Inflasi & Digitalisasi Pekerjaan Rumah Gubernur BI

Rabu, 07 September 2022 | 07:35 WIB
Inflasi & Digitalisasi Pekerjaan Rumah Gubernur BI
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi Indonesia masih menghadapi tantangan berat. Ini akan menjadi tugas bagi Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru. Ada beberapa hal penting yang perlu diselesaikan, mulai mengerem inflasi hingga digitalisasi.

Masa jabatan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo akan berakhir pada Mei dan April 2023 mendatang. Masih jauh memang. Namun, belum juga  habis tahun ini, sudah muncul sederet nama yang menjadi kandidat kuat pengganti Perry dan Doddy. 

Berdasarkan informasi yang diterima KONTAN, setidaknya ada tiga nama kuat calon Gubernur BI. Di antaranya adalah Perry sendiri sebagai petahana, Budi Gunadi Sadikin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Kesehatan serta Kartika Wirjoatmodjo yang saat ini sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Baca Juga: Inilah Lima Ancaman Global ke Ekonomi Indonesia

Sedangkan calon pengganti Deputi Gubernur, di antaranya Filianingsih yang saat ini menjabat Asisten Gubernur BI, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran serta Yati Kurniati yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. 

Namun, siapa pun yang nantinya akan menjabat posisi Gubernur BI maupun Deputi Gubernur BI, memiliki pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dalam menghadapi sederet tantangan yang masih menghadang perekonomian Indonesia.

"Sehingga bagaimana peran dan upaya BI untuk mengambil langkah dalam menjaga nilai tukar rupiah, menjaga aliran modal asing untuk masuk, dan pendalaman pasar keuangan dengan lima pilar bauran kebijakannya," tutur Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Selasa (6/9). 

Ia mencatat tiga pekerjaan rumah BI yang baru; pertama, kebijakan moneter untuk menjangkar inflasi, khususnya inflasi inti agar bisa kembali di bawah 4%. Kedua, dari sisi inklusivitas agar ada instrumen untuk mendukung pembiayaan, pembinaan, dan pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa terus berkembang. 

Ketiga, pengembangan digital cross border payment agar makin memudahkan transaksi. Selain itu, kesiapan BI terkait rupiah digital, mengingat banyak lembaga internasional yang mendukung adanya Central Bank Digital Currency (CBDC).

Soal CBDC, Bhima Yudhistira Direktur  Center of Economic and Law Studies (Celios) berpendapat, BI perlu memastikan keamanan data, interoperabilitas antar bank sentral dengan platform digital, jangkauan CBDC ke  UMKM, hingga antisipasi dampak krisis dari CBDC. 

BI juga perlu mendorong konversi devisa hasil ekspor (DHE) ke rupiah. Sebab kebijakan ini  sepi peminat karena minim insentif. 

Sementara Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah berharap BI terus membenahi transmisi kebijakan suku bunga acuan agar efektif dalam menekan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Hal ini bisa menghilangkan berbagai anomali sektor keuangan seperti suku bunga kredit yang tinggi.

Bagikan

Berita Terbaru

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan

Btcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Upaya menembus US$ 85.000 pada awal pekan belum berhasil.

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?

ADHI tengah mengajukan restrukturisasi utang sekitar Rp 3 triliun melalui Master Restructuring Agreement (MRA).

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:00 WIB

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?

Bisnis logistik umumnya memiliki karakteristik margin yang kompetitif dan ketat di awal akibat perang tarif antarpemain.

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra

Pemerintah menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi bijih nikel 290 juta ton, lebih rendah dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton.

DOOH Gandeng Tiga Mitra Asal China Fokus Data Center, Ini Profil dan Risikonya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:39 WIB

DOOH Gandeng Tiga Mitra Asal China Fokus Data Center, Ini Profil dan Risikonya

DOOH membidik pengembangan PLTS berkapasitas 2 gigawatt (GW) dan kampus AI data center berkapasitas hingga 1,6 GW di Jawa Barat.

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:59 WIB

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Pfizer Indonesia kepada Pfizer Corporation Hong Kong Limited. ​

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:52 WIB

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar

Emiten produsen jamu dan farmasi tersebut akan menyalurkan dividen Rp 300 miliar. Setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp 10 per saham.​

 Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya

Kucuran dana jumbo Danantara ke pasar modal belum tentu cukup menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner

Melihat strategi PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dalam mengembangkan toko roti dan kue

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus

Kasus tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi terdampak kabut asap.            

INDEKS BERITA

Terpopuler