KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali kuartal II-2022, sejumlah risiko masih membayangi pertumbuhan ekonomi global. Mulai dari konflik Rusia - Ukraina yang semakin memanas, berdampak pada kenaikan harga energi.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran adanya hiperinflasi di AS di tengah siklus kenaikan suku bunga the Fed. Sejumlah agresi militer yang dilancarkan Rusia ke Ukraina, berikut sanksi embargo minyak Rusia membuat kelangkaan persediaan minyak dunia.
