KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum reda kontroversi soal revisi soal papan pemantauan khusus, pasar saham kembali dihebohkan dengan rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menghidupkan kembali transaksi short selling. Rencana ini juga menuai polemik karena dinilai spekulatif serta mengandung unsur riba.
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tegas menyatakan, short selling haram. Penegasan ini tertuang dalam Fatwa DSN-MUI No. 80 Tahun 2011. Transaksi short selling termasuk ba'i al-ma'dum. Artinya jual beli tapi belum ada barangnya alias fiktif. Alhasil, ini termasuk transaksi yang bertentangan dengan prinsip syariah.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.