Giro Valas Perbankan Menanjak Terdorong Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Rabu, 09 Januari 2019 | 12:17 WIB
Giro Valas Perbankan Menanjak Terdorong Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
[]
Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana masyarakat yang terhimpun di bank dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hingga November 2018 sebesar Rp 5.405,4 triliun,  atau tumbuh 7% year on year (yoy).

Jika dilihat berdasarkan jenis mata uang, DPK valuta asing (valas) khususnya komponen giro tumbuh tinggi. Giro valas pada November 2018 mencapai Rp 388,0 triliun dengan pertumbuhan 41,7% yoy. Sementara valas tabungan naik tipis 0,6% yoy menjadi Rp 127 triliun dan deposito valas tumbuh 5,3% yoy menjadi Rp 309,3 triliun.

Total DPK valas pada November 2018 mencapai Rp 824,2 triliun atau tumbuh 18,8% yoy.  Sedangkan DPK rupiah per November 2018 hanya tumbuh sebesar 5,2% yoy menjadi Rp 4.581,2 triliun.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual mengatakan, pertumbuhan simpanan dalam valas wajar mengingat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akhir tahun lalu.

Adapun peningkatan penempatan di giro sejalan dengan pertumbuhan ekonomi negeri ini. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin besar simpanan giro. Sebab biasanya, pengusaha menempatkan dana jangka pendek untuk dana operasional perusahaan.

Direktur Treasury & International Banking PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Rico Rizal Budidarmo mengatakan, di 2018 DPK valas BNI meningkat ditopang pertumbuhan giro 17% secara year to date (ytd) hingga November 2018. Peningkatan itu ditopang oleh nasabah eksportir dan juga sebagai instrumen lindung nilai dalam mengelola kebutuhan valas dalam bisnis.

Per November 2018 BNI berhasil memupuk DPK senilai Rp 522,06 triliun. Sebanyak Rp 164,18 triliun merupakan kontribusi giro, yang tumbuh 28,37% yoy.

Direktur Consumer Banking Bank Tabungan Negara (BTN)  Budi Satria mengatakan, selain nilai kurs, sejak Juni 2018 BTN merilis Tabungan BTN Felas khusus bermata uang USD dan SGD. BTN pun optimistis tahun depan DPK valas tumbuh 15%.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan
| Senin, 02 November 2026 | 08:19 WIB

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan

Peluang penguatan harga perak tetap terbuka apabila kebijakan moneter AS menjadi lebih akomodatif dan permintaan industri kembali meningkat.

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik
| Senin, 02 November 2026 | 07:51 WIB

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik

Rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia juga berpotensi memperkuat posisi bisnis PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG
| Senin, 02 November 2026 | 07:09 WIB

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG

Peristiwa ini membuktikan OJK independen dan menjatuhkan sanksi tanpa pandang bulu, sekalipun sekuritas tersebut dimiliki  tokoh penting,

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027

Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan pengetatan kontrol kuota produksi di RKAB 2027, khususnya untuk komoditas bijih nikel dan batubara

Tak Sekedar Memantau Kendaraan
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Tak Sekedar Memantau Kendaraan

Fleet management system (FMS) membantu berbagai industri mendongkrak efisiensi, menekan biaya, meningkatkan keselamatan.

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun
| Senin, 02 November 2026 | 07:05 WIB

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun

Permintaan rental kendaraan secara umum masih cukup baik. Secara musiman, permintaan biasanya meningkat memasuki periode akhir tahun.

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan
| Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan

Pergerakan IHSG akan dibayangi implementasi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) perkembangan isu MSCI, dan sejumlah data ekonomi.

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana
| Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana

Upaya penindakan atas kecurangan dalam penawaran saham perdana bakal terus berlanjut dalam waktu dekat

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi
| Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi

Kinerja emiten Mind Id ditopang oleh kenaikan harga komoditas, peningkatan volume produksi dan penjualan, serta efisiensi operasional.

Awal Pekan, HSC Mulai Didepak dari Perhitungan IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 02 November 2026 | 06:44 WIB

Awal Pekan, HSC Mulai Didepak dari Perhitungan IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kebijakan baru BEI mulai 2 November, saham-saham high shareholding concentration (HSC) dikecualikan dari perhitungan IHSG.

INDEKS BERITA

Terpopuler