Harga Emas Hari Ini Masih Betah Di Bawah US$ 1.500

Selasa, 10 September 2019 | 20:05 WIB
Harga Emas Hari Ini Masih Betah Di Bawah US$ 1.500
[ILUSTRASI. Emas batangan]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas hari ini masih betah di bawah US$ 1.500 per ons troi, mendekati level terendah dalam satu bulan terakhir.

Data Bloomberg, Selasa (10/9) pukul 19.45 WIB, menunjukkan, harga emas di pasar spot turun 0,24% ke level US$ 1.495,50 per ons troi. Harga emas mencapai level terendah pada 13 Agustus lalu di US$ 1.486 per ons troi.

Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) tergelincir 0,62% ke posisi US$ 1.501,80 per ons troi.

Baca Juga: Hingga sore ini harga emas spot belum beranjak naik dari US$ 1.495,48 per ons troi

"Baru-baru ini, kami melihat peningkatan yang cukup luas dalam selera terhadap risiko, pasar saham AS sekarang sedikit menghindar dari rekor tertinggi, yang mengambil beberapa keunggulan dari emas," kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior OANDA, kepada Reuters.

Harga emas sudah turun lebih dari 4% atau di atas US$ 60 per ons troi dalam waktu kurang dari sepekan, terutama akibat kenaikan yang lebih luas di pasar ekuitas. Juga, dolar AS yang menguat 0,2% hari ini membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Baca Juga: Hingga siang hari ini, harga emas spot masih memudar di US$ 1.489,47 per ons troi

"Namun, harga emas terutama telah dipengaruhi stimulus bank sentral dan harapan akan melihat lebih banyak (pemotongan suku bunga). Jadi dari perspektif itu, kita masih melihat emas pada level yang lebih tinggi," ujar Erlam.

Pasar sedang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB), Kamis (12/10) nanti, yang kemungkinan akan memangkas suku bunga. Federal Reserve, bank sentral AS, juga diperkirakan menurunkan suku bunga pada pekan depan, karena pembuat kebijakan berlomba untuk memerangi risiko penurunan global.

Suku bunga AS yang lebih rendah memberikan tekanan pada dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga memudarkan daya tarik emas.

Baca Juga: Duh, penurunan harga emas spot masih berlanjut saat ini di US$ 1.488,56 per ons troi

"Kami sekarang memperkirakan, harga emas diperdagangkan lebih kuat untuk waktu yang lebih lama, mungkin menembus US$ 2.000 per ons troi dan membukukan siklus baru tertinggi di beberapa titik dalam satu atau dua tahun mendatang," tulis Analis Citi Bank.

Di sisi teknis, Wang Tao, Analis Teknikal Reuters, memperkirakan, harga emas spot jatuh ke level US$ 1.453 per ons troi.

Bagikan

Berita Terbaru

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:59 WIB

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)

Total dana yang dikucurkan Edwin dalam transaksi tersebut Rp 2,47 miliar. Nilai transaksi pertama Rp 796,09 juta dan kedua Rp 1,68 miliar. ​

Dibalik Gonjang-Ganjing BEI, Kinerja MSCI Indonesia Index Buruk & Bikin Investor Rugi
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:42 WIB

Dibalik Gonjang-Ganjing BEI, Kinerja MSCI Indonesia Index Buruk & Bikin Investor Rugi

Tiga saham dengan bobot terbesar di MSCI Indonesia Index menghasilkan return negatif di sepanjang 2025.

Saham PADI Keluar dari Kerangkeng PPK di Kala Kasus Hukum Afiliasi Tengah Mendera
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08 WIB

Saham PADI Keluar dari Kerangkeng PPK di Kala Kasus Hukum Afiliasi Tengah Mendera

PT Minna Padi Asset Manajemen merupakan entitas asosiasi dari PADI yang laporan keuangannya tidak dikonsolidasikan.  ​

INDEKS BERITA

Terpopuler