HRUM Menggenjot Penjualan Saat Harga Batubara Menanjak

Kamis, 04 November 2021 | 06:05 WIB
HRUM Menggenjot Penjualan Saat Harga Batubara Menanjak
[]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM) menggenjot volume penjualan batubara selama sembilan bulan pertama tahun ini. Hingga akhir kuartal III-2021, volume penjualan batubara mencapai 2,5 juta ton atau 5,5% lebih tinggi dari volume penjualan pada periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan kuartalan, Rabu (3/11), volume penjualan batubara di kuartal ketiga saja mencapai sekitar 900.000 ton. Realisasi ini 22,7% lebih tinggi dari volume penjualan pada kuartal sebelumnya, sebanyak 700.000 ton.

Penjualan HRUM selama sembilan bulan pertama tahun ini mayoritas dilempar ke kawasan Pasifik. Volume terbesar dijual ke China sebesar 87% dan Bangladesh 4%, diikuti oleh penjualan ke Jepang dan Thailand masing-masing sebesar 3%, lalu ke Korea Selatan, India dan Pakistan, masing-masing 1%.

Bersamaan itu, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) Harum melesat 45,4% menjadi US$ 78,7 per ton  dari US$ 54,2 per ton di periode yang sama tahun lalu.  Pada kuartal III tahun ini, ASP sempat mencapai US$ 94,5 per ton, atau naik sekitar 26,6% dari harga jual rata-rata di kuartal sebelumnya.

Manajemen menyebut, sebagian besar penjualan yang dicatatkan di kuartal III masih menggunakan harga yang sudah ditetapkan di kuartal II. “Sehingga kenaikan ASP sebesar 26,6% masih belum sepenuhnya mencerminkan harga pasar yang berlaku pada kuartal III-2021,” tulis manajemen HRUM dalam keterbukaan informasi, kemarin.

Kenaikan ASP dan volume penjualan mendongkrak kinerja HRUM. Pendapatan di kuartal III tercatat US$ 205,54 juta, naik 50,9% dari kuartal III-2020 sebesar US$ 136,14 juta. Laba naik 45,84% year on year menjadi US$ 37,53 juta.

Analis BRIDanareksa Serkuitas Stefanus Darmagiri menilai, laba bersih HRUM berada di atas ekspektasi. Terlepas dari koreksi harga batubara yang terjadi belakangan ini, dia memperkirakan HRUM akan membukukan pendapatan yang solid di akhir kuartal ini.

Proyeksi Stefanus, pendapatan HRUM akhir tahun 2021 US$ 299 juta dengan laba US$ 68 juta. Dia juga menaikkan target harga HRUM menjadi Rp 5.200 dari Rp 5.000. Meskipun demikian, ia memasang rekomendasi jual HRUM karena valuasi sudah tinggi.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:51 WIB

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif

Pemerintah memberikan fasilitas perpajakan yang lebih menarik untuk DHE SDA dibandingkan instrumen investasi reguler

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:27 WIB

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin

ZONE menyiapkan capex sebesar Rp 21 miliar pada tahun 2026untuk ekspansi jaringan ritel, revitalisasi gerai, dan peningkatan kapasitas manufaktur.

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:18 WIB

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar

Target capex tahun ini meningkat dibandingkan realisasi belanja modal sepanjang 2025 yang mencapai Rp 202,5 miliar.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun

Dana hasil IPO itu digunakan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)untuk mendukung pengembangan tambang emas Pani di Gorontalo. 

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:59 WIB

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyiapkan jumbo dana untuk melunasi kewajiban obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo. 

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:53 WIB

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo

Jumlah dana yang akan diterima PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dari rights issue sebanyaknya Rp 3,6 triliun.

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:44 WIB

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi

Transformasi bisnis akan diikuti divestasi sejumlah aset untuk produksi makanan bayi, termasuk yang diperoleh dari hasil IPO.

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:36 WIB

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu

Normalisasi harga minyak dunia berpotensi mempengaruhi kelangsungan usaha emiten-emiten produsen minyak dan gas (migas). 

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:31 WIB

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik

Risiko berinvestasi di Indonesia semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah semakin terkapar.

Manufaktur Keluar dari Zona Kontraksi, Tapi Ancaman Margin Belum Reda
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:27 WIB

Manufaktur Keluar dari Zona Kontraksi, Tapi Ancaman Margin Belum Reda

PMI manufaktur Indonesia kembali ekspansi, sinyal positif bagi sektor riil. Cek daftar emiten yang berpotensi diuntungkan jika tren ini berlanjut.

INDEKS BERITA

Terpopuler