Inilah Startup yang Paling Ditunggu untuk Mencatatkan Sahamnya di Nasdaq

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:53 WIB
Inilah Startup yang Paling Ditunggu untuk Mencatatkan Sahamnya di Nasdaq
[ILUSTRASI. Kantor pusat Airbnb di San Francisco, California, Amerika Serikat, 2 Agustus 2016. REUTERS/Gabrielle Lurie - RC174B233910]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALURU (Reuters). Airbnb Inc. berniat melakukan penawaran saham perdana alias intial public offering (IPO) di Nasdaq. Startup persewaan rumah itu akan menjadi emiten paling tenar yang melakukan pencatatan saham di Nasdaq pada tahun ini.

Awal bulan ini, Reuters melaporkan rencana Airbnb untuk mengumpulkan dana senilai US$ 3 miliar dari IPO yang ditargetkan berlangsung sebelum tahun 2020 berakhir. Dengan memasang target perolehan dan sebesar itu, Airbnb mengincar valuasi senilai lebih dari US$ 30 miliar.

Baca Juga: Nancy Pelosi, Ketua DPR AS, yakin soal stimulus bisa pasti sebelum pemilu

Rencana go public berikut valuasi yang berpotensi melonjak mencerminkan tren pemulihan dramatis Airbnb. Di awal tahun ini, Airbnb harus mendapat injeksi dana darurat dari investor, seiring dengan ketidakpastian prospek bisnis pariwisata.

Airbnb yang berbasis di San Francisco, mendapat keuntungan karena para pelancong menghindar dari hotel-hotel besar dan memilih rumah yang disewakan. Airbnb, pada Juli, menyatakan, menerima lebih dari satu juta pesanan menginap untuk semalam dalam satu hari. Itu volume pesanan tertinggi yang diraih kembali Airbnb, sejak 3 Maret lalu.

Airbnb tidak mengumumkan jadwal penyelesaian proses IPO, dengan mengajukan permohonan secara rahasia ke regulator pasar keuangan di Amerika Serikat, Agustus lalu.

Baca Juga: Daftar startup terkaya di dunia bulan September 2020, perusahaan TikTok di puncak

Reuters melaporkan awal tahun ini, investor miliarder William Ackman menawarkan peluang bagi Airbnb untuk bergabung dengan perusahaan cangkang yang khusus, sebelum melakukan go public. Namun, Airbnb memprioritaskan go public melalui proses IPO yang konvensional.

Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group Inc bertindak sebagai penjamin emisi utama untuk IPO tersebut, Reuters melaporkan bulan lalu, mengutip orang-orang yang mengetahui rencana tersebut.

Selanjutnya: Pecahkan rekor IPO, Jack Ma bersiap menjadi orang terkaya ke-11 dunia

 

Bagikan

Berita Terbaru

Arah Reksadana Campuran Menanti Kebijakan Bunga Acuan
| Selasa, 21 April 2026 | 06:00 WIB

Arah Reksadana Campuran Menanti Kebijakan Bunga Acuan

Indeks reksadana campuran tercatat minus 4,1% YtD, tapi ada yang masih positif. Ketahui reksadana mana yang bertahan di tengah gejolak pasar

Pasar Saham Domestik Masih Dibayangi Negatif, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 21 April 2026 | 05:35 WIB

Pasar Saham Domestik Masih Dibayangi Negatif, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG diprediksi masih rawan melanjutkan koreksi pada Selasa (21/4).​  Cek rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. 

Wintermar (WINS) Andalkan Permintaan Kapal Offshore
| Selasa, 21 April 2026 | 05:20 WIB

Wintermar (WINS) Andalkan Permintaan Kapal Offshore

Ketegangan di kawasan Laut Merah dan Timur Tengah sejauh ini belum memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan..

Target Tinggi Penjaminan Tak Mudah Dicapai
| Selasa, 21 April 2026 | 05:15 WIB

Target Tinggi Penjaminan Tak Mudah Dicapai

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset industri penjaminan bisa tumbuh 14%–16% pada tahun 2026 menjadi sekitar Rp 55 triliun. 

Tantangan Ketahanan Konsumsi Rumah Tangga
| Selasa, 21 April 2026 | 05:09 WIB

Tantangan Ketahanan Konsumsi Rumah Tangga

Penurunan kemiskinan yang disertai perbaikan indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan merupakan fondasi yang baik.

IHSG Rawan Koreksi, Intip Sejumlah Saham Pilihan Untuk Hari Ini (21/4)
| Selasa, 21 April 2026 | 05:00 WIB

IHSG Rawan Koreksi, Intip Sejumlah Saham Pilihan Untuk Hari Ini (21/4)

IHSG masih tercatat menguat 1,25% dalam lima hari perdagangan. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 12,18%.​

Pelemahan Rupiah Memperberat Beban Reasuransi
| Selasa, 21 April 2026 | 04:35 WIB

Pelemahan Rupiah Memperberat Beban Reasuransi

Loyonya rupiah berpotensi memberi tekanan terhadap biaya retrosesi, alias pelimpahan risiko kepada perusahaan reasuransi lain.

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Lirik Potensi Cuan dari PLTS
| Selasa, 21 April 2026 | 04:20 WIB

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Lirik Potensi Cuan dari PLTS

DSSA memandang program PLTS sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam peta jalan dekarbonisasi dan infrastruktur energi masa depan

Masa Bulan Madu Kendaraan Listrik Berakhir
| Selasa, 21 April 2026 | 04:05 WIB

Masa Bulan Madu Kendaraan Listrik Berakhir

Langkah pengenaan pajak kendaraan bermotor pada kendaraan listrik oleh pemerintah dianggap tidak konsisten

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau
| Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau

Beroperasinya PLTS Tobelo ini akan memperkuat portofolio EBT PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) dan menciptakan recurring income.

INDEKS BERITA