Intervensi Obligasi Bebani Fiskal Negara

Rabu, 20 Mei 2026 | 05:00 WIB
Intervensi Obligasi Bebani Fiskal Negara
[ILUSTRASI. APBN Tekor (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai melakukan intervensi bertahap di pasar obligasi untuk meredam tekanan nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Langkah tersebut dilakukan melalui pembelian surat berharga negara (SBN) secara rutin menggunakan dana pengelolaan kas pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah telah masuk ke pasar obligasi secara bertahap seiring mulai kembalinya minat investor asing ke pasar keuangan domestik. "Kami akan masuk setiap hari di bond market," ujar Purbaya di Istana Negara, Senin (18/5).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Investor Reksadana: Ini Strategi Cuan di Tengah Pasar Lesu
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:15 WIB

Investor Reksadana: Ini Strategi Cuan di Tengah Pasar Lesu

Pasar finansial sedang lesu, tapi reksadana tetap bisa untung. Simak strategi adaptif dan jenis reksadana yang paling direkomendasikan.

Lu Jual, Gue Beli
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:01 WIB

Lu Jual, Gue Beli

Pasar global merekam setiap kata. Mereka tidak tertawa atau tepuk tangan demi mengamankan jabatan. Mereka hanya kenal: lu jual, gue beli.

Pendapatan Berulang Masih Jadi Tumpuan Summarecon Agung Tbk (SMRA)
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Pendapatan Berulang Masih Jadi Tumpuan Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Meskipun laba bersih SMRA anjlok 20%, pendapatan perusahaan justru tumbuh solid. Cari tahu penyebab penurunan laba dan bagaimana proyeksi analis.

Leasing Susun Siasat Menjaga Biaya Dana
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:35 WIB

Leasing Susun Siasat Menjaga Biaya Dana

Pergerakan suku bunga akan memengaruhi biaya pendanaan multifinance, yang hingga kini masih banyak bergantung pada sektor perbankan.

Koreksi Rupiah Mengerek Biaya Produksi Pertanian
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:30 WIB

Koreksi Rupiah Mengerek Biaya Produksi Pertanian

Dampak pelemahan rupiah sudah mulai terasa lewat kenaikan harga untuk produk-produk pendukung pertanian.

Data Fiskal Membaik, Tapi Risiko Tetap Mengintai
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:30 WIB

Data Fiskal Membaik, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Defisit APBN mengecil, namun tekanan akibat subsidi energi masih terus membayangi.                      

Produksi Batubara 229 Juta Ton di Kuartal I 2026
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:25 WIB

Produksi Batubara 229 Juta Ton di Kuartal I 2026

Jumlah tersebut setara 38,17% dari target pemerintah yang membatasi produksi batubara di sepanjang 2026 di level 600 juta ton.​

Mitra Angksa sejahtera (BAUT) Bidik Penjualan Tumbuh 30%
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:20 WIB

Mitra Angksa sejahtera (BAUT) Bidik Penjualan Tumbuh 30%

Manajemen BAUT akan mengidentifikasi dan mengeksekusi proyek-proyek strategis guna mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkualitas.

Ancaman Mengadang Jika BI Mengerek Bunga Acuan
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:15 WIB

Ancaman Mengadang Jika BI Mengerek Bunga Acuan

Kenaikan BI rate diproyeksi bisa menekan harga obligasi, sebabkan capital loss. Investor perlu tahu selisih yield yang mengintai.

Melindungi Pekerja dan Menjaga Dunia Usaha
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:15 WIB

Melindungi Pekerja dan Menjaga Dunia Usaha

Penyusunan Rancangan Undang Undang (RUU) Ketenagakerjaan mesti memberikan kepastian usaha dan perlindungan pekerja.

INDEKS BERITA