Menyelamatkan Marwah MBG
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang sebagai salah satu kebijakan paling ambisius dalam sejarah intervensi gizi di Indonesia. Tidak terbatas pada kelompok miskin semata, program ini menargetkan seluruh anak Indonesia sebagai penerima manfaat, dengan tujuan besar: memastikan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas dan produktif. Dari perspektif gizi, MBG adalah instrumen strategis negara untuk membangun kualitas manusia sejak dini, sebuah fondasi yang menentukan arah pembangunan jangka panjang.
Namun di balik ambisi besar tersebut, pelaksanaan MBG justru memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan. Benang merah dari berbagai temuan menunjukkan tiga persoalan utama: lemahnya kepatuhan terhadap standar pangan, rapuhnya tata kelola dan menurunnya sensitivitas sosial pelaksana program. Ketiganya saling terkait, membentuk lingkaran masalah yang berpotensi merusak marwah program ini.
Baca Juga: Grab Diminta Segera Bangun Pusat Data
