Ingin Kendalikan Harga, China Akan Melepas Cadangan Komoditas Pokok

Jumat, 06 Agustus 2021 | 14:17 WIB
Ingin Kendalikan Harga, China Akan Melepas Cadangan Komoditas Pokok
[ILUSTRASI. Orang mengantri di sebuah fasilitas tes yang ada. di sebuah mal di distrik Jiangning, Provinsi Jiangsu, China. 21 Juli 2021. cnsphoto via REUTERS ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akan melepaskan cadangan komoditas yang “penting untuk kehidupan” secara tepat waktu dan tepat sasaran. Demikan pernyataan lembaga perencana negara itu, Jumat (6/8), menyusul bencana banjir yang melanda beberapa daerah dan kebangkitan infeksi Covid-19 di negara tersebut

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengatakan akan memperkuat pengendalian dan pencegahan penyakit flu babi Afrika pada ternak babinya setelah bencana banjir. Lembaga itu juga memastikan pasokan produk penting.

Melalui pernyataan tertulis, NDRC memastikan harga tidak naik tajam, sambil memastikan pasokan sejumlah komoditas pokok ke pasar.

Lembaga itu juga mengatakn akan memperkuat pengawasan pasar dan menindak tegas pembuatan dan penyebaran informasi tentang kenaikan harga, penimbunan dan kolusi untuk menaikkan harga.

Baca Juga: Kasus Covid-19 meningkat, begini kondisi stabilitas sistem keuangan kuartal II 2021

Banjir yang melanda provinsi Henan, bulan lalu, telah membinasakan tanaman dan hewan petani setempat. Warga di kawasan itu juga menanti sumbangan disinfektan untuk menghentikan penyebaran penyakit hewan.

China juga telah melihat kebangkitan wabah virus corona baru-baru ini, dengan 124 kasus baru dilaporkan pada Jumat.

Kota Yangzhou di Provinsi Jiangsu, salah satu daerah yang paling parah dilanda wabah Covid-19 baru-baru ini, menyaksikan kenaikan harga sayuran hingga 50% pada 27 Juli. Komoditas lain yang mengalami lonjakan harga seperti daging babi, makanan laut, dan telur, ujar seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Kota Yangzhou, Selasa kemarin.

Pasokan sayuran dan produk pertanian utama lain, dan harga produk pertanian penting akan segera kembali ke tingkat normal di Yangzhou, demikian pernyataan Jiang Kaisheng, wakil direktur di Komisi Pembangunan dan Reformasi Kota Yangzhou. 

Selanjutnya: Ekonomi AS membaik ditandai dengan penurunan angka pengangguran

 

Bagikan

Berita Terbaru

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang

Tidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani

Dua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun.  ​

INDEKS BERITA

Terpopuler