Hadapi Momen Mudik, Pelni Cabang Makassar Estimasi Kenaikan Penumpang Hingga 11% YoY
KONTAN.CO.ID - MAKASSAR. Menghadapi momen musim mudik, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Cabang Makassar memastikan kesiapan layanan Angkutan Lebaran 2026. Perseroan bakal mengoperasikan sebanyak 14 kapal yang singgah dan melayani penumpang di Pelabuhan Makassar.
Kepala Cabang PELNI Makassar Darman, juga memproyeksikan bahwa akan ada kenaikan jumlah penumpang sebesar 8%-11% pada momen Lebaran mendatang. Adapun secara nasional, jumlah penumpang diproyeksikan meningkat sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk kapal penumpang, estimasi jumlah penumpang sekitar 5.800 orang, sedangkan kapal perintis diperkirakan melayani hingga 460.000 penumpang. Melihat hal tersebut, Pelni telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran arus mudik.
“Dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026, kami telah berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, khususnya KSOP sebagai regulator dan Pelindo sebagai penyedia jasa terminal penumpang, guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung di area pelabuhan,” ujar Darman saat ditemui oleh awak media di Makassar, Rabu (25/2).
Baca Juga: Sistem Komunikasi Kapal PELNI Berbasis Satelit Diperkuat
Lebih jauh, Pelni juga menambah 88 ruas pelayaran baru. Secara keseluruhan, kini terdapat 483 ruas yang mencakup 75 pelabuhan dan tersebar di seluruh Indonesia, dari wilayah barat, tengah, hingga timur, termasuk Makassar, Ambon, dan sejumlah wilayah di Kalimantan. Penambahan ruas ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang periode mudik.
Dalam operasionalnya, Pelni mengerahkan 17 kapal reguler, dua kapal tambahan, serta dua kapal yang difokuskan untuk meningkatkan frekuensi pelayaran.
Total kapal penumpang yang dioperasikan mencapai 25 unit, dengan 20 kapal melayani rute reguler dari barat hingga timur Indonesia, serta 30 kapal perintis yang menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Beberapa kapal seperti KM Dorolonda dan KM Nggapulu juga ditambah frekuensi pelayarannya untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Pelni juga menyebutkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau pada 18 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung hingga H+11 atau 5 April 2026.
Khusus di Makassar, tahun ini terdapat 14 kapal penumpang yang menyinggahi pelabuhan tersebut, sedikit berkurang dari 15 kapal pada tahun lalu karena satu kapal sedang menjalani proses docking yang diperkirakan selesai pada April.
Makassar sendiri menjadi salah satu pelabuhan terpadat dalam operasional kapal Pelni karena berfungsi sebagai pelabuhan keberangkatan, kedatangan, sekaligus transit.
Baca Juga: Volatilitas BUMN Karya Menggeliat, Saatnya Trading Cepat?
"Banyak penumpangnya merupakan pedagang perantau. Pada awal Ramadan, mereka biasanya melakukan perjalanan ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta untuk membeli barang dagangan. Setelah itu, mereka kembali ke wilayah timur untuk mendistribusikan barang tersebut," jelas Darman ditemui di Kantor Pelni Cabang Makassar.
Pola mobilitas inilah yang turut mendorong peningkatan okupansi penumpang di Makassar.
Selain penambahan rute dan kapal, Pelni juga meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan melakukan pembenahan interior kapal, terutama fasilitas kamar mandi, agar tetap nyaman meski dalam kondisi padat penumpang. Layanan konsumsi juga menjadi perhatian, dengan penerapan standar sertifikasi mutu dan higienitas.
Di samping itu, tersedia tenant atau area santai di atas kapal agar perjalanan tidak terasa membosankan, melainkan menjadi pengalaman pelayaran yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi para penumpang.
Selain memastikan kesiapan operasional, PELNI Cabang Makassar juga mendukung program stimulus ekonomi diskon transportasi tiket sebesar 30% dari tarif dasar untuk seluruh rute kapal penumpang PELNI kelas ekonomi.
“Program diskon transportasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses transportasi laut yang lebih terjangkau selama periode mudik Lebaran,” tambahnya.
PELNI Cabang Makassar juga memastikan kesiapan layanan penjualan tiket baik secara daring melalui platform digital maupun melalui loket resmi di Kantor Cabang PELNI Makassar, guna memudahkan masyarakat dalam memperoleh tiket perjalanan.
Berdasarkan data penjualan tiket arus mudik periode 6 sampai dengan 20 Maret 2026, tercatat sebanyak 7.393 tiket telah terjual di Makassar, dengan puncak arus mudik pada H-7 Lebaran. Adapun empat tujuan favorit penumpang dari Makassar adalah menuju Surabaya, Bau-Bau, Ambon, dan Bima.
