia adalah bentuk paling sederhana dari keberpihakan kepada rakyat yang pajak-pajaknya membiayai setiap rupiah anggaran negara.
Semoga ASN, para pejabat, dan petinggi negeri benar-benar rela menjadi pahlawan penyelamat APBN kali ini. Dengan begitu, seluruh lapisan rakyat negeri ini masih bisa berharap bulan depan harga BBM tetap tidak naik.
