Investor Emas Wajib Tahu: Hindari Kerugian di Tengah Volatilitas Tinggi

Rabu, 01 April 2026 | 06:33 WIB
Investor Emas Wajib Tahu: Hindari Kerugian di Tengah Volatilitas Tinggi
[ILUSTRASI. Pergerakan harga emas dunia masih volatil, tapi mulai mengarah ke fase pemulihan usai terkoreksi lebih dari 14% secara bulanan (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)]
Reporter: Alya Fathinah | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas dunia masih volatil, tapi mulai mengarah ke fase pemulihan usai terkoreksi lebih dari 14% secara bulanan. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (31/3), harga emas menguat 1,21% secara harian ke level US$ 4.612,6 per ons troi.

Founder Traderindo Wahyu Laksono menilai, secara teknikal, harga emas tengah berada dalam fase pemulihan yang cukup agresif setelah koreksi pada pertengahan Maret. Dalam jangka pendek, harga emas diproyeksikan berpotensi menguji resistance di kisaran US$ 4.740 per ons troi, dengan area support kuat US$ 4.000 per ons troi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Suku Bunga Terus Melejit, Pasar Saham Semakin Sulit
| Senin, 08 Juni 2026 | 06:26 WIB

Suku Bunga Terus Melejit, Pasar Saham Semakin Sulit

Kenaikan suku bunga acuan BI jadi sentimen negatif bagi pasar saham. Kebijakan ini bisa meningkatkan cost of fund dan menekan valuasi saham. ​

Memancing Dana Masuk dengan Bunga Tinggi
| Senin, 08 Juni 2026 | 06:17 WIB

Memancing Dana Masuk dengan Bunga Tinggi

BI dan pemerintah akan menempuh dua langkah untuk menopang rupiah                                   

Margin Laba Konsumer Terancam! Rupiah Melemah, Siapa Paling Terpukul?
| Senin, 08 Juni 2026 | 06:15 WIB

Margin Laba Konsumer Terancam! Rupiah Melemah, Siapa Paling Terpukul?

Pelemahan rupiah ancam margin emiten konsumer yang bergantung bahan baku impor. Kalkulasi terbaru menunjukkan siapa paling rentan.

Was-was di Konstruksi
| Senin, 08 Juni 2026 | 06:10 WIB

Was-was di Konstruksi

Imbas pelemahan rupiah bukan sekadar masalah kontraktor, melainkan juga menyangkut keberlangsungan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Ancaman Panic Buying Dolar AS: Rupiah Sulit Apresiasi Lebih Jauh?
| Senin, 08 Juni 2026 | 06:00 WIB

Ancaman Panic Buying Dolar AS: Rupiah Sulit Apresiasi Lebih Jauh?

Nilai tukar rupiah menguat tipis, tapi benarkah ini kesempatan emas? Analis ungkap batas apresiasi rupiah sangat terbatas.

Pemerintah Masih Melanjutkan MBG Dengan Evaluasi
| Senin, 08 Juni 2026 | 05:30 WIB

Pemerintah Masih Melanjutkan MBG Dengan Evaluasi

Meski sudah menurunkan anggaran MBG tahun ini, BGN mengklaim anggaran program salah satu pemakan anggaran terbesar itu bisa turun lagi.

Kredit Macet Fintech Dekati Batas Aman
| Senin, 08 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kredit Macet Fintech Dekati Batas Aman

TWP90 industri pinjaman daring menembus 4,62% per April 2026, konsisten naik dari akhir tahun 2025 yang saat itu mencapai 4,32%

Harga Beras, Minyak Goreng Naik, Daging Turun
| Senin, 08 Juni 2026 | 05:25 WIB

Harga Beras, Minyak Goreng Naik, Daging Turun

Sejumlah harga komoditas di minggu kedua bulan Juni masih ada yang mengalami kenaikan meski ada juga yang tengah melandai.

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Memperkuat Bisnis di Timor Leste
| Senin, 08 Juni 2026 | 05:20 WIB

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Memperkuat Bisnis di Timor Leste

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah, MPMX melihat peluang ekspansi ke Timor Leste sebagai langkah yang strategis.

Perlu Ada Peringatan Dini Potensi Gelombang PHK
| Senin, 08 Juni 2026 | 05:10 WIB

Perlu Ada Peringatan Dini Potensi Gelombang PHK

Jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah sepanjang tahun ini hingga tembus 23.470 pekerja per Mei.

INDEKS BERITA