Hasil Underwriting Reasuransi Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi masih membayangi industri reasuransi. Penguatan underwriting menjadi pekerjaan rumah dalam menjaga pertumbuhan bisnis saat risiko cenderung meningkat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi reasuransi per April 2026, turun 12,9% secara tahunan menjadi Rp 9,4 triliun. Di tengah pelemahan premi, hasil underwriting turun lebih dalam yakni sebesar 26,8% menjadi Rp 341,9 miliar.
