Ini Tekanan Terbaru Pemerintah China terhadap Kerajaan Bisnis Jack Ma

Kamis, 24 Desember 2020 | 11:06 WIB
Ini Tekanan Terbaru Pemerintah China terhadap Kerajaan Bisnis Jack Ma
[ILUSTRASI. Suasana kantor Alipay Shanghai, yang dimiliki Ant Group, afiliasi raksasa e-commerce Alibaba di Shanghai, China, Senin (14/9/2020). REUTERS/Aly Song]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Alibaba Group belum lepas dari tekanan Pemerintah China. Langkah terbaru Beijing adalah menyelidiki dugaan perilaku monopoli yang dilakukan Alibaba dan segera memanggil para bos Ant Group, fintech milik raksasa e-commerce yang didirikan Jack Ma itu.

Aksi Beijing mengakibatkan harga saham Alibaba merosot  6% di bursa Hong Kong, awal perdagangan Kamis (24/12).

Sebelumnya, Beijing membatalkan rencana penawaran umum perdana Ant senilai $ 37 miliar, hanya dua hari sebelum saham mulai diperdagangkan di bursa Shanghai dan bursa Hong Kong.

Baca Juga: Simak 5 strategi Jack Ma dalam berbisnis hingga sukses seperti sekarang

Regulator telah mempersoalkan kebijakan "memilih satu dari dua” yang diterapkan raksasa e-commerce Alibaba terhadap merchant mereka. Kebijakan inin mengharuskan para merchant di Alibaba meneken pakta kerjasama eksklusif, yang mencegah mereka menawarkan produk serupa di platform pesaing Alibaba.

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) mengatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan atas praktik tersebut.

Regulator keuangan juga akan bertemu dengan afiliasi fintech Grup Ant Alibaba dalam beberapa hari mendatang. Demikian pernyataan tertulis People's Bank of China, Kamis.

Pertemuan itu untuk "memandu Ant Group untuk menerapkan pengawasan keuangan, persaingan yang sehat dan melindungi hak dan kepentingan yang sah dari konsumen," kata pernyataan itu.

Ant mengatakan telah menerima pemberitahuan dari regulator dan akan "mematuhi semua persyaratan regulasi". Sementara Alibaba tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Media pemerintah di China menyatakan dukungan kepada regulator. "Persaingan sehat adalah inti dari ekonomi pasar”, sementara monopoli “mendistorsi alokasi sumber daya, merugikan kepentingan pelaku pasar dan konsumen, dan membunuh kemajuan teknologi,” kata People's Daily, surat kabar resmi Partai Komunis yang berkuasa di Tiongkok.

Baca Juga: Trump meneken UU yang memungkinkan perusahaan China keluar dari bursa saham AS

Sektor internet China telah mendapat manfaat dari dukungan pemerintah untuk inovasi, tetapi industri harus mematuhi aturan dan hukum, tambahnya.

Jika "monopoli ditoleransi, dan perusahaan diizinkan untuk berkembang secara tidak teratur dan barbar, industri tidak akan berkembang dengan cara yang sehat dan berkelanjutan," kata editorial tersebut.

 

Selanjutnya: Zoom to expand presence in Singapore with R&D centre, hire hundreds

 

Bagikan

Berita Terbaru

Koreksi IHSG Tekan Transaksi  Sekuritas
| Rabu, 08 Juli 2026 | 05:35 WIB

Koreksi IHSG Tekan Transaksi Sekuritas

Tekanan pada industri sekuritas di paruh pertama 2026 tak bisa lepas dari koreksi IHSG dan arus keluar dana asing.

Kerja Sama QR Code hingga Antariksa
| Rabu, 08 Juli 2026 | 05:20 WIB

Kerja Sama QR Code hingga Antariksa

Indonesia mengantongi 16 kerja sama baru dengan India yang mencakup sektor pertahanan, energi, teknologi, kesehatan, hingga pendidikan. 

Polri Menyigi Dugaan Korupsi Pasokan Batubara
| Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15 WIB

Polri Menyigi Dugaan Korupsi Pasokan Batubara

Polri tengah menyelidiki dugaan penyimpangan pasokan batubara untuk sejumlah PLTU periode 2018–2026 yang diduga merugikan negara Rp 5 triliun.​

Danantara Kawal Proyek Listrik Hijau RI-Singapura
| Rabu, 08 Juli 2026 | 05:10 WIB

Danantara Kawal Proyek Listrik Hijau RI-Singapura

Pemerintah Indonesia dan Singapura mulai mempercepat proyek perdagangan listrik lintas batas kedua negara.

Singapura Memperluas Investasi di Indonesia
| Rabu, 08 Juli 2026 | 05:10 WIB

Singapura Memperluas Investasi di Indonesia

Singapura mempertegas komitmen investasi, kawasan Kendal Industrial Park akan bertambah 1.000 hektare.

Reli IHSG Bisa Berakhir Cepat, Saatnya Ambil Untung?
| Rabu, 08 Juli 2026 | 04:50 WIB

Reli IHSG Bisa Berakhir Cepat, Saatnya Ambil Untung?

IHSG mengakumulasi kenaikan 6,08% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih melemah 30,77%.

Permintaan Tetap Ramai, Bisnis Gadai Tumbuh Tinggi
| Rabu, 08 Juli 2026 | 04:35 WIB

Permintaan Tetap Ramai, Bisnis Gadai Tumbuh Tinggi

OJK mencatat pembiayaan gadai sebesar Rp 163,27 triliun hingga Mei 2026, atau  meningkat 57,97% secara tahunan.

Menguji Ketahanan Bank di Tengah Risiko
| Rabu, 08 Juli 2026 | 04:10 WIB

Menguji Ketahanan Bank di Tengah Risiko

Bank yang mature bukanlah bank yang paling berani memburu peluang, akan tetapi bank yang memahami batas aman dari risiko bisnis mereka.

Lima Tahun Lagi, Orang Super Kaya di Indonesia Diprediksi Melonjak 82%
| Selasa, 07 Juli 2026 | 21:43 WIB

Lima Tahun Lagi, Orang Super Kaya di Indonesia Diprediksi Melonjak 82%

Indonesia diproyeksi menjadi negara dengan pertumbuhan jumlah orang super kaya alias ultra high net worth individuals tercepat dunia hingga 2031.

Saham PPRE Menguat Konsisten, Sudah Cukup Menarik Untuk Dikoleksi?
| Selasa, 07 Juli 2026 | 20:57 WIB

Saham PPRE Menguat Konsisten, Sudah Cukup Menarik Untuk Dikoleksi?

Dana hasil pelepasan aset dapat meningkatkan posisi kas PP Presisi (PPRE), memperbaiki struktur permodalan, sekaligus menurunkan beban utang.

INDEKS BERITA

Terpopuler