Grup Astra Menambah Panjang Portofolio Bisnis Jalan Tol

Jumat, 27 November 2020 | 07:15 WIB
Grup Astra Menambah Panjang Portofolio Bisnis Jalan Tol
[ILUSTRASI. Suasana Simpang Susun Bandar di Tol Kertosono-Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (18/6/2017).]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bukan hanya operator plat merah, kini korporasi swasta getol menambah portofolio jalan tol lewat proyek baru maupun akuisisi.

Selama ini proyek jalan tol didominasi operator BUMN. Lantaran kebutuhan dan permintaan infrastruktur cukup besar, maka kalangan swasta bisa mendukung pemerintah.

Bahkan di tengah tantangan yang masih dihadapi akibat pandemi corona (Covid-19), Astra Infra berhasil menyelesaikan proses akuisisi 51% saham milik PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) dan 49% saham milik PT Jaya Sarana Pratama (JSP) yang berada di PT Jakarta Marga Jaya (JMJ).

Dengan penandatanganan dokumen pengalihan saham tersebut, maka secara tidak langsung, Astra Infra memiliki 35% saham PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol JORR I W2N atau ruas jalan tol Kebon Jeruk - Ulujami.

Grup CEO Astra Infra Djap Tet Fa mengatakan, berinvestasi di Jalur Outer Ring Road I W2N adalah salah satu langkah strategis perusahaan ini untuk mendiversifikasikan portofolio bisnis jalan tol, terutama di area perkotaan. Akuisisi ini juga diklaim sebagai wujud dukungan Astra Infra untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai gambaran, sebelum akuisisi ruas jalan tol JORR I W2N, Grup Astra telah mengelola enam ruas jalan tol. Alhasil, kini, Astra Infra memiliki tujuh ruas jalan tol dan semua sudah beroperasi. Adapun total kilometer jalan tol Astra Infra, naik dari sekitar 350 km menjadi 357,57 km.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono menyebutkan, ketertarikan investor di bisnis jalan tol masih tinggi walaupun di tengah pandemi. "Saya kira, corporate action Astra Infra dengan menambah portofolio jalan tol membuktikan sektor infrastruktur jalan tol masih menjadi alternatif target investasi yang menarik ke depan," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (26/11).

Bagi Grup Astra, bisnis jalan tol bukan hal baru. Astra menggeluti bisnis jalan bebas hambatan lewat Astra Infra. Anak usaha Grup Astra lainnya, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) mulai melirik bisnis jalan tol dengan mengajukan inisiatif membangun dua ruas jalan bebas hambatan, yakni ruas Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,1 km dan ruas Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km. Dua proyek tol ini akan menelan investasi masing-masing Rp 8,95 triliun dan 15,37 triliun.

Adapun pemilik konsesi ruas tol terpanjang di Indonesia masih dipegang PT Jasa Marga Tbk (JSMR), yang mencapai 55% dari total panjang jalan tol beroperasi 2.118,18 km. Kemudian PT Hutama Karya 18%.

Konglomerasi yang juga menggarap jalan tol adalah Grup Salim, melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Grup Salim melihat bisnis jalan tol memiliki prospek bagus lantaran proyek infrastruktur merupakan akses konektivitas ke berbagai daerah. Nusantara Infrastructure telah menyelesaikan pembangunan jalan tol layang A.P. Pettarani Makassar (Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3) sepanjang 4,3 km.

Fintech Siap Bergabung di Gerbang Tol Nirsentuh

BADAN Pengatur Jalan Tol terus mengembangkan sistem transaksi di gerbang jalan tol, termasuk melalui teknologi multi lane free flow (MLFF). Ini merupakan transaksi pembayaran jalan tol dengan teknologi nirsentuh yang memungkinkan kendaraan tidak perlu berhenti ketika membayar tarif di gerbang tol.

Rencananya, implementasi MLFF akan berkolaborasi dengan sistem pembayaran dalam negeri seperti LinkAja, GoPay, dan OVO.

Edward K. Suwignyo, Chief Marketing Officer PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau dikenal LinkAja menyebutkan, pihaknya akan mengikuti ketentuan Jasa Marga selaku operator terbesar jalan tol dan pemegang saham LinkAja. "Terkait MLFF, saya belum bisa bicara banyak. Jasa Marga sebagai operator tol terbesar adalah pemegang saham LinkAja dan kami akan bersama Jasa Marga untuk pengembangan layanan dan persiapannya," kata dia kepada KONTAN, Rabu (25/11).

