Harga Nikel Global Terus Turun Sejak Transaksi Dibuka Kembali

Selasa, 22 Maret 2022 | 06:00 WIB
Harga Nikel Global Terus Turun Sejak Transaksi Dibuka Kembali
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga nikel dunia makin adem. Harga nikel kontrak bergulir tiga bulan di London Metal Exchange berada di US$ 36.915 per ton, Jumat (18/3). Harga nikel anjlok 19% sejak perdagangan dibuka kembali Rabu lalu (16/3).

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi menjelaskan, harga nikel naik sebelum ini akibat memanasnya perang Rusia-Ukraina. "Sehubungan dengan kondisi saat ini di Ukraina sudah sedikit stabil dan sempat ada gencatan senjata, harga turun lagi," ujar Ibrahim, Senin (21/3).

Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono menilai, wajar harga nikel terkoreksi seiring meredanya isu geopolitik antara Rusia-Ukraina. Tapi, dalam jangka menengah, harga berpotensi konsolidasi, lantaran isu geopolitik belum usai. "Dalam jangka panjang, potensi bullish, jelas masih terbuka" tutur Wahyu.

Sekadar mengingatkan, perdagangan nikel di LME sempat dihentikan Selasa lalu (8/3), lantaran melesat lebih dari 100% ke US$ 100.000 per ton. Semua transaksi yang dilakukan di hari tersebut dinyatakan batal dan harga dikembalikan ke posisi harga penutupan di hari sebelumnya, US$ 48.078 per ton.

Pihak LME harus menghentikan perdagangan karena banyak investor dalam posisi short dan akan merugi tajam akibat kenaikan tersebut. Perdagangan nikel LME kembali dibuka Rabu lalu.

Ibrahim menilai, saat ini para spekulan di pasar juga mulai merealisasikan keuntungan. Dengan demikian, harga kembali turun dan mendekati harga wajar. "Harga wajar nikel berada di level US$ 19.000 per ton," kata dia.

Meski begitu, jika konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memburuk, terbuka peluang harga nikel mencapai US$ 50.000 per ton. Namun  jika ketidakpastian di pasar global mereda, harga nikel akan bergerak turun kembali ke kisaran level support di US$ 22.000 per ton.

Sedangkan Wahyu menghitung, dengan asumsi tren inflasi komoditas inflasi, kebijakan bank sentral global, pasokan, dan prospek baterai kendaraan listrik, harga wajar nikel tahun ini berada di level US$ 40.000 per ton.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Bauran EBT Masih Rendah, Prospek Emiten Cerah
| Senin, 12 Januari 2026 | 05:15 WIB

Bauran EBT Masih Rendah, Prospek Emiten Cerah

Masih rendahnya tingkat bauran energi baru terbarukan (EBT, membuka peluang pertumbuhan kinerja emiten di sektor ini.

Melihat Potensi Cuan Saham Lapis Kedua di Tahun Kuda
| Senin, 12 Januari 2026 | 05:05 WIB

Melihat Potensi Cuan Saham Lapis Kedua di Tahun Kuda

Menakar prospek saham-saham lapis kedua di sepanjang 2026. Ini seiring tren positif kinerja saham-saham lapis kedua di awal 2026. 

Fulus Haram Tambahan Kuota Haji Khusus
| Senin, 12 Januari 2026 | 05:00 WIB

Fulus Haram Tambahan Kuota Haji Khusus

KPK menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tersangka kasus tambahan kuota haji periode 2024.

Purat Otak Demi Menjaga Bisnis Asuransi Kendaraan Tetap Menderu
| Senin, 12 Januari 2026 | 04:50 WIB

Purat Otak Demi Menjaga Bisnis Asuransi Kendaraan Tetap Menderu

Menghadapi tahun yang masih menantang, perusahaan asuransi umum memutar otak agar premi asuransi kendaraan tak semakin tergerus.

SP2DK Diperkuat, Pengawasan Kian Ketat
| Senin, 12 Januari 2026 | 04:40 WIB

SP2DK Diperkuat, Pengawasan Kian Ketat

Petugas pajak dimungkinkan mengirim SP2DK ke wajib pajak yang belum terdaftar.                          

Saham Konglomerasi Dominasi Kapitalisasi Pasar di BEI
| Senin, 12 Januari 2026 | 04:35 WIB

Saham Konglomerasi Dominasi Kapitalisasi Pasar di BEI

Saham-saham konglomerasi diproyeksi tetap menguasai klasemen market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026.

Kemenkeu Dapat Mandat Kelola Rupiah-Valas
| Senin, 12 Januari 2026 | 04:30 WIB

Kemenkeu Dapat Mandat Kelola Rupiah-Valas

Kewenangan baru Kemenkeu mengatur valas kas negara disebut bisa meredam biaya utang.                      

Integra Indocabinet (WOOD) Optimalkan Pasar Ekspor ke Amerika Serikat
| Senin, 12 Januari 2026 | 04:20 WIB

Integra Indocabinet (WOOD) Optimalkan Pasar Ekspor ke Amerika Serikat

Pasar ekspor tetap menjadi kontributor utama pendapatan WOOD, dengan komposisi yang relatif konsisten, yakni lebih dari 90%.

Semakin Adaptif Hadapi Tantangan, Laba Modal Ventura Kian Tebal
| Senin, 12 Januari 2026 | 04:15 WIB

Semakin Adaptif Hadapi Tantangan, Laba Modal Ventura Kian Tebal

Tech winter dan likuiditas global masih membayangi. Modal ventura kini hanya incar startup dengan fundamental kuat dan berkelanjutan.

Menkeu Evaluasi Ultimum Remedium
| Minggu, 11 Januari 2026 | 21:21 WIB

Menkeu Evaluasi Ultimum Remedium

Menteri Keuangan terkejut, aturan Ultimum Remedium cukai dianggap bisa jadi 'asuransi pelanggaran'.   

INDEKS BERITA

Terpopuler