ICTSI Jasa Prima (KARW) Tak Mau Muluk-muluk

Sabtu, 13 Juli 2019 | 10:04 WIB
ICTSI Jasa Prima (KARW) Tak Mau Muluk-muluk
[]
Reporter: Agustinus Respati | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) memasang target pertumbuhan konservatif pada tahun ini. Pasalnya, ada tantangan di sektor jasa pelabuhan, khusus ekspor-impor dengan memanasnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Komisaris Independen KARW, Albertus Sumardi, mengakui bisnis mereka ikut terpengaruh perang dagang. Selama ini, pendapatan ICTSI mengandalkan segmen bongkar muat dan trucking.

"Karena mereka membatasi jual-beli, yang tentunya terkait ekspor-impor, sehingga kami juga terpengaruh. Soalnya kami juga mengirim barang ke Amerika Serikat dan China," ujar dia, Jumat (12/7).

Selain itu, situasi politik nasional di semester pertama tahun ini menyebabkan banyak investor menahan ekspansi. Nah, seiring berakhirnya pesta politik lima tahunan, manajemen KARW mengharapkan aktivitas bisnis semakin menggeliat.

Dus, KARW tidak menargetkan pertumbuhan kinerja yang muluk-muluk pada tahun ini. Saat ini manajemen hanya berfokus melanjutkan program kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) yang sudah ada.

Asal tahu saja, melalui anak usahanya KARW mengoperasikan Terminal 3 Internasional Tanjung Priok wharf 300-303. Pada tahun lalu, bongkar muat dan trucking menyumbang pendapatan sebesar US$ 4,4 juta bagi KARW.

Hingga kuartal pertama tahun ini, KARW mencatat pendapatan sebesar US$ 1,52 juta atau turun 16% dibandingkan kuartal I 2018 senilai US$ 1,81 juta. Kontribusi bongkar muat dan trucking juga menyusut 9,6% dari US$ 1,23 juta menjadi US$ 1,11 juta.

"Kami masih melihat dulu stabilitas (politik), situasi ekonomi dan pengaruhnya perang dagang Amerika dan China," kata Albertus.

Dia mengharapkan bisnis KARW bisa membaik hingga akhir tahun ini. Iklim investasi dinilai baru akan menggeliat lagi setelah pemerintahan baru terbentuk.

"Pokoknya kami tahun ini masih konservatif. Mudah-mudahan pada tahun 2020 lebih baik," lanjut Albertus.

Manajemen KARW juga terus mencari peluang lain. Tahun lalu, mereka membidik beberapa pelabuhan potensial untuk dikelola, namun sampai saat ini belum ada yang terealisasi. "Belum ada proyek baru juga. Kami masih menggarap proyek di Tanjung Priok," tambah Inessa Anjani, Sekretaris Perusahaan KARW.

Bagikan

Berita Terbaru

Investor Asing Cabut, Bank Menambah Kepemilikan pada SRBI
| Minggu, 30 November 2025 | 16:45 WIB

Investor Asing Cabut, Bank Menambah Kepemilikan pada SRBI

Perbankan di Indonesia meningkatkan kepemilikan SRBI hingga Rp 601,9 T pada Okt 2025, akibat lesunya permintaan kredit korporasi. 

Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras Nasional
| Minggu, 30 November 2025 | 06:35 WIB

Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras Nasional

Harga beras kembali menjadi sorotan. Hukum pasar tak berlaku. Saat produksi beras nasional surplus hampir 4 juta ton tah

 
Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup Praktis
| Minggu, 30 November 2025 | 06:31 WIB

Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup Praktis

Gaya hidup praktis dan murah makin digemari masyarakat. Hal ini menjadi peluang bisnis bagi pengusaha binatu atau laundry koin.

 
Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri Hijau
| Minggu, 30 November 2025 | 06:30 WIB

Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri Hijau

IWIP ingin menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai pusat industri hijau terintegrasi. Simak strateginya.​

Efek Kemilau Emas
| Minggu, 30 November 2025 | 06:27 WIB

Efek Kemilau Emas

​Lonjakan harga emas yang terjadi belakangan membuat banyak orang harus bersaing mendapatkan emas batangan.

Bank Asing Kian Agresif Bidik Segmen Premium Indonesia
| Minggu, 30 November 2025 | 06:15 WIB

Bank Asing Kian Agresif Bidik Segmen Premium Indonesia

Bank asing melihat peluang besar dari kelas menengah produktif Indonesia yang semakin melek investasi. 

Memberantas Tambang Ilegal yang Susah Meninggal
| Minggu, 30 November 2025 | 06:00 WIB

Memberantas Tambang Ilegal yang Susah Meninggal

Pemerintah sedang gencar memberantas tambang ilegal. Dan, ada ribuan penambangan tanpa izin. Kenapa sulit diberantas?

Kepemilikan SBN: Asing Cabut, Bank Menyokong Pasar Obligasi
| Minggu, 30 November 2025 | 05:55 WIB

Kepemilikan SBN: Asing Cabut, Bank Menyokong Pasar Obligasi

Dana asing keluar dari SBN hingga November 2025. Bank, reksadana, dan asuransi justru tingkatkan kepemilikan. 

Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten Mengantre
| Sabtu, 29 November 2025 | 19:56 WIB

Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten Mengantre

Pelajari saham-saham IPO BEI 2025 yang menguat signifikan seperti COIN (3.470%) dan RATU. Intip potensi RLCO dan Super Bank (SUPA).

Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di Australia
| Sabtu, 29 November 2025 | 16:50 WIB

Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di Australia

Tity Antonius Auwyang, insinyur sipil, sukses membangun Sony Trading Australia, mendistribusikan ribuan produk Indonesia ke pasar Australia.

INDEKS BERITA

Terpopuler