Harga CPO dan Program B50 Membawa Prospek Cerah Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS)

Selasa, 28 Juli 2026 | 07:53 WIB
Harga CPO dan Program B50 Membawa Prospek Cerah Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS)
[ILUSTRASI. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk NSSS (Dok/NSSS)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sempat menjadi salah satu saham yang banyak diakumulasi investor pada Jumat (24/7) lalu, yakni senilai Rp 9,67 miliar.

Sentimen positif tersebut masih berbekas hingga awal minggu ini, Senin (27/7), dengan penguatan saham NSSS sebesar 4,38% ke level Rp 835 per saham. Berdasarkan Stockbit Sekuritas, penguatan NSSS di hari ini, melanjutkan penguatan yang sudah tercetak selama sepekan dan sebulan belakangan yang masing-masing sudah sebesar 10,60% dan 50,45%. Adapun sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), saham NSSS masih terparkir di zona merah, tertekan 9,73%.

Penguatan saham yang terjadi di hari ini juga selaras dengan laporan kinerja keuangan NSSS per Juni 2026, yang positif. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, NSSS meraih pertumbuhan pendapatan 10,96% year on year (YoY) di angka Rp 1,05 triliun, dari semula Rp 946,61 miliar pada periode semester I-2025.

Baca Juga: Program B50 Bisa Kerek Kinerja Emiten CPO

Pos laba bersih juga menunjukkan kinerja memuaskan dengan pertumbuhan mencapai 6,46% YoY di angka Rp 334,56 miliar sepanjang semester I-2026, dari perolehan Rp 314,26 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan bahwa hasil memuaskan yang dicetak oleh NSSS di paruh pertama 2026 turut mencerminkan perbaikan profitabilitas di tengah kuatnya harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Melihat hal ini pun Wafi memproyeksi bahwa kinerja NSSS di paruh kedua 2026 masih akan menggembirakan karena hasil yang cukup konstruktif. Menurut dia, ada dua katalis utama yang bisa menopang kinerja emiten sawit secara keseluruhan, yakni implementasi program biodiesel B50, serta kenaikan biaya pupuk dan logistik akibat premi risiko geopolitik. Kedua faktor itu yang pada akhirnya bisa mendorong harga CPO secara global.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

BI Tahan BI Rate 5,75%: SRBI Masih Seksi di Mata Investor, Saham Belum Jadi Pilihan
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

BI Tahan BI Rate 5,75%: SRBI Masih Seksi di Mata Investor, Saham Belum Jadi Pilihan

Pasar saham membutuhkan katalis yang lebih banyak untuk menarik minat investor dibandingkan pasar obligasi.

Pertumbuhan Laba Belum Mendorong Laju Saham Emiten Hermanto Tanoko
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Pertumbuhan Laba Belum Mendorong Laju Saham Emiten Hermanto Tanoko

Meski laba tumbuh, sejumlah emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Hermanto Tanoko masih terkoreksi dalam.

Harga Komoditas Terus Menguat, Laba Emiten Bahan Kimia Melesat
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Harga Komoditas Terus Menguat, Laba Emiten Bahan Kimia Melesat

Sejumlah faktor utama jadi pendorong kinerja emiten bahan kimia. Salah satunya harga komoditas kimia menguat akibat gangguan pasokan gas global.

Sentimen FTSE dan Utang Luar Negeri Indonesia Melejit, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Sentimen FTSE dan Utang Luar Negeri Indonesia Melejit, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Pelemahan IHSG akibat sentimen utang luar negeri (ULN) Indonesia yang meningkat 4,4% yoy dan sentimen FTSE.

Pengendali EDGE Memperpanjang Periode Tender Sukarela
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Pengendali EDGE Memperpanjang Periode Tender Sukarela

Digital Edge (Hong Kong) Ltd kembali memperpanjang periode penawaran tender sukarela ketiga untuk membeli saham PT Indointernet Tbk (EDGE)

Rogoh Kocek Rp 150 Miliar, Prodia (PRDA) Siap Buyback Saham
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rogoh Kocek Rp 150 Miliar, Prodia (PRDA) Siap Buyback Saham

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)  akan melakukan aksi buyback mulai hari ini, Kamis (20/8) hingga 19 November 2026.​

Keputusan FTSE Menahan Kembalinya Arus Dana Asing ke Pasar Saham
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Keputusan FTSE Menahan Kembalinya Arus Dana Asing ke Pasar Saham

FTSE memperpanjang penundaan penambahan saham baru dari bursa Indonesia serta sebagian besar perubahan klasifikasi indeks hingga Desember 2026

Merespons Sentimen FTSE dan BI Rate, IHSG Kamis (20/6) Berpotensi Bergerak Terbatas
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Merespons Sentimen FTSE dan BI Rate, IHSG Kamis (20/6) Berpotensi Bergerak Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (20/26) masih berpotensi bergerak terbatas di kisaran 6.330-6.490.

Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Bidik Pasar Ritel dan Korproasi
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:47 WIB

Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Bidik Pasar Ritel dan Korproasi

Segmen business-to-consumer (B2C) menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perusahaan pada 2026.

Mumpung Tengah Disuspensi Lagi, Mengupas Saham DOOH Agar tak Terjebak Ekspektasi
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Mumpung Tengah Disuspensi Lagi, Mengupas Saham DOOH Agar tak Terjebak Ekspektasi

Butuh bukti perubahan pengendali benar-benar menghasilkan perbaikan fundamental, mulai dari pertumbuhan pendapatan hingga arus kas bebas.

INDEKS BERITA

Terpopuler