Ini Penyebab Laba Bersih Bumi Resources Minerals (BRMS) Naik 97% di Kuartal I 2020

Selasa, 02 Juni 2020 | 14:09 WIB
Ini Penyebab Laba Bersih Bumi Resources Minerals (BRMS) Naik 97% di Kuartal I 2020
[ILUSTRASI. Bumi Resources Minerals]
Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan kenaikan laba bersih sepanjang kuartal I 2020. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat naik 97,32% year on year (yoy) menjadi US$ 165.057. 

Namun, kenaikan laba ini bukan karena pendapatan yang juga meningkat, melainkan karena adanya laba selisih kurs. Pendapatan anak perusahaan Grup Bakrie itu tercatat US$ 991.860 atau turun 21,3% dibandigkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,26 juta. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Victoria Care Indonesia (VICI) Kaji Ulang Target Tahun Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 04:20 WIB

Victoria Care Indonesia (VICI) Kaji Ulang Target Tahun Ini

Sebagai gambaran, VICI sebelumnya membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level single digit sepanjang tahun ini.

Asuransi Umum Andalkan Kontribusi Nasabah Lama
| Senin, 18 Mei 2026 | 04:15 WIB

Asuransi Umum Andalkan Kontribusi Nasabah Lama

Perusahaan asuransi umum kini semakin mengandalkan nasabah lama demi menjaga pertumbuhan bisnis dari lini asuransi properti.

Pelemahan Rupiah Usik Bisnis Properti
| Senin, 18 Mei 2026 | 04:10 WIB

Pelemahan Rupiah Usik Bisnis Properti

Perlambatan ekonomi menyebabkan marketing salesatau prapenjualan pengembang turun cukup dalam pada kuartal I-2026.

Harga Emas Terus Tertekan, Tren Berubah?
| Minggu, 17 Mei 2026 | 15:30 WIB

Harga Emas Terus Tertekan, Tren Berubah?

Selain faktor inflasi dan suku bunga, pasar juga mulai mencermati potensi pelemahan permintaan fisik emas global.

Saham Perbankan BBRI, BMRI, BBCA Banyak Dilepas Asing Meski Bertahan di MSCI
| Minggu, 17 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saham Perbankan BBRI, BMRI, BBCA Banyak Dilepas Asing Meski Bertahan di MSCI

Meski aksi jual asing cukup besar, sejumlah investor institusi global juga masih melakukan akumulasi saham bank-bank besar nasional.

Lawan Arus, Enam Saham Bakrie Hiasi Top Leaders IHSG di Tengah Sentimen Negatif MSCI
| Minggu, 17 Mei 2026 | 12:15 WIB

Lawan Arus, Enam Saham Bakrie Hiasi Top Leaders IHSG di Tengah Sentimen Negatif MSCI

Kenaikan harga saham emiten Grup Bakrie mencerminkan rotasi trading jangka pendek di tengah tekanan besar pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Emiten Haji Isam Bertambah Jadi Empat: Simak Performa JARR, PGUN, TEBE, Hingga PACK
| Minggu, 17 Mei 2026 | 11:00 WIB

Emiten Haji Isam Bertambah Jadi Empat: Simak Performa JARR, PGUN, TEBE, Hingga PACK

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) merupakan emiten milik Haji Isam yang sahamnya paling menguntungkan.

OASA Bentuk BMN dan Genjot PSEL Tangsel Rp 2,6 Triliun, Ini Rekomendasi Sahamnya
| Minggu, 17 Mei 2026 | 10:00 WIB

OASA Bentuk BMN dan Genjot PSEL Tangsel Rp 2,6 Triliun, Ini Rekomendasi Sahamnya

Di proyek Tangerang Selatan, OASA menggenggam 76% kepemilikan melalui Indoplas Tianying Energy, sementara 24% dikuasai oleh China Tianying Inc.

Jangan Ada Poco-Poco
| Minggu, 17 Mei 2026 | 06:10 WIB

Jangan Ada Poco-Poco

Negara berhak mengoptimalkan penerimaan sumber daya alam. Tapi, cara mengumumkan dan mengeksekusi kebijakan sama pentingnya dengan isi kebijakan.

Kuota Tambang Anjlok, Rencana Bisnis & Investasi Tambang Terancam Mandek
| Minggu, 17 Mei 2026 | 05:50 WIB

Kuota Tambang Anjlok, Rencana Bisnis & Investasi Tambang Terancam Mandek

Pemangkasan kuota produksi tambang mengguncang industri batubara dan nikel. Banyak perusahaan kehilangan lebih dari separuh kuota produksi. 

 
INDEKS BERITA