Intiland Mendongkrak Pendapatan Berulang

Senin, 22 April 2019 | 07:21 WIB
Intiland Mendongkrak Pendapatan Berulang
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intiland Development Tbk memproyeksikan kontribusi pendapatan berulang atau recurring income pada tahun ini naik menjadi 25% terhadap total pendapatan. Sepanjang tahun lalu, recurring income menyumbang Rp 596 miliar atau 23% dari total pendapatan.

Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk menyebutkan, tahun lalu pendapatan mereka masih berasal dari development income. "Berasal dari penjualan perumahan, apartemen, perkantoran, maupun lahan kawasan industri," ungkap dia saat dihubungi KONTAN, Minggu (21/4).

Dari sumber pendapatan tersebut, emiten dengan kode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun di sepanjang 2018. Komposisinya meliputi Rp 1,95 triliun atau 77% pendapatan berasal dari penjualan berbagai proyek dan sisanya disumbangkan oleh pendapatan berulang.

"Tahun ini recurring income juga akan meningkat seiring dengan progres penyelesaian pembangunan sejumlah proyek pengembangan mixed use seperti Praxis dan Spazio Tower di Surabaya," tutur Theresia.

Dengan demikian, Intiland Development memproyeksikan pendapatan recurring income pada tahun ini bisa berkontribusi sebesar 25%, atau meningkat dari kontribusi tahun lalu sebesar 23% dari total pendapatan.

Hingga kuartal I 2019, Intiland Development belum memasarkan proyek anyar. Pertimbangannya, mereka belum merilis proyek baru karena masih fokus menjual produk-produk yang sudah ada.

Manajemen Intiland Development akan meluncurkan produk baru pada semester kedua tahun ini, sambil mengamati perkembangan pasar. "Peluncuran proyek baru kemungkinan kami lakukan pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini, tergantung situasi dan kondisi," kata dia.

Intiland Development juga belum mempublikasikan pencapaian penjualan pemasaran atau marketing sales di sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Bagikan

Berita Terbaru

ASEAN Bersatu Amankan Pasokan Energi di Tengah Eskalasi Iran-AS pada KTT Cebu
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:07 WIB

ASEAN Bersatu Amankan Pasokan Energi di Tengah Eskalasi Iran-AS pada KTT Cebu

Konflik Iran-AS memicu krisis energi global. ASEAN bersatu di KTT Cebu untuk membentengi kawasan. Cari tahu langkah konkretnya!

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:37 WIB

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK

Menturut Kemkeu, PMK Nomor 27 Tahun 2026 diterbitkan untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan anggaran OJK

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:08 WIB

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi

Sebanyak 132 kloter dengan 52.343 jemaah di antaranya, telah tiba di Madinah dan secara bertahap    

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:59 WIB

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak

Fluktuasi harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah, memberi kontribusi terhadap defisit anggaran

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:56 WIB

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi

Pasar modal sedang terkoreksi? Direktur Sucor AM melihat ini sebagai peluang emas. Simak strateginya

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:44 WIB

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar

Tak hanya pelaporan SPT, Ditjen Pajak juga relaksasi pembayaran pajak badan hingga 31 Mei           

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:34 WIB

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain

Rupiah terus anjlok, bukan hanya karena gejolak global. Ada masalah struktural di balik kejatuhan terdalam di Asia. 

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:29 WIB

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?

 Suku bunga The Fed yang tinggi tingkatkan opportunity cost. Pelajari risiko dan mitigasinya sebelum berinvestasi.

Lingkaran Setan
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:10 WIB

Lingkaran Setan

Stabilisasi pasar keuangan bergantung kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi domestik.

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:05 WIB

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian

Tren mengoleksi kartu Pokemon kembali memanas saat ini setelah pecahnya rekor harga penjualan tertinggi.

INDEKS BERITA