Harga Minyak di Atas US$ 100 Per Barel, Beban Subsidi Malaysia Naik 10 Kali Lipat

Kamis, 10 Maret 2022 | 21:28 WIB
Harga Minyak di Atas US$ 100 Per Barel, Beban Subsidi Malaysia Naik 10 Kali Lipat
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Pekerja menyiapkan pengiriman pipa untuk proyek pipa gas Pengerang di Pengerang, Johor, February 4, 2015. REUTERS/Edgar Su/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia bersiap menanggung subsidi energi naik lebih dari dua kali lipat di tahun ini. Jika harga minyak mentah bertrahan tinggi, kementerian keuangan negeri jiran memperkirakan pengeluaran untuk subsidi bahan bakar minyak sepanjang tahun ini bisa mencapai 28 miliar ringgit, atau setara Rp 95,5 triliun lebih.

Menteri Keuangan Tengku Zafrul Aziz mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah telah mulai meningkatkan alokasi untuk subsidi. Pengeluaran untuk subsidi bensin, solar dan gas cair selama Januari mencapai 2 miliar ringgit (Rp 6,8 triliun), atau naik sepuluh kali lipat dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

 Baca Juga: ECB Speeds Up Stimulus Exit Even as Ukraine War Ups Uncertainty

Pengeluaran subsidi energi Malaysia di tahun lalu mencapai 11 miliar ringgit (Rp 37,5 triliun lebih). Beban subsidi energi per bulan bisa membengkak menjadi 2,5 miliar ringgit jika perang di Ukraina, yang disebut Rusia sebagai "operasi khusus", mengganjal harga minyak mentah di atas US$ 100 per barel, kata Tengku Zafrul.

Dia menambahkan, pemerintah sedang mengkaji mekanisme subsidi untuk memastikan bantuan tersebut menjangkau kelompok rentan yang ditargetkan. Mengingat, harga barang-barang bersubsidi lainnya seperti minyak goreng juga akan naik.

"Pemerintah tidak bisa meminjam untuk membiayai pengeluaran operasional seperti biaya subsidi," katanya. “Jadi kenaikan subsidi perlu diimbangi dengan tambahan pendapatan dan penghematan biaya.”

Bagikan

Berita Terbaru

Investor Asing Cabut, Bank Menambah Kepemilikan pada SRBI
| Minggu, 30 November 2025 | 16:45 WIB

Investor Asing Cabut, Bank Menambah Kepemilikan pada SRBI

Perbankan di Indonesia meningkatkan kepemilikan SRBI hingga Rp 601,9 T pada Okt 2025, akibat lesunya permintaan kredit korporasi. 

Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras Nasional
| Minggu, 30 November 2025 | 06:35 WIB

Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras Nasional

Harga beras kembali menjadi sorotan. Hukum pasar tak berlaku. Saat produksi beras nasional surplus hampir 4 juta ton tah

 
Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup Praktis
| Minggu, 30 November 2025 | 06:31 WIB

Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup Praktis

Gaya hidup praktis dan murah makin digemari masyarakat. Hal ini menjadi peluang bisnis bagi pengusaha binatu atau laundry koin.

 
Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri Hijau
| Minggu, 30 November 2025 | 06:30 WIB

Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri Hijau

IWIP ingin menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai pusat industri hijau terintegrasi. Simak strateginya.​

Efek Kemilau Emas
| Minggu, 30 November 2025 | 06:27 WIB

Efek Kemilau Emas

​Lonjakan harga emas yang terjadi belakangan membuat banyak orang harus bersaing mendapatkan emas batangan.

Bank Asing Kian Agresif Bidik Segmen Premium Indonesia
| Minggu, 30 November 2025 | 06:15 WIB

Bank Asing Kian Agresif Bidik Segmen Premium Indonesia

Bank asing melihat peluang besar dari kelas menengah produktif Indonesia yang semakin melek investasi. 

Memberantas Tambang Ilegal yang Susah Meninggal
| Minggu, 30 November 2025 | 06:00 WIB

Memberantas Tambang Ilegal yang Susah Meninggal

Pemerintah sedang gencar memberantas tambang ilegal. Dan, ada ribuan penambangan tanpa izin. Kenapa sulit diberantas?

Kepemilikan SBN: Asing Cabut, Bank Menyokong Pasar Obligasi
| Minggu, 30 November 2025 | 05:55 WIB

Kepemilikan SBN: Asing Cabut, Bank Menyokong Pasar Obligasi

Dana asing keluar dari SBN hingga November 2025. Bank, reksadana, dan asuransi justru tingkatkan kepemilikan. 

Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten Mengantre
| Sabtu, 29 November 2025 | 19:56 WIB

Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten Mengantre

Pelajari saham-saham IPO BEI 2025 yang menguat signifikan seperti COIN (3.470%) dan RATU. Intip potensi RLCO dan Super Bank (SUPA).

Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di Australia
| Sabtu, 29 November 2025 | 16:50 WIB

Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di Australia

Tity Antonius Auwyang, insinyur sipil, sukses membangun Sony Trading Australia, mendistribusikan ribuan produk Indonesia ke pasar Australia.

INDEKS BERITA

Terpopuler