Impor Tetap Tumbuh, Defisit Neraca Perdagangan Mencapai US$ 8,75 M di Tahun Lalu

Senin, 21 Januari 2019 | 07:00 WIB
Impor Tetap Tumbuh, Defisit Neraca Perdagangan Mencapai US$ 8,75 M di Tahun Lalu
[]
Reporter: Benedicta Prima, Grace Olivia | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun lalu mencetak defisit senilai US$ 8,75 miliar. Defisit kian meningkat sejalan dengan impor yang masih tumbuh. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor 2018 sebesar US$ 180,06 miliar, sedangkan impor US$ 188,63 miliar.

Untuk impor, barang konsumsi masih memimpin dengan kenaikan 22,03%. Diikuti impor bahan baku yang melonjak 20,06% dan impor barang modal naik 19,54%.
Nah, golongan bahan baku atau penolong menyumbang porsi 75,01% atau senilai US$ 141,49 miliar dari total impor sepanjang  2018.

Sayangnya, pertumbuhan laju impor bahan baku dan barang modal tidak pararel dengan pertumbuhan industri pengolahan alias manufaktur lokal. Laju pertumbuhan industri manufaktur Indonesia terus melambat dan berada di bawah laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Hanya di 2011 pertumbuhan industri manufaktur mencapai 6,26% atau di atas pertumbuhan PDB nasional 6,17%. Tahun 2017, pertumbuhan industri manufaktur cuma 4,27%, di bawah kinerja ekonomi Indonesia di angka 5,07%. Data BPS per kuartal-III 2018, pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,33%, padahal pertumbuhan PDB  5,17%.

Penurunan pertumbuhan  industri manufaktur tersebut salah satunya terjadi karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menjelaskan kondisi ini wajar mengingat industri manufaktur di dunia juga mengalami kemunduran. "Saat ini industri manufaktur turun terhadap PDB karena ada pertumbuhan industri baru yaitu jasa,” jelas Benny ke KONTAN, Sabtu (19/1).

Kalaupun terjadi lonjakan impor bahan baku dan barang modal, menurut Benny, kondisi tersebut tidak bisa disamakan dengan pola permintaan yang ada. Sebab, industri manufaktur memang ada jeda untuk bisa memanfaatkan bahan baku atau barang modal tersebut. "Impor tahun lalu untuk dipakai tahun ini, istilahnya time lag," tuturnya.

Bagikan

Berita Terbaru

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 16:06 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik

Nilai tukar rupiah yang terus melemah menyebabkan biaya piknik warga Indonesia ke luar negeri semakin mahal.

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:51 WIB

Iming-Iming Insentif Belum Tentu Efektif

Pemerintah memberikan fasilitas perpajakan yang lebih menarik untuk DHE SDA dibandingkan instrumen investasi reguler

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:27 WIB

Mega Perintis (ZONE) Merevitalisasi Gerai dan Investasi Mesin

ZONE menyiapkan capex sebesar Rp 21 miliar pada tahun 2026untuk ekspansi jaringan ritel, revitalisasi gerai, dan peningkatan kapasitas manufaktur.

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:18 WIB

Intra Golflink Resort (GOLF) Siapkan Dana Capex Rp 300 Miliar

Target capex tahun ini meningkat dibandingkan realisasi belanja modal sepanjang 2025 yang mencapai Rp 202,5 miliar.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun
| Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO Rp 4,54 Triliun

Dana hasil IPO itu digunakan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)untuk mendukung pengembangan tambang emas Pani di Gorontalo. 

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:59 WIB

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Bayar Obligasi Jatuh Tempo dan Rilis Obligasi Baru

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyiapkan jumbo dana untuk melunasi kewajiban obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo. 

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:53 WIB

Berencana Akuisisi Anak PTRO, SINI Gelar Rights Issue Jumbo

Jumlah dana yang akan diterima PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dari rights issue sebanyaknya Rp 3,6 triliun.

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:44 WIB

Meneropong Prospek Saham dan Kinerja NAYZ Usai Banting Setir Ke Bisnis Teknologi

Transformasi bisnis akan diikuti divestasi sejumlah aset untuk produksi makanan bayi, termasuk yang diperoleh dari hasil IPO.

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:36 WIB

Harga Minyak Loyo, Emiten Migas Layu

Normalisasi harga minyak dunia berpotensi mempengaruhi kelangsungan usaha emiten-emiten produsen minyak dan gas (migas). 

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:31 WIB

IHSG dan Rupiah Menukik, Pasar Keuangan Domestik Semakin Tak Menarik

Risiko berinvestasi di Indonesia semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah semakin terkapar.

INDEKS BERITA

Terpopuler