GPSO dan OILS Duet ARA Saat Pencatatan Saham Perdana

Selasa, 07 September 2021 | 08:24 WIB
GPSO dan OILS Duet ARA Saat Pencatatan Saham Perdana
[ILUSTRASI. Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, JakartaFOTO/Aprillio Akbar/aww.]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua penghuni baru, Senin (6/9). Dua emiten yang baru menggelar initial public offering (IPO) ini yaitu PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS).

Keduanya mendapat sambutan baik saat perdagangan perdana dan menyentuh batas auto reject atas (ARA).

GPSO melesat 34,44% menjadi Rp 242 per saham dari harga IPO Rp 180 per saham. Menurut ketentuan bursa, saham dengan rentang harga acuan Rp 50 hingga Rp 200 per saham dapat bergerak naik maksimal 35%.

GPSO melepas 166,66 juta saham baru dan merogoh dana segar hingga Rp 30 miliar melalui gelaran IPO ini.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk Karnadi Margaka mengungkapkan, dana yang diperoleh selanjutnya akan digunakan untuk mendanai belanja modal. GPSO  antara lain akan membeli aset berupa ruko dan peralatan berupa Lidar Optech untuk meningkatkan kapasitas operasional perusahaan ini. 

Sebagai penjamin emisi, Direktur Utama PT Surya Fajar Sekuritas Steffen Fang mengungkapkan, tingginya animo investor terlihat dari total pesanan yang oversubscibed 20,3 kali dari total target penawaran.

"Tingginya animo masyarakat terhadap penawaran umum perseroan diperkirakan karena potensi pertumbuhan usaha yang tinggi di masa mendatang, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak pada sektor yang terkait dengan teknologi," jelas dia, kemarin.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk Karnadi Margaka juga menyatakan keyakinannya terhadap prospek usaha industri Geospatial di tahun-tahun mendatang. Optimisme ini seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun ekonomi nasional.

Sementara saham OILS saat pencatatan saham perdana  kemarin melejit 24,44% menjadi Rp 336 per saham dari harga IPO Rp 270 per saham. Adapun saham dengan rentang harga acuan Rp 200-Rp 5.000 per saham dapat bergerak naik maksimal 25%.

 OILS menawarkan 150 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 33,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Indo Oil Perkasa mampu mengantongi dana segar hingga Rp 40,5 miliar dari hajatan IPO.

Sekadar informasi, OILS merupakan perusahaan pengolah kopra pertama yang tercatat di BEI. Emiten yang berbasis di Mojokerto, Jawa Timur, ini memasarkan produk  ke Sri Lanka, Malaysia, China, dan mengincar negara Asia Tenggara lainnya.

"Dengan pertumbuhan lebih dari 300% dalam lima tahun dan adanya pembukaan pasar-pasar baru, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan lama dan baru perseroan," ujar Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk Johan Widakdo Liem, Senin (6/8).

Saat ini, kapasitas produksi OILS mencapai 100 ton minyak kopra  (CNO) per hari atau setara dengan 150 ton kopra per hari. Rencananya kapasitas produksi akan segera ditingkatkan menjadi 300 ton per hari.  OILS juga berencana membuka pasar baru di Thailand, Turki, Timur Tengah, dan Eropa, lantaran harga jual lebih tinggi ketimbang di dalam negeri.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak
| Senin, 27 April 2026 | 14:48 WIB

Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak

Pemerintah resmi mengubah pendekatan dalam pengelolaan piutang negara melalui terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026

Pajak Si Super Kaya Bisa Tambal Defisit APBN
| Senin, 27 April 2026 | 14:25 WIB

Pajak Si Super Kaya Bisa Tambal Defisit APBN

Berdasarkan laporan Celios, nilai kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia melampai APBN              

Efek Perang Permintaan PLTS Melonjak, Ekspor Panel Surya Cina Capai Rekor Tertinggi
| Senin, 27 April 2026 | 10:00 WIB

Efek Perang Permintaan PLTS Melonjak, Ekspor Panel Surya Cina Capai Rekor Tertinggi

Skala program ini membuka peluang industri nyata, yakni manufaktur panel surya domestik, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi hijau.

Sideways Sepanjang April 2026, Ke Mana Arah Harga Emas?
| Senin, 27 April 2026 | 09:00 WIB

Sideways Sepanjang April 2026, Ke Mana Arah Harga Emas?

Pembukaan Selat Hormuz jadi kunci penting, jika harga minyak stabil di bawah US$ 80 per barel, maka harga emas bisa terangkat lagi.

Badai Krismon Tahun 1998 Pasti Kembali?
| Senin, 27 April 2026 | 08:42 WIB

Badai Krismon Tahun 1998 Pasti Kembali?

Badai krisis bisa kembali! Pelajaran dari 1998 sangat penting. Pemerintah harus bertindak cepat. Cari tahu langkah krusialnya.

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
| Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Implementasi program MBG masih menopang kinerja JPFA, program ini menambah konsumsi ayam nasional secara signifikan di 2026.

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
| Senin, 27 April 2026 | 07:41 WIB

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May

Bursa saham Indonesia tertatih-tatih berjalan. Apakah fenomena Sell in May berpeluang memperparah IHSG?

Prospek  Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB

Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Badai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu

​Kredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.

INDEKS BERITA

Terpopuler