INTP Mencatat Penjualan Semen 9 Juta Ton Hingga Juli 2021

Jumat, 27 Agustus 2021 | 06:25 WIB
INTP Mencatat Penjualan Semen 9 Juta Ton Hingga Juli 2021
[]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penjualan semen 1,4 juta ton sepanjang Juli 2021. Manajemen optimistis, prospek perusahaan tetap baik hingga akhir tahun.

"Kami bersyukur semen merupakan salah satu industri yang tetap diizinkan beroperasi selama PPKM dengan protokol Covid-19 yang sangat ketat, mengikuti arahan pemerintah," papar Antonius Marcos, Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP, kemarin (26/8).

Alhasil, penjualan di Juli 2021 tidak banyak berubah dibanding Juni maupun Juli tahun lalu. Secara akumulasi, penjualan semen INTP telah mencapai 9 juta ton selama tujuh bulan pertama 2021. Angka ini lebih tinggi sekitar 5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Marcos yakin, prospek bisnis INTP masih cukup baik di sisa tahun ini. Terlebih, pemerintah telah menurunkan PPKM dari semula level 4 menjadi level 3 di wilayah Jabodetabek. Alhasil, pembangunan di daerah ini bisa menggeliat kembali.

Sekadar informasi, Jabodetabek merupakan pangsa utama bagi penjualan semen INTP. Produsen Tiga Roda ini belum merevisi target pertumbuhan penjualan di tahun ini, yakni sebesar 4%-5%, sembari mencermati perkembangan di kuartal ketiga.

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin memperkirakan, total volume penjualan semen INTP pada tahun ini mencapai sekitar 18,1 juta ton, naik dari realisasi penjualan di tahun lalu sebesar 17,1 juta ton. "Penjualan ini didukung oleh potensi proyek konstruksi yang lebih banyak di paruh kedua tahun ini dan potensi dimulainya kembali kegiatan ekonomi secara bertahap," kata Mimi.

Mimi meyakini, kinerja INTP di semester dua jauh lebih baik daripada semester satu. Tapi, secara keseluruhan, laba tahun ini bisa lebih rendah dibanding 2020.

Ini karena harga batubara, komponen bahan bakar utama produksi, lebih tinggi, sehingga bisa menggerus margin INTP.  Mimi memperkirakan margin kotor INTP tahun ini 34,6%, turun dari sebesar  36,1% di akhir 2020. Sementara laba bersih turun 3,1% menjadi Rp 1,7 triliun.

Mimi merekomendasikan trading buy INTP dengan target harga Rp 12.600. Valuasi INTP masih di bawah rata-rata P/E forward 5 tahun.

 

Bagikan

Berita Terbaru

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES
| Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES

Tekanan depresiasi rupiah terhadap renminbi serta masih lemahnya daya beli kelas menengah atas menjadi tantangan berat.

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:44 WIB

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton

Kenaikan harga batubara tidak cukup mampu untuk menolong perekonomian domestik meski permintaan global meningkat.

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:13 WIB

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback

Hingga pertengahan Maret tahun ini, sudah ada beberapa emiten yang sedang dan berencana melaksanakan aksi buyback saham.​

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:05 WIB

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya

Penurunan laba bersih PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) murni dipicu oleh siklus normalisasi permintaan pasca-pandemi.

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:03 WIB

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun

Pada 2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan nilai kapitalisasi pasar atau market cap bursa saham Indonesia mencapai Rp 25.000 triliun​.

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800
| Senin, 16 Maret 2026 | 08:25 WIB

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800

Arus kas yang masih kuat dari bisnis batubara membuka ruang bagi ADRO untuk tetap membagikan dividen yang menarik bagi investor.

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:45 WIB

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi

Sentimen perang Timur Tengah dan pemangkasan kuota produksi nasional dapat mempengaruhi permintaan dan harga batubara

TOBA Siapkan Duit US$ 200 Juta Garap Pengolahan Limbah
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:16 WIB

TOBA Siapkan Duit US$ 200 Juta Garap Pengolahan Limbah

TOBA siapkan US$200 juta untuk bisnis pengelolaan limbah, targetkan pertumbuhan di 2026. Simak bagaimana strategi TOBA tahun ini

Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi, Selat Hormuz Jadi Kunci
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:00 WIB

Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi, Selat Hormuz Jadi Kunci

Pulau Kharg punya peran vital lantaran memegang kendali atas 2,79 juta hingga 2,97 juta barel ekspor minyak Iran.

Mengawali Pekan Pendek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (16/3)
| Senin, 16 Maret 2026 | 05:20 WIB

Mengawali Pekan Pendek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (16/3)

Kenaikan harga minyak dunia juga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap dampak ke kondisi fiskal domestik.​

INDEKS BERITA

Terpopuler