Tata Kelola Pertanahan Mendesak Dibenahi

Kamis, 17 September 2026 | 07:53 WIB
Tata Kelola Pertanahan Mendesak Dibenahi
[ILUSTRASI. OTT kasus dugaan korupsi HGB Summarecon (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)]
Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan suap dalam pengurusan layanan pertanahan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dalam perkara yang melibatkan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), KPK menyebut ada dugaan pemberian uang sebesar Rp 1,5 miliar untuk pengurusan pembukaan blokir dan pemecahan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Anggaran Bayangan Korupsi Kepala Daerah

KPK juga menetapkan delapan tersangka dan menyita uang tunai sekitar Rp 106,3 miliar dalam berbagai mata uang. KPK masih mendalami dugaan penerimaan dan aliran uang lainnya dalam layanan pertanahan.

Penasehat Senior Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) Gunawan menilai kasus ini perlu menjadi perhatian dalam tata kelola administrasi pertanahan, khususnya terkait penanganan sengketa dan pemblokiran hak atas tanah.

"Kasus pertanahan berupa sengketa, perkara, konflik pertanahan yang berdampak pada pemblokiran hak atas tanah membuka praktik percaloan ketika akses kepada mekanisme penanganannya rumit, sedangkan tanah memiliki nilai ekonomis," kata dia kepada KONTAN, Rabu (16/9).

Menurut Gunawan, pengawasan juga perlu diperkuat pada Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan di daerah dengan kebutuhan tanah untuk kepentingan komersial yang tinggi, seperti perkebunan dan perumahan. "Pengawasan khusus mesti ada kepada Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan di daerah yang kebutuhan tanah untuk kepentingan komersial tinggi, misalnya HGU perkebunan dan HGB perumahan," tandas dia.

Selain pengawasan, IHCS mendorong perbaikan birokrasi pertanahan serta pelibatan masyarakat dan pemerintah desa dalam proses pendaftaran tanah.

Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menyatakan pihaknya sedang menyiapkan langkah internal untuk mencegah praktik serupa kembali terjadi. Ia mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan kooperatif terhadap KPK.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Moneymaxxing, Cara Cerdik Mengoptimalkan Tiap Rupiah yang Ada
| Minggu, 08 November 2026 | 16:21 WIB

Moneymaxxing, Cara Cerdik Mengoptimalkan Tiap Rupiah yang Ada

Moneymaxxing belakangan jadi tren dalam pengelolaan keuangan. Simak penjelasannya!                  

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh
| Minggu, 08 November 2026 | 08:58 WIB

Waralaba Perlu Inovasi biar Tak Tenggelam Saat Pasar Jenuh

Industri waralaba di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan, meski lajunya melambat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. 

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah
| Minggu, 08 November 2026 | 07:55 WIB

Inspirasi Bos OSL Indonesia: Belajar Mandiri dari Sosok Ayah

Kemauan untuk mencari tahu dan ketekunan dalam mempelajari sesuatu juga menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai hal.

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan
| Minggu, 08 November 2026 | 06:35 WIB

Memetik Cuan dari Jasa Foto Instan

Jasa foto instan menjadi peluang usaha yang menarik di tengah maraknya berbagai event. Pelaku usaha menawarkan pengalama

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T
| Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Sambung Konektivitas dan Kontribusi Nyata di Wilayah 3T

TBIG menjaga keterhubungan jaringan untuk kelangsungan bisnis dengan menerapkan prinsip keberlanjutan. Apa saja upayanya

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Sagu Sebagai Substitusi Tapioka

Impor tapioka sebesar 267.062 ton pada tahun 2024,  jumlahnya turun ketimbang 2019 sebesar 300.000 ton per tahun. 

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dari Premi Kecil Menuju Pasar yang Lebih Besar

Dengan premi lebih murah dan kanal digital, asuransi mikro berpeluang menjangkau masyarakat yang belum memiliki perlindungan.

 
Menara Gading Ekonomi
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Menara Gading Ekonomi

Di atas kertas, Indonesia tampil sebagai salah satu ekonomi pesat di antara negara-negara besar dunia.

Dorong Penetrasi lewat Ojek Online hingga Kurir
| Minggu, 08 November 2026 | 06:10 WIB

Dorong Penetrasi lewat Ojek Online hingga Kurir

Pemerintah mendorong ojol, kurir, perusahaan, dan instansi menggunakan motor listrik. Kebijakan yang tepat?

Masa Berat dan Paradoks Angka 33 Juta Investor
| Minggu, 08 November 2026 | 05:30 WIB

Masa Berat dan Paradoks Angka 33 Juta Investor

Apapun profil risiko, hindari saham tidak likuid, konsentrasi kepemilikan tinggi dan rekomendasi media sosial yang menjanjikan keuntungan instan.

INDEKS BERITA

Terpopuler