Harga Makanan Minuman dan Tembakau Menekan IHK di September

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:50 WIB
Harga Makanan Minuman dan Tembakau Menekan IHK di September
[ILUSTRASI. Infografik: Indeks Harga Konsumen per September 2021]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesuai dengan perkiraan, Indeks Harga Konsumen (IHK) beringut pelan di bulan September. Namun berbeda dengan ekspektasi semula, IHK tidak beringsut maju, melainkan melandai.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan awal bulan ini, IHK untuk September sebesar 106,53. Angka itu lebih rendah 0,04% dibandingkan posisi IHK di bulan Agustus yang mencapai 106,57,

Ini berarti September menjadi bulan kedua di tahun ini yang membukukan deflasi dalam basis month-to-month (mtm). Deflasi dari bulan ke bulan juga terjadi pada Juni dengan, besaran 0,16%.  

Baca Juga: BI perkirakan terjadi inflasi 0,05% pada Oktober 2021

Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, seperti dikutip kontan.co.id, penyumbang deflasi bulanan di September adalah kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Dengan mengalami penurunan indeks harga hingga 0,47% mtm, kelompok pengeluaran itu memberi andil sebesar 0,12% terhadap deflasi di bulan September.

Sedangkan “Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga” serta “Penyediaan Makanan dan Minuman atau Restoran” menjadi dua kelompok penyumbang kenaikan tertinggi bagi IHK bulanan di September. Masing-masing kelompok memberi andil kenaikan IHK sebesar 0,02%.

Jika inflasi dipilah lebih lanjut, kelompok inti dan harga diatur pemerintah membukukan inflasi bulanan di September, masing-masing sebesar 0,13% dan 0,14%. Kontribusi kedua kelompok terhadap pergerakan IHK pada September secara berurutan sebesar 0,09% dan 0,02%. (Lihat infografik).

Baca Juga: Awal Oktober asing catat net sell Rp 10,55 triliun, saham-saham yang banyak dijual

Namun kelompok harga bergejolak lah yang paling mempengaruhi IHK di bulan September. Dengan mencatatkan deflasi sebesar 0,88%, kelompok harga bergejolak memberi andil terhadap penurunan IHK di September sebesar 0,15%.

Dalam perincian berdasarkan komponen khusus, komponen energi dan lainnya mencatatkan kenaikan, masing-masing sebesar 0,07% dan 0,15%. Secara berurutan, kontribusi kedua kelompok itu terhadap pergerakan IHK di September masing-masing adalah 0,01% dan 0,10%.

Sedang kelompok bahan makanan mencatatkan deflasi di bulan September sebesar 0,82%. Kelompok ini menjadi penyumbang andil terbesar bagi penurunan IHK bulanan di September, dengan kontribusi mencapai 0,15%.

Dengan penurunan IHK di bulan September, laju inflasi di sepanjang tahun ini, atau year-to-date mencapai 0,80%. Sedangkan inflasi dalam basis year-on-year dalam perhitungan BPS mencapai 1,60%.

Selanjutnya: China Sertakan Penambangan Uang Kripto dalam Usulan Daftar Negatif Investasi

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Utak-Atik GOTO di Pasar Nego, Kepemilikan Blackrock Susut Jauh, Vanguard Akumulasi
| Rabu, 02 September 2026 | 14:04 WIB

Utak-Atik GOTO di Pasar Nego, Kepemilikan Blackrock Susut Jauh, Vanguard Akumulasi

Pergerakan investor institusi asing di saham GOTO menggambarkan perbedaan mandat investasi antara passive fund dan active fund

Ekspansi Jaringan Bikin Prospek Emiten Rumah Sakit Jadi Sehat
| Rabu, 02 September 2026 | 12:17 WIB

Ekspansi Jaringan Bikin Prospek Emiten Rumah Sakit Jadi Sehat

Penambahan rumah sakit dan fasilitas kesehatan mendorong pertumbuhan pendapatan, meski kontribusinya terhadap profitabilitas membutuhkan waktu.

Emiten Menangkap Cuan dari Ledakan AI dan Data Center
| Rabu, 02 September 2026 | 12:15 WIB

Emiten Menangkap Cuan dari Ledakan AI dan Data Center

Perkembangan artificial intelligence (AI) dan pembangunan data center membuka peluang bagi emiten yang memasok infrastruktur pendukung.

Kinerja Penjualan Domestik Mayora Indah di Juli Semringah
| Rabu, 02 September 2026 | 12:12 WIB

Kinerja Penjualan Domestik Mayora Indah di Juli Semringah

Pertumbuhan sell in domestik MYOR pada Juli 2026 tercatat lebih dari 15% secara tahunan (year on year, melampaui target internal MYOR sebesar 10%.

Tarif PNBP Naik, UMKM dan Pebisnis Tambang Bakal Tertekan?
| Rabu, 02 September 2026 | 12:00 WIB

Tarif PNBP Naik, UMKM dan Pebisnis Tambang Bakal Tertekan?

Kenaikan tarif PNBP mulai dirasakan oleh pelaku uusaha saha UMKM yang masih membutuhkan layanan pemerintah dalam mengembangkan bisnisnya.

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh, Prospek JSMR Masih Cerah
| Rabu, 02 September 2026 | 08:38 WIB

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh, Prospek JSMR Masih Cerah

Penopang kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) adalah pertumbuhan bisnis jalan tol dan peluang perbaikan margin.

Pergerakan IHSG Disetir Rilis Data Ekonomi Domestik
| Rabu, 02 September 2026 | 08:36 WIB

Pergerakan IHSG Disetir Rilis Data Ekonomi Domestik

Pelaku pasar cenderung merespons positif sejumlah indikator ekonomi domestik terbaru yang dirilis, kemarin.

Menakar Prospek Saham ASII di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil dan Tender Offer AUTO
| Rabu, 02 September 2026 | 08:34 WIB

Menakar Prospek Saham ASII di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil dan Tender Offer AUTO

Peningkatan kepemilikan ASII di AUTO dapat memperbesar kontribusi bisnis komponen terhadap kinerja konsolidasi Astra.

Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS
| Rabu, 02 September 2026 | 08:02 WIB

Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS

Efek putusan arbitrase yang diajukan Gunvor ke kinerja keuangan PGAS bergantung pada nilai ganti rugi dan waktu penyelesaian.

ITSEC Asia Mencetak Laba Usaha Rp 23,01 Miliar, Meroket 1.171% yoy
| Rabu, 02 September 2026 | 07:49 WIB

ITSEC Asia Mencetak Laba Usaha Rp 23,01 Miliar, Meroket 1.171% yoy

Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.

INDEKS BERITA

Terpopuler