Inilah Surat Berharga Negara Ritel yang Telah Diterbitkan di Tahun Ini

Selasa, 10 November 2020 | 12:04 WIB
Inilah Surat Berharga Negara Ritel yang Telah Diterbitkan di Tahun Ini
[ILUSTRASI. Infografik: SBN ritel yang terbit selama Januari-Oktober 2020.]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejalan dengan tingginya kebutuhan pembiayaan anggaran di tahun ini, pemerintah gencar menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Sejak awal tahun ini hingga akhir Oktober kemarin, pemerintah telah menerbitkan lima surat utang untuk pasar ritel. Total dana yang dikumpulkan melalui penjualan kelima jenis SBN ritel itu mencapai Rp 71,37 triliun.

Jika dirinci berdasarkan jenisnya, dua di antaranya merupakan jenis obligasi ritel negara, yang populer disingkat ORI. Tiga yang tersisa adalah dua sukuk ritel, dan satu saving bond ritel. 
Menyesuaikan diri dengan selera pasar, kebanyakan obligasi ritel yang diterbitkan di tahun ini dapat diperdagangkan. Hanya SBR saja yang tidak bisa diperdagangkan.

Jika imbal hasil dari kelima obligasi ritel yang terbit di tahun ini, terlihat ada grafik yang melandai. Obligasi yang terakhir diterbitkan, yaitu ORI seri 018, menjadi satu-satunya obligasi ritel di tahun ini yang menawarkan imbal hasil di bawah 6%.

Baca Juga: Pemerintah Menargetkan Bisa MenJual Sukuk Tabungan ST007 Sebesar Rp 2 Triliun

Merujuk ke imbal hasil yang semakin rendah itu, pemerintah pun cukup puas dengan dana yang diperoleh dari penerbitan ORI seri 018.  "Pencapaian itu cukup baik mengingat pemerintah telah menerbitkan tiga SBN ritel yang bisa diperdagangkan di tahun ini dalam jangka waktu relatif berdekatan," tutur Direktur Surat Utang Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan, yang dikutip kontan.co.id.

ORI seri 018 bukan obligasi ritel terakhir yang diterbitkan pemerintah di tahun ini. Awal bulan ini,  pemerintah membuka masa penawaran untuk sukuk tabungan seri ST-007. Optimistis pemilik dana masih meminati obligasi ritel, pemerintah memangkas lagi imbal hasil untuk ST-007 menjadi 5,50%.

Selanjutnya: Ovo dan Gopay Masuk Lima Besar Penguasa Pasar Sistem Pembayaran Nasional

 

Bagikan

Berita Terbaru

Ada Penyesuaian Laporan Keuangan, Laba ADHI Berbalik Jadi Rugi pada 2024
| Selasa, 07 April 2026 | 13:43 WIB

Ada Penyesuaian Laporan Keuangan, Laba ADHI Berbalik Jadi Rugi pada 2024

Untuk setahun penuh 2024, ADHI mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp 60,09 miliar dari awalnya laba sebesar Rp 281,15 miliar.

Kilang Asia dan Eropa Berebut Sumber Minyak Mentah, Pasokan Seret Harga Membengkak
| Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Kilang Asia dan Eropa Berebut Sumber Minyak Mentah, Pasokan Seret Harga Membengkak

Imbas penutupan Selat Hormuz, sejumlah cekungan migas yang masih menyimpan harapan menjadi rebutan berbagai negara.

Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026
| Selasa, 07 April 2026 | 10:00 WIB

Melihat Peluang di Musim Pembayaran Dividen di Kuartal II-2026

Analis menyebut bahwa saham dengan dividend yield yang tinggi umumnya berasal dari sektor komoditas dan perbankan.

Konflik AS-Iran Masih Jadi Pemicu, IHSG Selasa (7/4) Berpotensi Sideways
| Selasa, 07 April 2026 | 07:44 WIB

Konflik AS-Iran Masih Jadi Pemicu, IHSG Selasa (7/4) Berpotensi Sideways

IHSG Senin (6/4) turun 0,53%, dipicu konflik global dan rilis daftar HSC. Analis membeberkan potensi risiko yang perlu diwaspadai investor.

Laba MAPI Melonjak 26%, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Selasa, 07 April 2026 | 07:34 WIB

Laba MAPI Melonjak 26%, Cek Rekomendasi Sahamnya

Laba bersih MAPI melonjak 26,22% pada 2025. Terungkap, iPhone 17 dan musim liburan akhir tahun jadi pendorong utama. Simak detail performa MAPI!

Sejumlah Risiko Masih Membayangi Kinerja Emiten LQ45
| Selasa, 07 April 2026 | 07:24 WIB

Sejumlah Risiko Masih Membayangi Kinerja Emiten LQ45

Suku bunga tinggi, rupiah melemah, dan geopolitik Timur Tengah jadi bayangan. Pahami risiko yang bisa menekan kinerja LQ45 tahun ini.

Pemerintah Siap Memperbaiki 400.000 Unit Rumah
| Selasa, 07 April 2026 | 07:08 WIB

Pemerintah Siap Memperbaiki 400.000 Unit Rumah

Presiden Prabowo turut memberikan arahan agar pemanfaatan lahan negara di kawasan strategis perkotaan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun.

Sentralisasi BPK Berimplikasi Serius
| Selasa, 07 April 2026 | 07:04 WIB

Sentralisasi BPK Berimplikasi Serius

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menegaskan perhitungan kerugian negara berpotensi tidak sah apabila tidak merujuk hasil audit BPK

Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Maksimal 13%
| Selasa, 07 April 2026 | 07:01 WIB

Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Maksimal 13%

Pemerintah menunda kenaikan tarif batas atas namun mengerek fuel surcharge menjadi 38% lantaran harga avtur melonjak

148 Kapal Pertamina Memasok BBM dan Elpiji
| Selasa, 07 April 2026 | 06:57 WIB

148 Kapal Pertamina Memasok BBM dan Elpiji

Hingga saat ini, operasional distribusi energi, khususnya untuk menjangkau wilayah 3T didukung oleh 148 kapal.

INDEKS BERITA

Terpopuler