Managing Director Gopay Budi Gandasoebrata juga menyambut baik rencana pemerintah yang melibatkan fintech lokal. "Gopay selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, lembaga keuangan. Contohnya, tahun ini Gopay dapat digunakan sebagai metode pembayaran di MRT Jakarta," ungkap dia kepada KONTAN, kemarin.

Head of Corporate Communications OVO, Harumi Sumpit bilang, OVO sangat mendukung rencana tersebut. "Ini juga sejalan dengan target OVO menjadi aset strategis nasional, yang tentunya akan senantiasa membantu dan mendorong seluruh inisiatif pemerintah, terutama dari segi layanan finansial maupun pembayaran," jelas dia.

Bagikan

Berita Terbaru

Buyung Poetra Sembada (HOKI) Tancap Gas Garap Produk FMCG
| Kamis, 25 Juni 2026 | 04:01 WIB

Buyung Poetra Sembada (HOKI) Tancap Gas Garap Produk FMCG

HOKI terus memperluas kanal digital dan jaringan distribusi baru, terutama melalui perdagangan modern.

MSCI Soroti Transparansi Pasar Indonesia, Risiko Turun ke Frontier Market Tetap Ada
| Rabu, 24 Juni 2026 | 13:26 WIB

MSCI Soroti Transparansi Pasar Indonesia, Risiko Turun ke Frontier Market Tetap Ada

MSCI menyoroti kualitas aksesibilitas pasar modal Indonesia dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 23 Juni 2026. 

Stock Split RAJA Disetujui, Paling Minimal bisa Jadi Sentimen Positif Jangka Pendek
| Rabu, 24 Juni 2026 | 09:31 WIB

Stock Split RAJA Disetujui, Paling Minimal bisa Jadi Sentimen Positif Jangka Pendek

Pergerakan harga saham RAJA setelah stock split sangat bergantung pada kondisi fundamental dan momentum pasar secara keseluruhan.

Kondisi Ekonomi dan Bisnis Tak Pasti, GTRA Mengincar Pendapatan Rp 1 Triliun di 2026
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:14 WIB

Kondisi Ekonomi dan Bisnis Tak Pasti, GTRA Mengincar Pendapatan Rp 1 Triliun di 2026

GTRA siap capai pendapatan Rp 1 triliun 2026. Fokus pada FMCG, e-commerce, dan peningkatan layanan jadi alasan Anda harus tahu.

Indonesia Tetap di Emerging Market, MSCI Beri Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:06 WIB

Indonesia Tetap di Emerging Market, MSCI Beri Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kemarin investor asing mencatatkan aksi jual bersih alias net sell Rp 311,55 miliar. Empat hari terakhir net sell menyentuh Rp 4,73 triliun.

King Tyre Indonesia (TYRE) Kejar Target Penjualan Tumbuh 5%
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:02 WIB

King Tyre Indonesia (TYRE) Kejar Target Penjualan Tumbuh 5%

Pada tahun ini, TYRE juga berupaya mengoptimalkan penjualan ban untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

GGRM Bakal Bagi Dividen Rp 800 Per Saham, Blackrock Hingga WisdomTree Akumulasi
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:00 WIB

GGRM Bakal Bagi Dividen Rp 800 Per Saham, Blackrock Hingga WisdomTree Akumulasi

RUPST menyetujui penggunaan Rp 1,54 triliun atau setara Rp 800 per saham dari keuntungan tahun buku 2025 sebagai dividen tunai.

Kawasan GBK Bakal Menjadi Pusat Sport Tourism
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:29 WIB

Kawasan GBK Bakal Menjadi Pusat Sport Tourism

Danantara juga berpeluang merobohkan Hotel Sultan yang selama ini dikelola oleh pihaaaak PT Indobuildco.

Optimalisasi Dana Haji Kian Mendesak
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:24 WIB

Optimalisasi Dana Haji Kian Mendesak

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendorong BPKH agar semakin independen dan mandiri dalam mengelola dana haji

Daya Beli Masyarakat Loyo, Jakarta dan Jawa Masih Jadi Penopang Penjualan ACES
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:22 WIB

Daya Beli Masyarakat Loyo, Jakarta dan Jawa Masih Jadi Penopang Penjualan ACES

SSSG ACES tumbuh 2,1% hingga Mei 2026. Wilayah Jakarta dan Jawa jadi penopang utama, sedangkan luar Jawa masih tertekan. 

INDEKS BERITA