Melihat Resiliensi Aset Keuangan Digital di Tengah Ketegangan Geopolitik

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:00 WIB
Melihat Resiliensi Aset Keuangan Digital di Tengah Ketegangan Geopolitik
[ILUSTRASI. Altcoin crypto (Jakub Porzycki/NurPhoto via REUTERS)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memberikan pengaruh dan dinamikanya di berbagai lini, tidak terkecuali pasar kripto. Jika di momen ketidakpastian geopolitik para investor berbondong-bondong berlindung pada emas sebagai aset safe haven, maka kripto yang lahir dari krisis keuangan tahun 2008, seakan kembali diuji menjadi digital gold.

Resiliensi kripto pekan ini cukup patut dicermati, sebab berdasarkan data perdagangan terkini, bitcoin (BTC) masih membukukan penguatan 3,03% dalam sepekan, walau memang terkoreksi 0,52% dalam 24 jam belakangan di level US$ 68.261. Tidak hanya bitcoin, ethereum (ETH) yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua, juga masih menguat 2,17% selama sepekan, walau masih terpeleset 1,77% ke US$ 1.970 dalam 24 jam terakhir.

Di segmen altcoin, solana (SOL) juga mencatat penguatan mingguan sebesar 5,67% ke US$ 86,98 serta BNB yang menguat 5,66% ke US$ 632,50.

Melihat hal ini CEO Tokocrypto Calvin Kizana memberikan penegasan bahwa memang bitcoin belum sepenuhnya bisa diperlakukan sebagai safe haven sejati, sebab ketika ada turbulensi alias ketegangan geopolitik yang terjadi serta sentimen buruk, maka kripto bisa tertekan tajam.

Baca Juga: Ancaman Bearish Kripto: Investor Altcoin Wajib Waspada Risiko Kerugian Ini

Dia juga mengamati bagaimana korelasi bitcoin terhadap indeks saham AS bahkan sempat mendekati 78% dalam tujuh hari terakhir yang menunjukkan fase awal kepanikan.

"Investor masih memperlakukan bitcoin sebagai risk asset. Ketika pasar saham terkoreksi, kripto ikut terimbas," ucapnya kepada Kontan.

Namun melihat resiliensi bitcoin yang terjadi di tengah guncangan yang ada, Calvin menilai investor institusional memanfaatkan pelemahan sebagai momentum akumulasi. Hal ini diyakini juga dengan adanya arus masuk ETF spot bitcoin yang tetap positif, yaitu mencapai sekitar US$ 787 juta dalam sepekan terakhir.

Pandangan senada juga disampaikan Blockchain & Crypto Researcher PINTU Ari Budi Santosa yang juga menangkap kekuatan bitcoin di tengah ketegangan. Ia mencatat bitcoin masih bergerak relatif stabil di kisaran US$ 65.000–US$ 69.000. Data dari SoSoValue juga menunjukkan ETF spot bitcoin masih mencatat net inflow US$ 458 juta di tengah ketegangan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam
| Jumat, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam

Aneka manuver bisnis Gru[ Djarum bukan didasari oleh sifat serakah, melainkan dilandasi oleh rasa tidak aman (insecure).

Kinerja Semester I Sektor Ritel Merekah, Saham Mana yang Paling Menarik?
| Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Kinerja Semester I Sektor Ritel Merekah, Saham Mana yang Paling Menarik?

Kinerja impresif emiten ritel tidak hanya didorong oleh lonjakan saat Ramadan dan Lebaran, termasuk ketahanan dari kelompok menengah atas.

Sejumlah Stimulus Tak Terserap Optimal
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:36 WIB

Sejumlah Stimulus Tak Terserap Optimal

Realisasi insentif PPN DTP pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun sepanjang tahun lalu hanya 86,02%

Laba Fintech GoPay Lampaui Gojek, Bisnis Fintech Kini Jadi Lokomotif Kinerja GOTO
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:30 WIB

Laba Fintech GoPay Lampaui Gojek, Bisnis Fintech Kini Jadi Lokomotif Kinerja GOTO

Untuk pertama kalinya, profitabilitas bisnis fintech (GoPay) melampaui bisnis on demand services (Gojek) pada kuartal II-2026.

Meski Melandai, Risiko Inflasi Masih Mengintai
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:26 WIB

Meski Melandai, Risiko Inflasi Masih Mengintai

Ekonom memperkirakan laju inflasi bulanan dan tahunan Juli 2026 turun dari bulan sebelumnya         

Sektor Hulu Tekstil Masih Tertekan
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:05 WIB

Sektor Hulu Tekstil Masih Tertekan

Kinerja sektor hulu di semester I mengalami penurunan produksi 5% yoy. Hal ini terkait dengan permintaan di sektor hilir yang sedikit menurun.

Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:00 WIB

Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati

Keberlanjutan tren positif BUKA di semester II-2026 sangat bergantung pada kemampuannya menjaga pertumbuhan pendapatan berkualitas.

El Nino Ikut Mendorong Pertumbuhan Bisnis AMDK
| Jumat, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB

El Nino Ikut Mendorong Pertumbuhan Bisnis AMDK

Cuaca yang lebih panas dan kering umumnya meningkatkan kebutuhan hidrasi masyarakat sehingga bisa meningkatkan permintaan AMDK.

Andalkan Home Appliances, Selaras Citra (SCNP) Kejar Pendapatan Rp 388,8 Miliar
| Jumat, 31 Juli 2026 | 07:46 WIB

Andalkan Home Appliances, Selaras Citra (SCNP) Kejar Pendapatan Rp 388,8 Miliar

SCNP juga membidik laba bersih sebesar Rp 24,30 miliar dengan target volume produksi mencapai 1.594.062 unit hingga akhir tahun.

Rebalancing Indeks SMC Liquid, Simak Saham Pilihan Analis
| Jumat, 31 Juli 2026 | 07:43 WIB

Rebalancing Indeks SMC Liquid, Simak Saham Pilihan Analis

Bursa Efek Indonesia melakukan evaluasi mayor terhadap indeks small mid cap (SMC) Liquid yang berisi saham berkapitalisasi kecil dan menengah 

INDEKS BERITA

Terpopuler