Giliran Jadi Pahlawan

Selasa, 07 April 2026 | 06:10 WIB
Giliran Jadi Pahlawan
[ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana (KONTAN/Indra Surya)]
Hasbi Maulana | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap kali APBN tertekan, hampir selalu kelas menengah menjadi pihak pertama yang diminta mengencangkan ikat pinggang. Dari kenaikan harga BBM, kenaikan tarif listrik, kenaikan iuran BPJS Kesehatan, hingga berbagai kebijakan lain sejenis. Saat ini pun, suara-suara ke arah itu sudah terdengar.

Krisis kali ini berbeda. Krisis energi yang menghantam Indonesia sejak Maret 2026 bukan ulah siapa pun di dalam negeri. Maka sudah sepatutnya masyarakat bukan pihak pertama yang harus menanggung tagihannya.

Kelas menengah kita sedang tidak baik-baik saja. Lebih dari 1,1 juta orang telah terlempar dari kategori kelas menengah sepanjang 2025 — dan kecenderungan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya. Pertumbuhan konsumsi per kapita kelas menengah hanya 4,1 persen, paling rendah di antara semua kelompok ekonomi, bahkan lebih rendah dari kelompok miskin. Bank Dunia mencatat upah riil Indonesia menurun 1,1 persen per tahun selama periode 2018–2024.

Mereka sudah cukup lama menanggung dalam diam.

Pemerintah telah memilih jalan yang tepat: tidak menaikkan harga BBM per 1 April 2026 sebagai respons atas krisis energi. Sebagai gantinya, WFH setiap Jumat diberlakukan bagi ASN, dengan potensi penghematan hingga Rp 6,2 triliun. SAL sebesar Rp 420 triliun pun telah disiapkan sebagai bantalan darurat.

Namun kebijakan yang baik di atas kertas butuh eksekusi yang jujur di lapangan. Meski beberapa instansi telah memastikan pemantauan ketat, sebagian pihak meragukan efektivitasnya. Wajar — tak kurang cerita tentang bagaimana Inpres Efisiensi yang sudah diterbitkan sejak awal 2025 disiasati dengan berbagai cara, sehingga pemborosan tetap terjadi.

Maka inilah saatnya masyarakat luas menyampaikan permohonan yang tulus. Kepada seluruh ASN dan pejabat di semua instansi dan lembaga negara: tolong jalankan kebijakan efisiensi sebaik-baiknya. WFH Jumat bukan hari libur tambahan. Pemangkasan perjalanan dinas bukan formalitas yang bisa disiasati. Rapat di kantor bukan hukuman — ia adalah bentuk paling sederhana dari keberpihakan kepada rakyat yang pajak-pajaknya membiayai setiap rupiah anggaran negara.

Semoga ASN, para pejabat, dan petinggi negeri benar-benar rela menjadi pahlawan penyelamat APBN kali ini. Dengan begitu, seluruh lapisan rakyat negeri ini masih bisa berharap bulan depan harga BBM tetap tidak naik.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Harga Saham ANTM Kembali Naik Signifikan, Simak Prospek dan Rekomendasinya
| Kamis, 09 April 2026 | 08:55 WIB

Harga Saham ANTM Kembali Naik Signifikan, Simak Prospek dan Rekomendasinya

Di tengah kenaikan harga, investor asing mencatatkan net foreign sell di ANTM sebesar Rp 506,5 miliar sepanjang 1-8 April 2026.

MKNT Ingin Lepas dari Suspensi, Berikut Deretan Syarat dari BEI yang Harus Dipenuhi
| Kamis, 09 April 2026 | 08:50 WIB

MKNT Ingin Lepas dari Suspensi, Berikut Deretan Syarat dari BEI yang Harus Dipenuhi

MKNT telah menyampaikan laporan keuangan hingga tahun buku 2025 dan kini menggadang rencana menggelar backdoor listing.

Harga Plastik Kian Meroket, Menakar Efek Ganda ke Laba Bersih CLEO dan ADES
| Kamis, 09 April 2026 | 08:27 WIB

Harga Plastik Kian Meroket, Menakar Efek Ganda ke Laba Bersih CLEO dan ADES

Kemampuan passing-on cost di bisnis AMDK jauh lebih kerdil ketimbang kategori barang konsumer lainnya.

Kinerja Emiten di Kawasan Industri Bervariasi
| Kamis, 09 April 2026 | 07:59 WIB

Kinerja Emiten di Kawasan Industri Bervariasi

Emiten kawasan industri mencetak kinerja beragam di sepanjang 2025. Hal ini dipengaruhi siklus penjualan lahan dan struktur sumber pendapatan.

Laba Emiten Menara Kompak Melesat, Guyuran Cuan Fiber Optik Sukses Jadi Juru Selamat!
| Kamis, 09 April 2026 | 07:57 WIB

Laba Emiten Menara Kompak Melesat, Guyuran Cuan Fiber Optik Sukses Jadi Juru Selamat!

Kokohnya pertumbuhan laba emiten menara seperti TBIG, TOWR, dan MTEL didorong oleh tiga katalis utama.

Pengendali Menambah Kepemilikan di Saham Summarecon Agung (SMRA)
| Kamis, 09 April 2026 | 07:52 WIB

Pengendali Menambah Kepemilikan di Saham Summarecon Agung (SMRA)

Pengendali PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Semarop Agung menambah kepemilikan saham di emiten properti tersebut.

Kucurkan Dana Rp 437,87 miliar, Indocement (INTP) Sudah Buyback 66,24 juta saham
| Kamis, 09 April 2026 | 07:48 WIB

Kucurkan Dana Rp 437,87 miliar, Indocement (INTP) Sudah Buyback 66,24 juta saham

Sejak 22 Mei 2025 sampai 6 April 2026, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) buyback 66,24 juta saham atau 1,88% dibanding jumlah saham beredar.

Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif, Cek Prediksi Kamis (9/4)
| Kamis, 09 April 2026 | 07:47 WIB

Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif, Cek Prediksi Kamis (9/4)

Rupiah menguat 0,55% kemarin. Pemicu utama gencatan senjata AS-Iran. Cek prediksi nilai tukar Kamis (9/4)

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Kunci Pertumbuhan, Cek Rekomendasi Saham ISAT
| Kamis, 09 April 2026 | 07:44 WIB

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Kunci Pertumbuhan, Cek Rekomendasi Saham ISAT

Meskipun kinerja ISAT positif, tekanan daya beli dan nilai tukar rupiah jadi risiko. Pahami dampaknya sebelum berinvestasi.

Pakan Ternak Menopang Laba Charoen Pokphand (CPIN) Pada 2025
| Kamis, 09 April 2026 | 07:38 WIB

Pakan Ternak Menopang Laba Charoen Pokphand (CPIN) Pada 2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai memberikan kontribusi terhadap peningkatan permintaan broiler, khususnya pada semester II-2025.​

INDEKS BERITA

Terpopuler