Berdasarkan data proyeksi penumpang PELNI pada periode Angkutan Lebaran 2026, Makassar menjadi salah satu pelabuhan terpadat keberangkatan dengan proyeksi penumpang mencapai 49.232 orang.
Selain itu, Makassar juga menjadi pelabuhan kedatangan terpadat kedua dengan jumlah kedatangan penumpang diperkirakan sebanyak 49.490 orang.
Darman menambahkan bahwa kelancaran Angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi juga membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak.
“Kelancaran Angkutan Lebaran membutuhkan sinergi yang baik antara PELNI, stakeholder pelabuhan, dan para penumpang. Kami di Cabang Makassar berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi penumpang, mulai dari proses pembelian tiket hingga keberangkatan kapal,” imbuhnya.
PELNI Cabang Makassar juga mengimbau penumpang untuk melakukan pembelian tiket jauh hari sebelum keberangkatan dan selalu memantau pembaruan jadwal kapal melalui platform digital resmi maupun kantor cabang.
“Kami juga mengimbau kepada calon penumpang untuk datang lebih awal ke pelabuhan dengan membawa kelengkapan identitas guna menghindari kendala saat proses penukaran boarding pass dan proses embarkasi,” pungkas Darman.
Di saat yang sama, Pelni juga terus meningkatkan kualitas layanan penumpang selama periode peak season Angkutan Lebaran 2026. Peningkatan layanan dilaksanakan pada seluruh armada kapal PELNI guna memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Manager Komunikasi Korporasi PELNI Nadya Nathasya menyampaikan bahwa PELNI tidak hanya memastikan kesiapan armada dari sisi keselamatan dan operasional, tetapi juga terus melakukan inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
"Inovasi terbaru kami di kapal penumpang adalah menghadirkan menu Sarapan Nusantara yaitu nasi kuning yang menghadirkan cita rasa khas daerah Indonesia. Menu ini kami rancang untuk mengangkat nilai Nusantara dan menciptakan pengalaman sarapan yang hangat dan berkesan," ujar Nadya kepada awak media, Rabu (25/2).
Selain peningkatan kualitas menu, PELNI juga memastikan standar keamanan makanan penumpang melalui penerapan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Saat ini kapal yang telah tersertifikasi HACCP meliputi KM Kelud, KM Dorolonda, KM Nggapulu, KM Lambelu, KM Sinabung, KM Bukit Siguntang, KM Dobonsolo, KM Awu, dan KM Bukit Raya.
Pada tahun 2026, sertifikasi HACCP akan segera diterapkan pada KM Labobar, KM Gunung Dempo, KM Ciremai, KM Binaiya, dan KM Tilongkabila.
Penerapan standar internasional ini menjadi bentuk komitmen PELNI dalam menjaga kualitas, higienitas, serta keamanan makanan bagi seluruh penumpang selama pelayaran.
Seluruh armada PELNI juga telah menjalani pemeliharaan fasilitas secara intensif disertai dengan standardisasi kebersihan yang lebih ketat di seluruh area publik, kabin, toilet dan fasilitas umum lainnya.
"Kualitas kasur pada armada kami juga telah ditingkatkan menjadi bahan anti bakteri, anti air dan anti api guna meningkatkan kenyamanan dan kebersihan selama perjalanan," tambah Nadya.
Transformasi layanan yang dilakukan PELNI tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga pada penguatan aspek digital dan keamanan penumpang. Hal tersebut diwujudkan melalui perluasan penerapan fitur smartlock yang sebelumnya diterapkan di KM Kelud sebagai pilot project.
Pada tahun 2026, fitur ini akan diimplementasikan secara bertahap di KM Bukit Siguntang, KM Awu, dan KM Dorolonda. Teknologi tersebut memungkinkan akses kabin yang lebih aman, praktis, dan modern melalui sistem digital.
Nadya juga menambahkan bahwa PELNI telah meluncurkan fitur ulasan perjalanan di aplikasi PELNI Mobile, sehingga penumpang dapat langsung memberikan rating dan review setelah perjalanan selesai.
“Fitur rating dan review di PELNI Mobile menjadi alat yang sangat penting bagi kami untuk memastikan proses evaluasi dan peningkatan layanan berjalan secara terukur dan berkelanjutan. Penilaian tersebut meliputi empat indikator utama, yaitu kebersihan, fasilitas, makanan, dan pelayanan. Kami mengajak seluruh penumpang untuk aktif memberikan masukan jujur setelah perjalanan,” imbuh Nadya.
PELNI berkomitmen untuk terus menyediakan layanan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia selama periode Angkutan Lebaran 2026. Melalui berbagai peningkatan layanan ini, PELNI memastikan seluruh armada siap mendukung konektivitas nasional dan mobilitas masyarakat di seluruh Nusantara.
Asal tahu saja, saat ini Pelni mengoperasikan sebanyak total 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.
PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede, sedangkan utuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
