Harapan Euforia Musiman
Setiap kali Imlek, Ramadan, dan Lebaran tiba, optimisme itu kembali diulang: ekonomi akan terdongkrak, konsumsi melonjak, roda usaha berputar lebih kencang. Namun angka-angka berbicara lebih jujur daripada euforia. Data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa momentum musiman tidak lagi menjanjikan lonjakan spektakuler. Harapan berlebihan pada kalender justru berisiko menyesatkan perhitungan.
Konsumsi rumah tangga memang tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik mencatat kontribusinya konsisten di atas 50% terhadap Produk Domestik Bruto, sekitar 54% dalam beberapa kuartal terakhir. Artinya, denyut belanja masyarakat menentukan arah pertumbuhan. Tetapi menentukan bukan berarti otomatis melonjak setiap musim raya.
