Harga CPO dan Program B50 Membawa Prospek Cerah Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sempat menjadi salah satu saham yang banyak diakumulasi investor pada Jumat (24/7) lalu, yakni senilai Rp 9,67 miliar.
Sentimen positif tersebut masih berbekas hingga awal minggu ini, Senin (27/7), dengan penguatan saham NSSS sebesar 4,38% ke level Rp 835 per saham. Berdasarkan Stockbit Sekuritas, penguatan NSSS di hari ini, melanjutkan penguatan yang sudah tercetak selama sepekan dan sebulan belakangan yang masing-masing sudah sebesar 10,60% dan 50,45%. Adapun sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), saham NSSS masih terparkir di zona merah, tertekan 9,73%.
Penguatan saham yang terjadi di hari ini juga selaras dengan laporan kinerja keuangan NSSS per Juni 2026, yang positif. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, NSSS meraih pertumbuhan pendapatan 10,96% year on year (YoY) di angka Rp 1,05 triliun, dari semula Rp 946,61 miliar pada periode semester I-2025.
Baca Juga: Program B50 Bisa Kerek Kinerja Emiten CPO
Pos laba bersih juga menunjukkan kinerja memuaskan dengan pertumbuhan mencapai 6,46% YoY di angka Rp 334,56 miliar sepanjang semester I-2026, dari perolehan Rp 314,26 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan bahwa hasil memuaskan yang dicetak oleh NSSS di paruh pertama 2026 turut mencerminkan perbaikan profitabilitas di tengah kuatnya harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO).
Melihat hal ini pun Wafi memproyeksi bahwa kinerja NSSS di paruh kedua 2026 masih akan menggembirakan karena hasil yang cukup konstruktif. Menurut dia, ada dua katalis utama yang bisa menopang kinerja emiten sawit secara keseluruhan, yakni implementasi program biodiesel B50, serta kenaikan biaya pupuk dan logistik akibat premi risiko geopolitik. Kedua faktor itu yang pada akhirnya bisa mendorong harga CPO secara global.
