IHSG Sepekan Naik 10,72%, Ini Penyebabnya

Sabtu, 28 Maret 2020 | 06:14 WIB
IHSG Sepekan Naik 10,72%, Ini Penyebabnya
[ILUSTRASI. Petugas keamanan mengenakan masker berjaga di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (26/3). Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempersingkat jam perdagangan di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), serta mempersingkat waktu pelaporan di Penerima Lapora]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (27/3) ditutup menguat 4,76% di level 4.545,57, melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Alhasil, jika dihitung dalam sepekan terakhir, IHSG sudah menguat 10,72%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyatakan, lompatan IHSG dalam dua hari terakhir di pekan ini sebenarnya rebound sesaat dan belum memasuki fase bullish. IHSG masih akan menguji level 4.250-4.500.

Baca Juga: Mumpung Murah, Manajer Investasi (MI) Tetap Rajin Rilis Reksadana Baru

Penguatan IHSG kali ini masih dominan ditopang oleh sentimen dari luar negeri. Dia mencontohkan, penguatan IHSG yang cukup signifikan pada Kamis (26/3), didorong oleh program Unlimited Quantitative Easing (QE) The Fed.

Rencana kucuran dana dari Bank Indonesia (BI) untuk membeli pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dijual oleh asing memperkuat sentimen dari luar negeri. "Penguatan IHSG memang terpengaruh oleh penguatan bursa global, terlebih karena kita terpotong libur tanggal 25 kemarin," jelas Herditya kepada KONTAN, Jumat (27/3).

Baca Juga: IHSG menguat, 10 saham ini diborong asing pada penutupan perdagangan Jumat (27/3)

Pasar juga bereaksi positif terhadap sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh BEI dan OJK. Misalnya, BEI akan mempersingkat waktu perdagangan dari yang tadinya tutup pukul 16.00 WIB menjadi 15.00 WIB mulai Senin (30/3). Sejumlah kebijakan itu dinilai masih efektif untuk menahan laju koreksi IHSG.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga menilai, penguatan IHSG pada dua hari terakhir pekan ini didorong oleh sentimen utama penguatan Dow Jones yang reli sejak Selasa (24/3).

Baca Juga: Ini saham-saham pendorong IHSG dalam sepekan ini

Kemeriahan bursa saham Amerika Serikat (AS) itu merupkan merupakan respon investor terhadap rencana stimulus fiskal AS senilai sekitar US$ 2 triliun. "Dari dalam negeri, sentimen paket kebijakan dan kebijakan terbaru untuk meredam dampak Covid-19 juga direspon positif," kata Valdy.

Dia menambahkan, pelonggaran pembayaran kredit segmen mikro dan kecil, serta bantuan langsung tunai (BLT) melalui kartu pra kerja juga direspons positif pasar. Begitu pula relaksasi kredit dan berbagai upaya BI untuk meningkatkan likuiditas disambut positif pelaku pasar.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Imbas Kenaikan BI-Rate ke Suku Bunga Kredit, Akankah Cicilan Makin Mahal?
| Rabu, 10 Juni 2026 | 16:20 WIB

Menakar Imbas Kenaikan BI-Rate ke Suku Bunga Kredit, Akankah Cicilan Makin Mahal?

Tujuan utama BI saat ini adalah menahan tekanan rupiah, menjaga ekspektasi inflasi, dan menarik kembali dana asing ke aset rupiah.

Dapat Restu RUPST, DSNG Tebar Dividen Rp 498 Miliar
| Rabu, 10 Juni 2026 | 12:48 WIB

Dapat Restu RUPST, DSNG Tebar Dividen Rp 498 Miliar

Pembagian dividen ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar DSNG pada Selasa (9/6). ​

Minta Restu RUPSLB, LOPI Berencana Private Placement
| Rabu, 10 Juni 2026 | 12:45 WIB

Minta Restu RUPSLB, LOPI Berencana Private Placement

Dalam private placement, PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) akan menerbitkan saham baru maksimal 110 juta saham.

Pradiksi Gunatama (PGUN) Incar Pertumbuhan Laba dan Siap Memenuhi Free Float
| Rabu, 10 Juni 2026 | 12:39 WIB

Pradiksi Gunatama (PGUN) Incar Pertumbuhan Laba dan Siap Memenuhi Free Float

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) membidik pertumbuhan kinerja di tahun 2026. PGUN juga bersiap memenuhi batas minimum free float.

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas
| Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas

Sebagai badan yang akan mengkoordinasi ekspor batubara, CPO dan ferro alloy, DSI akan memanfaatkan infrastruktur logistik yang terintegrasi.

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:50 WIB

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer

Realisasi kinerja kuartal I-2026 mencerminkan kondisi portofolio yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG )berjalan dengan baik.

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:45 WIB

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu

Penurunan harga saham emiten bahan baku jadi bandul pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:38 WIB

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan

Dalam fiskal, bahaya sering tidak datang seperti badai yang menghantam tiba-tiba. Ia datang seperti rembesan air di dinding rumah kita.

Pereda Nyeri Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:32 WIB

Pereda Nyeri Rupiah

Kita tidak bisa menutup mata, efektivitas langkah otoritas moneter menjaga rupiah kerap tumpul lantaran tak dibarengi dukungan otoritas fiskal.

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:07 WIB

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup

BI secara berkala mengukur kecukupan cadangan devisa menggunakan indikator internasional yang ditetapkan IMF

INDEKS BERITA

Terpopuler