Inovasi Pertanian Beras: Kurangi Emisi Karbon, Tingkatkan Efisiensi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring dengan naiknya kesadaran akan perubahan dampak iklim, sektor perberasan mulai beralih ke produksi beras yang lebih ramah lingkungan. Merujuk data dari World Resources Institute (WRI), budidaya padi menghasilkan sekitar 1,0 gigaton setara karbon dioksida (GtCO2e) emisi gas rumah kaca secara global. Karbon ini dihasilkan dari pengairan tidak efisien dan penggunaan agrokimia berlebihan.
Untuk mengurangi emisi karbon tersebut, beberapa petani mulai mengadopsi sistem produksi beras rendah karbon (low carbon rice) sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan untuk produksi beras mereka. Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi), Sutarto Alimoeso bilang, peralihan menuju praktik rendah karbon sudah menunjukkan progres di tingkat penggilingan padi.
