Berita

Ini Alasan Pemerintah Hati-Hati Mengerek Target Penerimaan Cukai Tahun Depan

Selasa, 03 September 2019 | 07:44 WIB

ILUSTRASI. Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat menaikkan target penerimaan cukai tahun depan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, tercantum target penerimaan cukai sebesar Rp 180,72 triliun.

Target sebesar itu memperlihatkan pertumbuhan penerimaan cukai sebesar 8%. Angka target itu juga lebih tinggi Rp 1,42 triliun daripada target penerimaan cukai yang pertama kali diusulkan pemerintah.

Kementerian Keuangan (Kemkeu) awalnya mematok target penerimaan cukai sebesar Rp 179,3 triliun. Angka itu tumbuh 8,2% dari outlook APBN 2019 yang sebesar Rp 165,8 triliun.

Baca Juga: Penerimaan cukai dipatok tumbuh 9%, tarif cukai rokok pasti naik dobel digit

Namun, DPR menilai angka yang disodorkan pemerintah itu mencerminkan pertumbuhan yang terlalu moderat, dan kurang mendukung target penerimaan negara secara keseluruhan tahun depan.

Banggar pun meminta pemerintah mengerek target pertumbuhan penerimaan cukai tahun depan lebih tinggi lagi, menjadi 9,5%.

Namun pemerintah mencemaskan kenaikan cukai yang terlalu tinggi akan berdampak meningkatnya peredaran rokok illegal. Padahal, upaya meredam peredaran rokok illegal masih masuk dalam agenda Bea Cukai di tahun ini.

Karena itu, "Kami berharap, cukai angka pertumbuhannya 9% saja," tutur Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Baca Juga: Indef: Diskon rokok membuat pendapatan PPh hilang Rp 1,73 triliun

Menurut Heru, kenaikan target penerimaan cukai tersebut akan berimplikasi pada kenaikan tarif cukai rokok. Sebab, cukai rokok masih menjadi sumber utama penerimaan cukai dengan porsi rata-rata 96,1%.

"Yang kami pastikan dengan angka pertumbuhan penerimaan 9%, kenaikan tarif (cukai rokok) pasti double digit. Nah, kami tentunya harus betul-betul memperhatikan seluruh faktor, jangan sampai ada excessive dan nanti kemudian ada dampak-dampak turunan lainnya yang tidak diperlukan," tambah Heru.

Tahun depan Bea Cukai bakal melakukan harmonisasi keputusan dengan berbagai kepentingan lain yang menyangkut industri. Sebab, kenaikan tarif cukai rokok juga memiliki dampak lain yang perlu diantisipasi, karena belum tentu optimal dalam mengerek penerimaan cukai secara keseluruhan

Reporter: Grace Olivia
Editor: Thomas Hadiwinata

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga