Industri F&B Mulai Mengerek Harga Jual
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) di dalam negeri mulai menyesuaikan harga jual produk pada pertengahan tahun ini. Langkah tersebut ditempuh di tengah kenaikan berbagai komponen biaya produksi yang semakin menekan industri.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan kenaikan harga produk mamin saat ini berada di kisaran 3%-7%. "Kenaikan harga jual ini karena faktor global, bahan baku, nilai tukar, plastik kemasan, logistik, energi, semua naik yang luar biasa. Itu di luar dugaan," kata dia, Rabu (16/9).
Baca Juga: Pemulihan Industri Mamin Masih Belum Merata
