IHSG Naik, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi (4 Juli 2019)

Jumat, 05 Juli 2019 | 05:05 WIB
IHSG Naik, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi (4 Juli 2019)
[]
Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis, berikut daftar 10 saham LQ45 dengan price earning ratio (PER) terendah dan tertinggi, setelah penutupan perdagangan 4 Juli 2019.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil PER saham, semakin murah saham itu dibanding saham-saham dalam sektor sejenis. Sebaliknya, semakin tinggi PER suatu saham, secara relatif semakin mahal pula saham tersebut dibanding saham lain dalam sektor yang sama.

Namun, tentu saja, masih banyak faktor lain yang patut diperhitungkan selain PER sebelum seorang investor mengambil keputusan investasi.

10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
Code Harga (3/7) Harga (4/7) PBV PER
SRIL 336,00 340,00 0,9 4,36
ADRO 1.360,00 1.420,00 0,72 6,7
PTBA 3.000,00 3.050,00 2 7,72
MNCN 1.210,00 1.255,00 1,63 8,2
UNTR 28.250,00 27.700,00 1,73 8,46
ITMG 17.275,00 17.200,00 1,6 8,58
ELSA 372,00 372,00 0,8 8,86
BBTN 2.450,00 2.450,00 1,06 8,97
WSBP 396,00 396,00 1,28 9
MEDC 825 830 0,73 9,22
         
10 Saham LQ45 dengan PER Tertinggi
Code Harga (3/7) Harga (4/7) PBV PER
BRPT 3.380 3.410 1,56 179,47
EXCL 2.860 2.850 1,65 135,71
TPIA 4.900 4.960 3,47 90,18
SMGR 12.700 12.575 2,19 69,48
INTP 21.450 21.200 3,3 49,19
UNVR 44.900 44.975 37,86 49,05
ERAA 2.160 2.090 1,36 35,42
BBCA 30.000 29.950 4,65 30,47
ANTM 815 820 0,99 28,28
KLBF 1.445 1.440 4,26 28,24

Sumber: RTI

Disclaimer: Informasi ini bukan dimaksudkan sebagai rekomendasi, melainkan bertujuan edukasi semata. Investasi/trading saham merupakan investasi/trading berisiko yang menuntut keahlian analisis fundamental maupun teknikal. Segala risiko yang timbul berkaitan dengan penggunaan informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor/trader sendiri.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bisnis Data Center Angkat Prospek TOTL
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Bisnis Data Center Angkat Prospek TOTL

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) akan memfokuskan bisnisnya pada proyeksi kontruksi data center. Ini berpotensi mendongkrak laba TOTL pada 2027.

Saham Big Caps Jadi Pemberat, Laju IHSG Semakin Melambat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Saham Big Caps Jadi Pemberat, Laju IHSG Semakin Melambat

IHSG ambruk pasca MSCI umumkan rencana reklasifikasi pasar Indonesia ke standalone market. Saham bank big caps di posisi teratas pemberat IHSG.

Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS

Rupiah kembali menembus 18.000  ke Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS) atau  melemah 0,50% secara harian pada Jumat (16/10).

Gaet Mitra Baru Demi Perkuat Bisnis
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Gaet Mitra Baru Demi Perkuat Bisnis

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menggandeng Deniko asal Denmark untuk memperkuat segmen bisnis manufaktur

Imbal Hasil SBN Berpotensi Meningkat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Imbal Hasil SBN Berpotensi Meningkat

Tekanan dari eksternal  dan internal masih akan menekan pasar surat utang domestik hingga akhir tahun

Sanksi Lambat, MSCI Lebih Cepat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Sanksi Lambat, MSCI Lebih Cepat

Sebelum usulan MSCI terkait penurunan status pasar Indonesia, sudah berembus kabar akan ada sanksi kepada pelanggar transaksi pasar saham

Bursa Efek Zimbabwe
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Bursa Efek Zimbabwe

Tak terbayangkan jika Indonesia akan terisolir dan diperlakukan selevel dengan pasar-pasar seperti Zimbabwe, Ukraina, dan Palestina.

Pelemahan Rupiah Pekan Ini Terimbas Pengumuman MSCI
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Pelemahan Rupiah Pekan Ini Terimbas Pengumuman MSCI

 Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,50% secara harian menjadi Rp 18.027 per dolar AS pada Jumat (16/10)

Saham HSC sebagai Jaminan Utang Bank
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Saham HSC sebagai Jaminan Utang Bank

Risiko muncul ketika nilai efek yang menjadi dasar transaksi turun tajam, sedangkan kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi. 

OJK Perketat Beleid Rencana Bisnis Bank
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:00 WIB

OJK Perketat Beleid Rencana Bisnis Bank

Lewat aturan baru, bank dituntut lebih cermat mengatur ekspansi usaha, membagi dividen, hingga terkait penyaluran kredit.

INDEKS BERITA

Terpopuler