Ingin Menjadi Pusat Pendanaan Korporat, Singapura Siapkan Insentif Berikut

Jumat, 17 September 2021 | 09:59 WIB
Ingin Menjadi Pusat Pendanaan Korporat, Singapura Siapkan Insentif Berikut
[ILUSTRASI. FILE PHOTO - An office worker walks past a logo of the Singapore Exchange (SGX) outside its premises in the financial district of Singapore April 23, 2014. REUTERS/Edgar Su/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Singapura bergerak untuk menarik lebih banyak perusahaan lokal dan luar negeri untuk meningkatkan modal di Singapore Exchange (SGX). Untuk meningkatkan daya tariknya sebagai pusat pembiayaan korporat, Singapura, Jumat (17/9) meluncurkan paket pendanaan dan langkah-langkah insentif.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, mengatakan pemerintah dan perusahaan investasi milik negara, Temasek, akan menyiapkan dana investasi bersama untuk ditempatkan dalam pendanaan tahap akhir, dan penawaran saham perdana dari perusahaan yang memiliki pertumbuhan tinggi. Langkah ini untuk memastikan perusahaan berkategori high growth itu melakukan pencatatan saham di bursa Singapura.
 
"Kami telah mendengar berulang kali bahwa satu area di mana Singapura dapat berbuat lebih baik adalah membuat pasar ekuitas publik kami lebih kondusif bagi perusahaan-perusahaan yang tumbuh inovatif,” tutur Gan Kim Yong, menteri perdagangan dan industri, dalam acara di siaran SGX secara virtual.

Baca Juga: Startup punya program akselerasi karir, ini rinciannya

“Seiring semakin banyak perusahaan rintisan kami yang berkembang menjadi perusahaan regional dan global, memiliki pasar ekuitas rumah yang dinamis menjadi lebih relevan,” imbuh Gan.

Langkah ini menyusul aturan baru yang diluncurkan SGX awal bulan ini. Aturan itu menjadikan SGX sebagai bursa pertama di Asia, yang memungkinkan pencatatan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC), menyusul bursa di Amerika Serikat (AS). 

Dengan memiliki basis investor ritel di kota berpenduduk 5,7 juta orang, SGX telah berjuang 

Sebagai negara kota yang cuma berpenduduk 5,7 juta orang, Singapura memiliki kendala basis ritel investor yang terbatas. SGX pun kesulitan menarik penawaran umum perdana (IPO) regional bernilai besar. Bursa itu bahkan mengalami gelombang delisting, meskipun masih tetap menjadi tempat penggalangan dana global untuk trust investasi real estat.

Dengan modal tahap pertama sebesar SGD 1,5 miliar, atau setara Rp 15,6 triliun, dana baru ini akan dikelola secara komersial oleh 65 Equity Partners, sebuah platform investasi yang sepenuhnya dimiliki Temasek.

EDBI, lini investasi dari Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura, akan merancang Growth IPO Fund yang akan diputarkan di perusahaan yang sudah memasuki tahap-tahap akhir pendanaan, sekitar dua atau lebih putaran sebelum IPO.  Saat ini, EDBI melakukan investasi di putaran-putaran awal pendanaan. 

Baca Juga: Ini efek samping serius dari vaksin Sinovac yang terjadi di Singapura

Bermodalkan dana yang awalnya bernilai SGD 500 juta (Rp 5,3 triliun), EDBI akan menyalurkan modal ke perusahaan high growth yang berniat mengembangkan kegiatan operasinya di Negeri SInga itu. Tujuan akhir EDBI, memastikan perusahaan yang didanainya itu melakukan listing di SGX.

Rencana tersebut diumumkan bersama hari ini oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, EDBI, Temasek, Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan SGX.

MAS, yang merupakan bank sentral sekaligus regulator keuangan di Singapura, mengatakan akan meningkatkan hibah untuk mendukung pencatatan ekuitas di negerinya.

Selanjutnya: AS Siapkan Pembayaran Tahap Ketujuh untuk Korban Skema Ponzi Madoff

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau
| Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau

Beroperasinya PLTS Tobelo ini akan memperkuat portofolio EBT PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) dan menciptakan recurring income.

Ilusi Pertumbuhan, Growth Tanpa Value
| Senin, 20 April 2026 | 09:54 WIB

Ilusi Pertumbuhan, Growth Tanpa Value

Paradoks China paling tajam  Negara berkembang, mentransformasi diri.  Tapi transformasi ekonomi saja tidak cukup memenangkan kepercayaan pasar.

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi
| Senin, 20 April 2026 | 09:31 WIB

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bertransformasi agar hasilnya berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026
| Senin, 20 April 2026 | 08:37 WIB

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026

Hingga kuartal I-2026, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp 173,1 miliar, meningkat sekitar 36% secara tahunan dibandingkan tahun lalu.

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G
| Senin, 20 April 2026 | 08:27 WIB

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G

Saat ini industri masih fokus pada penyelesaian integrasi jaringan dan penggelaran jaringan dalam upaya peralihan jaringan ke 5G.

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?
| Senin, 20 April 2026 | 08:22 WIB

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?

Pelemahan Dolar AS membuka potensi penguatan mata uang safe haven. Cari tahu mana yang paling menarik dan strategi terbaik untuk investor.

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya

Kinerja emiten batubara kuartal II 2026 bisa membaik ditopang harga tinggi. Cari tahu tantangan global dan domestik yang membatasi pertumbuhan

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?
| Senin, 20 April 2026 | 07:59 WIB

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?

Divestasi Kestrel Coal Group Pty. Ltd., diproyeksi bakal menyuntikkan dana segar dalam jumlah signifikan.

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax
| Senin, 20 April 2026 | 07:25 WIB

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax

Evaluasi tersebut tercantum dalam naskah urgensi perubahan PMK Nomor 130/PMK.010/2020 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 20 April 2026 | 07:17 WIB

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sepanjang pekan lalu, total jenderal investor asing mencatatkan aksi jual alias net sell sekitar Rp 2,31 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler