Integra Indocabinet (WOOD) Menuai Berkah Kenaikan Ekspor

Kamis, 18 November 2021 | 04:25 WIB
Integra Indocabinet (WOOD) Menuai Berkah Kenaikan Ekspor
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mencatatkan kinerja mentereng pada kuartal III-2021. Pendapatan emiten ini naik 12,4% secara kuartalan menjadi Rp 1,38 triliun. Dus, pendapatan WOOD di sembilan bulan pertama 2021 naik 89,6% secara tahunan jadi Rp 3,5 triliun.

Kinerja ekspor menjadi penopang dan berkontribusi 96% terhadap total pendapatan. Produk yang berkontribusi besar adalah komponen bangunan. Kontribusinya setara 61% dari total pendapatan. Pendapatan produk komponen bangunan tumbuh 150% secara tahunan. Sedangkan segmen furnitur tumbuh 50% di periode yang sama.

Bottom line emiten produsen produk kayu ini tumbuh 11,8% menjadi Rp 134 miliar secara kuartalan. Alhasil, total laba bersih WOOD di Januari-September mencapai Rp 356 miliar, naik 88,1%.

Baca Juga: Ditopang solidnya penjualan ekspor, intip rekomendasi saham WOOD dari BRIDanareksa

Analis BRIDanareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam riset 9 November menuliskan, realisasi bottom line WOOD memenuhi 82% dari proyeksi. Ia berekspektasi kinerja solid WOOD akan kembali terjadi di kuartal IV-2021.

Menurut Natalia, pangsa ekspor masih mendorong kinerja WOOD ke depan. Terlebih, larangan produk China masuk ke Amerika Serikat (AS) usai perang dagang antara AS dan China bisa memperlebar pangsa ekspor WOOD. "Pangsa pasar AS akan meningkat menjadi 6% dari 4,6% pada 2020. Apalagi, ada peluang mengisi celah yang ditinggalkan China sehingga membuka jalan bagi pertumbuhan pendapatan WOOD," tulis dia. 

Natalia menyebut, WOOD memiliki bahan baku yang melimpah. Sebab WOOD memiliki 163.425 hektare (ha) konsesi hutan bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC) untuk memanfaatkan pasar ekspor. Bahan baku WOOD memenuhi berbagai persyaratan ketat untuk melayani pasar furnitur AS. 

WOOD juga memiliki hubungan baik dengan peritel internasional seperti Target, Costco, Hampton Lumber, dan lainnya. WOOD juga memiliki rekam jejak yang baik dalam hal pemesanan repeat order.

Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya menambahkan, WOOD juga melakukan diversifikasi pasar ekspor ke benua Eropa. Ini akan mengangkat penjualan. 

Baca Juga: Pasar AS Masih Menopang Kinerja WOOD

Kinerja naik

Natalia memprediksi pertumbuhan rata-rata tahunan laba WOOD pada 2021-2023 mencapai 22,3%. Ini didukung pertumbuhan pendapatan serta diiringi margin yang stabil ke depan. "Kami memperkirakan kontribusi pendapatan yang seimbang antara komponen bangunan dan furnitur untuk mempertahankan margin dan meningkatkan arus kas WOOD," ujar dia. 

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dalam riset 11 November menuliskan, pasar furnitur dan kebutuhan rumah akan memiliki pertumbuhan rata-rata tahunan sekitar 4%, dari US$ 404,7 miliar pada 2021 menjadi US$ 481 miliar pada 2025. Sementara pasar furnitur AS punya nilai US$ 105,2 miliar, atau sekitar 26% dari pangsa global.

Hasbie menilai meningkatnya penjualan ke pasar AS akan meningkatkan kapasitas segmen building component 20% pada 2022. Pada tahun ini, BRIDanareksa Sekuritas memprediksi pendapatan dan laba bersih WOOD mencapai Rp 4,34 triliun dan Rp 436 miliar. Sementara tahun depan, pendapatan diprediksi mencapai Rp 5,03 triliun dan laba sekitar Rp 547 miliar. 

Cheryl menambahkan, manajemen WOOD mengupayakan efisiensi pengiriman produk dengan memperbesar ekspor produk knock down dan kerjasama dengan perusahaan shipping. Jangka pendek, Cherly merekomendasikan beli WOOD dengan target di Rp 900. Hasbie dan Natalia juga memasang rekomendasi beli dengan harga di Rp 1.300 dan Rp 1.200. 

Baca Juga: Kinerja tumbuh, harga saham Integra Indocabinet (WOOD) masih tertinggal

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Penawaran IPO WBSA Rp 168 Per Saham, Duitnya Buat Akuisisi Perusahaan Afiliasi
| Kamis, 02 April 2026 | 13:33 WIB

Harga Penawaran IPO WBSA Rp 168 Per Saham, Duitnya Buat Akuisisi Perusahaan Afiliasi

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) merupakan perusahaan logistik terintegrasi yang baru didirikan pada 2021.

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG
| Kamis, 02 April 2026 | 09:30 WIB

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG

Di tengah himpitan pasar surat utang, opsi pendanaan dari kredit perbankan menjadi sekoci penyelamat.

Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan
| Kamis, 02 April 2026 | 09:00 WIB

Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan

Para analis juga memperkirakan bahwa harga jual average selling product (ASP) akan mampu menutupi kenaikan biaya produksi ITMG secara sempurna.

Penjualan Tahun 2025 Naik, Laba Sawit Sumbermas (SSMS) Melejit Dua Digit
| Kamis, 02 April 2026 | 08:37 WIB

Penjualan Tahun 2025 Naik, Laba Sawit Sumbermas (SSMS) Melejit Dua Digit

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sukses mengantongi laba bersih Rp 1,16 triliun atau meningkat 41,6% yoy dari Rp 819,53 miliar di 2024.​

Prospek Emiten Sawit 2026 Stabil tapi Volatil: Harga CPO, El Nino & B50 Jadi Katalis
| Kamis, 02 April 2026 | 08:30 WIB

Prospek Emiten Sawit 2026 Stabil tapi Volatil: Harga CPO, El Nino & B50 Jadi Katalis

Produksi global diprediksi kembali mengucur deras seiring dengan pemulihan output panen di Indonesia dan Malaysia.

Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham
| Kamis, 02 April 2026 | 08:23 WIB

Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor PT United Tractors Tbk (UNTR).

Prapenjualan Masih Kuat, Laba Summarecon Agung (SMRA) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 02 April 2026 | 08:14 WIB

Prapenjualan Masih Kuat, Laba Summarecon Agung (SMRA) Pada 2026 Bisa Melesat

Peluang pemulihan kinerja SMRA pada 2026 masih terbuka. Katalis pendukungnya, antara lain, realisasi marketing sales yang stabil di tahun lalu. ​

Laba Grup Merdeka Masih Belum Perkasa Pada 2025
| Kamis, 02 April 2026 | 08:07 WIB

Laba Grup Merdeka Masih Belum Perkasa Pada 2025

Pada 2026 prospek Grup Merdeka lebih cerah. Katalis datang dari potensi operasional Tambang Emas Pani PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).​

WFH 1 Hari Bagi ASN Resmi Berlaku, Begini Kesiapan Operator Hadapi Lonjakan Trafik
| Kamis, 02 April 2026 | 08:00 WIB

WFH 1 Hari Bagi ASN Resmi Berlaku, Begini Kesiapan Operator Hadapi Lonjakan Trafik

Operator telekomunikasi sudah berpengalaman menghadapi lonjakan trafik di kawasan permukiman di masa pandemi Covid-19.

Upaya Mendongkrak Saham Beredar di Publik Melalui Free Float 15%
| Kamis, 02 April 2026 | 07:45 WIB

Upaya Mendongkrak Saham Beredar di Publik Melalui Free Float 15%

Dalam jangka pendek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terancam anjlok akibat kebijakan memperbesar free float.

INDEKS BERITA

Terpopuler